‘Teroris’lah yang Paling Mencintai Indonesia!

Oleh : Kharida Faiza

str1A:        “…Tapi Bung, hukum Islam itu harga mati! Indonesia hanya akan aman jika syari’at Islam sudah tegak!”

B:        “Bro, di Indonesia itu agama ada banyak, ga cuma Islam! Jadi ga mungkin menegakkan syari’at Islam disini!”

A:        “Bukankah di zaman Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para Khulafaur Rasyidin dahulu juga ada orang Nasrani, Yahudi, dan agama-agama lain alias ga cuma Islam, Bung? Tapi keadaan saat itu aman-aman saja, karena syari’at islam-lah yang ditegakkan.”

B:        “Ya udah deh! Kalo ente maunye pake syari’at Islam, sono minggat dari Indonesia, tinggal noh di Arab!” Baca lebih lanjut

Hati-hati dengan Gelar Dunia!

BanggaGelar

Oleh: Salim A Fillah

Di antara sebab takutnya para mulia terdahulu terhadap gelar-gelar yang disematkan pada nama mereka adalah Quran Surat Ad Dukhaan ayat 49:

ذُقْ إِنَّكَ أَنتَ الْعَزِيزُ الْكَرِيمُ

“Rasakanlah; sesungguhnya engkau orang yang perkasa lagi mulia!” {QS Ad Dukhaan [44]:49}. Ayat ini tertuju kepada Abu Jahal kelak ketika ia disiksa.

‘Adzab itu; zaqqum menggelegak di perut bagai didihan termulut menganga haus melampaui kepala dituangi air panas dan neraka menyala.

Adalah dulu ia mencengkram Nabi dan berkata, “Apa kau mengancamku Muhammad? Sungguh aku ini Al ‘Azizul Karim, sang perkasa lagi mulia!” Baca lebih lanjut

Ulama Rabbani Tak Membenarkan Kejahatan Para Thaghut

maqdisi_syekhOleh: Badrul Tamam

Al-Hamdulillah, segala puji milik Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam teruntuk Rasulullah –Shallallahu ‘Alaihi Wasallam-, keluarga dan para sahabatnya.

Ulama ٌabbani adalah ulama agama yang hanya takut kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Rasa takutnya ini merupakan buah dari ilmunya terhadap keagungan Allah dan kekuasaan-Nya.

Allah telah menjelaskan bahwa ulama yang sebenarnya adalah mereka yang memiliki rasa takut kepada Allah yang sempurna. Hal ini bukan berarti yang selain mereka tidak punya rasa takut. Kaum mukminin secara umum punya rasa takut terhadap Allah, namun rasa takut kepada Allah yang benar-benar dan sempurna hanya dimiliki ulama; sesudah para nabi dan rasul.

Baca lebih lanjut

Taubatlah Dengan Sholat

sholat taubatSetiap kita pasti memiliki dosa , kesalahan, noda dan aib. Jika demikian apakah semua itu akan terus melekat dan kita berputus asa dari rahmat Allah akan ampunan-Nya..? Tidak sama sekali… karena Allah menyuruh kita untuk menuju pintu ampunan-Nya, maaf dan taubat.

Rasulullah Shallallahu Alaihi wassalam meriwayatkan sabda Rabb ‘Azza wa Jalla :

“…Wahai Anak Adam , jika kamu senantiasa berdoa kepada-Ku, mengharapkan-Ku, meminta ampunan dari-Ku, niscaya Aku akan mengampunimu dan Aku tidak peduli. Wahai anak Adam, andaikan dosamu setinggi langit, kemudian kamu memohon ampunan-KU, niscaya Aku aku akan mengampunimu. Wahai anak Adam, andaikan Kamu menemui-Ku dengan kesalahan seluas bumi, tetapi tidak mensekutukan-Ku dengan apapun, maka aku akan mengampunimu dengan ampunan seisi bumi..”

Baca lebih lanjut

Wahai Orang Muslim Berharta, Jadilah Engkau Ustman Ustman Baru !

Oleh : Dr. AidhAbdullah  Al Qarni

Malaikat merasa malu dihadapannya, kaum Mu’min mencintainya dan para pembangkang membencinya. Utsman sama dengan kebajikan dan kebaikan, sedekah dan Al Qur’an, kesabaraan dan keimanan.

Beliau mendermakan hartanya tanpa hitungan, menghimpun Al Qur’an dan Sunnah dan menemani Sang Kekasih di dalam surga.

Ketika bahaya musuh mengancam, lalu beliau membayar belanja hartanya untuk  jaysul usrah (Pasukan di Masa susah). Dahaga datang lalu beliau  membeli Bi’rur Raumah-sumur yang berair tawar dan enak rasanya, milik seorang yahudi yang menjualnya, hingga airnya dapat diambil oleh para sahabat dengan gratis.

Baca lebih lanjut

I’dad dan Jihad Dalam Pandangan Ulama Madzhab Syafi’i

Rohingya-Mujahideen-06

Foto : dok. arrahmah.com

Oleh: Ustadz Abu Izzudien Fuad Al Hazimi

Allah Azza wa Jalla menciptakan manusia dengan tugas pokok yaitu beribadah hanya kepada Allah saja. Yakni beraktifitas dan berbuat sesuatu yang dicintai dan diridhai oleh Allah  yang nampak atau tersembunyi.

Allah Azza Wa Jalla berfirman:

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku.”  [QS. Adz Dzariyat: 56]

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah menjelaskan makna ibadah,

اَلْعِباَدَةُ اِسْمٌ جَامِعٌ لِكُلِّ ماَ يُحِبُّهُ اللهُ وَيَرْضاَهُ مِنَ الأَقْوَالِ وَالأَعْماَلِ الْباَطِنَةِ وَالظاَّهِرَةِ

“Ibadah adalah segala hal yang dicintai dan diridhoi Allah baik berupa perbuatan maupun ucapan, yang batin maupun yang lahir”.

Ibadah merupakan konsewensi Tauhid Rububiyyah yang diikrarkan hamba dengan melaksanakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya  walaupun tidak bisa dicerna oleh akal sekalipun. Baca lebih lanjut