Humor dan Canda Baginda Rasulullah SAW

muhammadHidup terasa hambar dan datar tanpa humor dan canda bagaikan masakan tanpa garam. Namun hanya dalam kadar kuantitas, kualitas dan penyajian tertentu akan menjadi penyedap kehidupan. Suatu kali Imam Al Ghazali melontarkan 6 pertanyaan kepada murid-muridnya yang hadir dalam majelis ta’limnya. Salah satunya adalah: Benda apa yang paling tajam di dunia ini?. Beragam jawaban muncul dari murid-murid beliau. Pisau, silet, sampai pedang. Imam Al Ghazali menanggapi jawaban murid-muridnya tersebut. “Betul, semua benda yang kalian sebutkan itu tajam. Tapi ada yang lebih tajam dari itu semua. Yaitu LIDAH”.

Meskipun lidah tidak bertulang, namun memang lidah bisa lebih tajam dari apapun, karena dia bisa ‘merobek’ hati. Bahkan kadang lidah bisa membuat lubang menganga di hati lawan bicara yang mungkin perlu waktu lama untuk mengembalikannya ke kondisi semula. Baca lebih lanjut

Inilah Makam yang Sesuai Akidah dan Sunnah Rasulullah

kuburan-yang-nyunnah-dan-sesuai-syariah-2-jpeg.image_

Inilah kuburan yang syar’i dan dicontohkan, sesuai dengan akidah Islam dan tuntunan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Tanpa dibangun, dikeramik, ditulisi, ditinggikan kecuali hanya sejengkal, dan tanpa disembah atau diagungkan. Mudah-mudahan calon rumah kita seperti ini semua, tidak seperti kebanyakan kuburan yang ada di sekeliling  kita.

Padahal kuburan yang ada di foto ini adalah kuburannya orang-orang yang memiliki keutamaan di sisi Allah, yaitu kuburan para Sahabat Nabi radhiyallahu ‘anhum di Baqi’, Madinah. Kuburannya tidak lebih bagus dari kuburannya pak RT atau Pak Lurah atau Kiai di tempat kita. Seperti inilah yang membuat Islam bertambah Kejayaannya. Subhanallah. Baca lebih lanjut

Soal Sesat, Benarkah Hanya Tuhan yang Tahu?

Oleh : Zarnuzi Ghufron*

right way-wrong way

“Siapa yang punya otoritas untuk menilai sesat, siapa yang yang tahu faham ini sesat atau tidak, tiada yang berhak untuk menilai sesat kecuali Tuhan”.

Kalimat-kalimat seperti ini akhir-akhir ini sering kita dengar, baik di televisi atau di media tulis, diungkapkan oleh orang yang menolak penilaian suatu faham tertentu, seperti Syiah, Ahmadiyah, Lia Aminudin, dan lainnya sebagai faham yang sesat. Menurut mereka, yang mengetahui sesat atau tidak hanyalah Tuhan. Di antara mereka ada yang mencoba menukil sebuah ayat dari Al-Quran :

“Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang dapat petunjuk.” [QS. An-Nahl :125]

Bisakah ayat ini dijadikan legitimasi pendapat mereka? Sepertinya kita perlu memperhatikan ayat sebelumnya dan segala hal yang terkait dengan ayat ini untuk mengetahui kejelasan pemahaman ayat ini. Baca lebih lanjut

Keuntungan Memasuki Islam

masuk-islamBetapa beruntungnya seorang manusia yang memeluk agama Allah ta’aala, yaitu Al-Islam. Sebab semenjak ia masuk Islam maka semua perbuatan yang ia lakukan mulai mendapat perhitungan serta ganjaran kebaikan di sisi Allah ta’aala.

Adapun orang yang kafir, maka apapun yang ia kerjakan di dunia tidak akan memperoleh balasan kebaikan dari Allah ta’aala. Mengapa? Sebab mereka telah mengingkari perkara yang paling mendasar dalam kehidupan, yaitu ke-imanan kepada Allah ta’aala. Di dalam Al-Qur’an dikatakan bahwa semua yang mereka kerjakan akan terhapus dari catatan rekening amal mereka. Bahkan ditegaskan bahwa mereka bakal menjadi orang-orang yang merugi kelak di akhirat.

وَمَنْ يَكْفُرْ بِالْإِيمَانِ فَقَدْ حَبِطَ عَمَلُهُ وَهُوَ فِي الْآَخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِينَ

“Barangsiapa yang kafir terhadap keimanan, maka hapuslah amalannya dan ia di hari akhirat termasuk orang-orang merugi.” [QS Al-Maaidah ayat 5] Baca lebih lanjut

Fitnah

Oleh : Iman Santoso, Lc

”Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: “Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi? Dan Sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, Maka Sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan Sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta”. [QS. Al-Ankabuut: 2-3]

Fitnah-Logo

Kehidupan dunia secara keseluruhan, baik dan buruknya adalah fitnah atau ujian bagi manusia. Fitnah yang senantiasa menyertai manusia dalam hidupnya sampai akhir hayatnya. Tetapi sangat disayangkan sebagian besar umat manusia tidak mengetahui bahwa kehidupan di dunia ini fitnah. Sebagian yang lain mengetahui bahwa kehidupan di dunia ini fitnah tetapi kalah oleh dahsyatnya fitnah itu sendiri. Hanya sebagian kecil saja yang sadar bahwa kehidupan di dunia ini fitnah, kemudian mereka berhati-hati terhadap fitnah itu dan ketika lalai atau lupa kembali pada petunjuk Allah. Baca lebih lanjut

Detik-Detik Umar Bin Khattab Masuk Islam

camel_shadows

Maka jika mereka beriman kepada apa yang kamu telah beriman kepadanya, sungguh mereka telah mendapat petunjuk; dan jika mereka berpaling, sesungguhnya mereka berada dalam permusuhan (dengan kamu). Maka Allah akan memelihara kamu dari mereka. Dan Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. [QS. 2:137]

Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu bukti kebenaran dari Tuhanmu, (Muhammad dengan mukjizatnya) dan telah Kami turunkan kepadamu cahaya yang terang benderang (Al Qur’an). Adapun orang-orang yang beriman kepada Allah dan berpegang kepada (agama)-Nya, niscaya Allah akan memasukkan mereka ke dalam rahmat yang besar dari-Nya (surga) dan limpahan karunia-Nya. Dan menunjuki mereka kepada jalan yang lurus (untuk sampai) kepada-Nya. [QS. 4:174-175]
Baca lebih lanjut

Awas Bahaya Bid’ah !

Oleh : Ustadz Abu Adib

بسم الله الرحمن الرحيم

beware of bid'ahAl-Imam An-Nawawi dalam kitab beliau Riyadhush Shalihin, menyatakan dalam bab “Larangan dari bid’ah dan perkara baru dalam agama”. Bid’ah secara bahasa artinya sesuatu yang diciptakan manusia yang belum ada contoh sebelumnya. Seperti Firman Allah ‘Azza wajalla :

“Allah menciptakan langit dan bumi yang tidak ada contoh sebelumnya.” [QS. Al-Baqarah : 117]

Adapun bid’ah secara syari’at terjadi sedikit perbedaan di kalangan para ‘ulama. Asy-Syaikh ‘Utsaimin menyatakan : “Bid’ah adalah setiap orang yang menyembah Allah atau beribadah kepada Allah, dengan sesuatu yang tidak disyari’atkan, baik secara aqidah, perkataan maupun perbuatan”.
Baca lebih lanjut