Islam, Yahudi dan Hagarisme

Oleh: Qosim Nursheha Dzulhadi

ISLAM adalah satu-satunya agama wahyu (dīn al-waḥy) yang diakui oleh Allah (inna al-dīn ‘inda Allāh al-Islām). Oleh karena itu, siapa saja yang mencari agama selain Islam akan “ditolak” dan di Akhirat akan menjadi orang-orang yang merugi (Qs. 3: 19, 85). Kewahyuan Islam inilah yang menjadikan agama-agama lain ‘geram’ bahkan marah, khususnya kaum Yahudi. Meskipun pada awalnya kaum Yahudi sangat menantikan seorang nabi yang diutus oleh Allah di akhir zaman.
Baca lebih lanjut

Iklan

Khalid Misy’al : “Arab Berubah, Kami Tak Terkejut Jadi Sasaran Pembunuhan, Al-Qur’an Mengabarkan Itu”

“Kepada Barat saya ingin katakan: Masa depan kepentingan Anda tidak bersama Israel. Tapi ada di tangan Muslimin dan dunia Arab!”

Hari Senin (19/11/2012), seorang pemilik akun twitter @kaisar_el_rema atau bernama lengkap Rois Rahma Fathoni menterjemahkan isi lengkap pidato Kepala Biro Politik Hamas, Khalid Misy’al yang sedang konferensi pers di Universitas Kairo, Mesir. Selanjutnya, ia mengirim ulang dalam bentuk kultwit lengkap isi pernyataan pria yang menjadi incaran agen Zionis, Mossad tersebut.

Dalam banyak pernyataannya, Khalid menunjukkan sikap rakyat Gaza dan Palestina yang tetap memiliki semangat tinggi untuk mempertahankan kota suci yang pernah disinggahi Nabi Muhammad Shallallahu ‘alahi Wassalam itu. Baca lebih lanjut

Super Komputer di Kepala Manusia

Pagi ini saya membaca beberapa artikel tentang kemampuan otak manusia yang amat super. Subhanallah…, menurut para ahli neurolog (syaraf) bahwa terdapat 100 milyar hingga 1 trilyun jaringan syaraf yang dapat membuat manusia bisa melakukan banyak hal. Membaca, melihat, meneliti, merasa, koordinasi, keseimbangan, menghafal, dan sebagainya.

Bahkan ada seorang ahli yang mengatakan bahwa manusia memiliki sebuah super komputer di kepalanya. Super komputer bernama otak ini kemampuannya ribuan kali lipat dari super komputer yang pernah ada di dunia dengan daya tampung memory yang tak terbatas. Wow…. Amazing!
Baca lebih lanjut

Takabbur, Diktator, Ananiyah: Trio Perusak Jiwa

Oleh: Shalih Hasyim

Musollini, simbol kediktatoran

IMAM Al Ghazali dalam karya monumentalnya “Ihya Ulumuddin” pernah menjelaskan; Pangkal pokok kerusakan pikiran adalah ber”selingkuh” kepada Allah Subhanahu Wata’ala (syirik), sedangkan sumber kerusakan moral adalah sombong. Sifat yang pertama mengotori, dan merusak pola pikir (tashawwur), orientasi (ittijah), cara pandang (al wijhah), sifat yang kedua menghancurkan mata hati (bashirah).

Penyakit sombong adalah warisan dari iblis, sesuai dengan makna etimologisnya, membangkang (ablasa). Awalnya iblis menempati surga diatas surga Adam (versi tafsir Ash Showi). Baca lebih lanjut

Abdullah Bin Saba’, Si Munafik

Abdullah bin Saba’ adalah seorang Yahudi dari Yaman.  Berpura-pura masuk Islam (secara nifak) di zaman Khalifah ‘Uthman bin Affan radiallahu ‘anhu.  Dialah yang meretas ajaran Syiah yang ekstrim yang menjadi puncak semaraknya perpecahan dalam kalangan masyarakat Islam terutama dalam kelompok Syiah itu sendiri.

Abdullah bin Saba’ pernah berkata yang ditujukan kepada Khalifah Ali radiallahu ‘anhu:  “Engkaulah Allah.”  Maka Ali membolehkan untuk membunuh Abdullah bin Saba’ tetapi dicegah oleh Ibnu Abbas.  Para pendukung Ali kemudian membuangnya ke Madain (Ibu Negeri Iran lama). Baca lebih lanjut

Islam Phobia

“Muslim fundamentalism is at least as dangerous as Communism once was. Please do not underestimate this risk…at the conclusion of this age it is a serious threat, because it represents terrorism, religious fanaticism and exploitation of social and economic justice.” [A TV interview reported by Inter Press Service 18 February 1995]

Fundamentalisme Islam setidaknya sama berbahayanya dengan komunisme tempo dulu. Mohon jangan meremehkan resiko ini… Sebagai kesimpulan pada masa ini, fundamentalisme Islam adalah sebuah ancaman serius, karena merepresentasikan terorisme, fanatik keberagamaan, dan pengeksploitasian keadilan sosial dan ekonomi. (Sebuah wawancara TV yang direportasekan oleh Inter Press Service, 18 Pebruari 1995)

Itu adalah ucapan Willi Claes, mantan Sekjen Nato yang merefleksikan kekhawatiran (baca: ketakutan) Barat terhadap Islam dan kaum Muslim. Jauh-jauh hari sebelum peristiwa 911 (peruntuhan gedung WTC pada 2001) Willi Claes telah menyamakan kaum Muslim yang berpegang teguh terhadap agamanya sebagai teroris, dan mewanti-wanti bahwa kaum Muslim fundamentalis –demikian dia menyebut kaum Muslim yang teguh kepada ajaran Islam- jauh lebih berbahaya dari pada pengikut komunis, karenanya jangan dianggap remeh! Baca lebih lanjut

Harta Simpanan Dari Ayah Yang Shalih

Allah SWT berfirman (yang artinya): …Di bawahnya ada harta simpanan bagi mereka berdua, sementara ayahnya adalah seorang yang shalih. [QS. al-Kahfi (18): 82]

Dalam sebuah riwayat, saat menafsirkan ayat di atas, Utsman bin Affan berkata, bahwa harta simpanan yang dimaksud adalah sebuah lempengan  yang terbuat dari emas, yang tertulis padanya (firman Allah SWT): Aku heran terhadap orang yang memahami kematian, sementara ia banyak tertawa. Aku heran terhadap orang yang memahami bahwa dunia ini fana, sementara ia terus disibukkan oleh dunia itu. Aku heran terhadap orang yang memahami bahwa berbagai perkara telah ditetapkan sesuai takdir-Nya, sementara ia bersedih atas hilangnya perkara-perkara itu. Aku heran terhadap orang yang mengetahui adanya Hari Perhitungan, sementara ia terus mengumpul-ngumpulkan harta. Aku heran terhadap orang yang mengetahui adanya api neraka, sementara ia terus berbuat dosa. Aku heran terhadap orang yang mengetahui adanya surga, sementara ia malah banyak berleha-leha. Aku heran terhadap orang yang memahami bahwa setan itu musuhnya, sementara ia malah selalu menaatinya (An-Nawawi al-Jawi, Nasha’ih al-‘Ibad, 51). Baca lebih lanjut