Menakjubkan, Keunggulan Semut Dalam Membuat Jembatan

jembatan+semut

Oleh: Abduldaem Al-Kaheel

Ya! Semut membangun jembatan persis seperti manusia. Bahkan boleh lebih unggul dari manusia!

Dalam penelitian terbarunya para ilmuwan mengatakan bahwa semut harus mengorbankan sebagian kecil semut untuk membangun sebuah jembatan, namun memberikan yang sangat besar dalam kenyamanan lalu lintas yang diperlukan untuk ribuan semut.

Sistem sosial ini dilakukan secara sukarela dan senang hati, bahkan setiap semut antusias untuk melakukan percobaan apakah besarnya sesuai untuk membangun jembatan ini dilingkungannya!
Baca lebih lanjut

Wahai Penghina Mujahidin, Memangnya Kalian Siapa?!!

soldiers of allah

Pada beberapa hari ini, kami mendengar ungkapan-ungkapan aneh dan pemikiran-pemikiran mengherankan yang keluar dari orang-orang yang muncul dalam banyak saluran televisi. Mereka bicara tentang urusan-urusan umat ini dengan ungkapan-ungkapan yang tidak jelas, namun mereka mengira suatu hal yang sangat jelas.

Pada hari ini, tidak ada kesibukan yang lebih menyibukkan manusia kecuali berkomentar tentang Ahli Jihad (mujahidin); celaan, membuat keraguan, pengaburan, penghinaan, penelantaran, dan menyebarkan berita dusta.

Banyak komentar dan perkataan yang memakai baju istilah ‘kritik konstruktif (membangun)’, ‘nasihat seorang saudara’, dan ungkapan-ungkapan lainnya. Sekilas, terlihat penuh kasih sayang, namun di dalamnya menyimpan kejahatan, keburukan, dan makar (tipu daya), ataupun pembodohan. Baca lebih lanjut

Asad dan As-Sisi, Dua Jagal Terbesar Abad Ini

ASSISI-DAN-ASAD-2-jagal-terbesar-abad-ini

Peristiwa berdarah di Suriah yang diakibatkan oleh pecahnya perang di negeri itu lebih dari dua tahun, telah berimbas sangat fatal bagi kelangsungan hidup rakyatnya. Hingga saat ini lebih 100 ribu jiwa telah terbunuh di Suriah. Selanjutnya, pembantaian berdarah di Mesir yang baru berjalan kurang dari dua bulan, juga tidak kalah sadisnya jika dibandingkan dengan penjagalan di Suriah.

Apapun alasannya, tentu saja perbuatan kedua “aktor” tersebut patut untuk dikutuk, karena tidak sesuai dengan norma-norma kemanusiaan yang selalu kita junjung tinggi.

Basyar Asad adalah Presiden negeri Suriah, yang telah mewarisi kekuasaannya dari sang ayah Hafez Asad lewat suara aklamasi di parlemen Suriah. Terjadinya Arab Spring di beberapa negeri Arab, juga tidak luput menerpa hingga ke negeri Syam ini. Sebab rakyat Suriah sudah sangat tersiksa dengan sistem otoriter yang diterapkan oleh sang tirani, Basyar Asad. Baca lebih lanjut

“The Road to Mecca” dalam Singgungan Otokritik dan Zionisasi Masyarakat Dunia

road-to-mecca“Saya melihat susunan masyarakat dan pandangan hidup yang pada dasarnya berbeda dengan susunan masyarakat dan pandangan hidup orang-orang Eropa, dan sejak pandangan pertama, dalam hati saya telah tumbuh rasa simpati terhadap pandangan hidup yang tenang, yang boleh saya katakan lebih bersifat kemanusiaan jika dibanding dengan cara hidup Eropa yang serba terburu-buru dan mekanistik. Rasa simpati ini secara perlahan-lahan telah menyebabkan timbulnya keinginan saya untuk menyelidiki sebab adanya perbedaan itu, dan saya menjadi tertarik dengan ajaran-ajaran keagamaan orang Islam. Dengan persoalan ini, saya belum merasa tertarik cukup kuat untuk memeluk agama Islam, akan tetapi telah cukup membuka mata saya terhadap suatu pemandangan baru mengenai masyarakat kemanusiaan yang progresif dan teratur, dengan mengandung hanya sedikit pertentangan, tapi dengan rasa persaudaraan yang sangat besar dan sungguh-sungguh…”

Ungkap Muhammad Asad, seorang wartawan dan penulis yang sebelum masuk Islam bernama asli Leopold Weiss, tentang kekagumannya terhadap Islam, yang ia tulis dalam buku monumentalnya yang berjudul ‘The Road to Mecca’.

Pada 1922, Leopold Weiss datang ke Palestina sebagai wartawan Frankfurter Zeitung. Dia sendiri adalah keturunan Yahudi ‘Galut’ (dispersi, atau  dalam pengasingan atau pembuangan) dari Eropa. Pada saat itu pula ia melihat bagaimana perlakuan warga Yahudi yang merupakan minoritas pada saat itu terhadap warga Arab yang pada saat itu merupakan penduduk mayoritas disana. Baca lebih lanjut

Kenapa Yahudi Ingin Menghancurkan Mesir? (1)

demonstran mesir

“Pada hari itu TUHAN membuat perjanjian dengan Abram, berfirman, ‘Untuk keturunanmu Aku berikan tanah ini, dari sungai Mesir sampai ke sungai besar, sungai Eufrat”

Itulah bunyi ayat dalam kitab kejadian yang menjadi pegangan kaum Yahudi tentang hak geografisnya di muka bumi. Dalam keyakinan  Yahudi, Tuhan memberikan tanah secara mutlak bagi mereka dari mulai Sungai Nil di Mesir hingga sungai Eufrat. Iya, kepada Yahudi bukan umat Islam.

Tanah inilah yang kemudian terkenal dengan sebutan Negara Israel Raya yang diidam-diidamkan kaum Yahudi. Dari konsep teologi ini, sesungguhnya keinginan Yahudi mencaplok negeri Muslim, tidak terbatas di Palestina saja, tapi juga membentang dari Mesir hingga Irak. Sebagaimana dituturkan pendiri Zionisme Theodore Herzl,  yang menjelaskan bahwa wilayah negara Yahudi membentang: “Dari sungai Mesir sampai Eufrat.” Baca lebih lanjut

Inilah Kehidupan Mujahid di Gaza

mujahid-palestina

AL-QURAN. Senjata. Pertolongan Allah. Itulah aksioma kehidupan para mujahidin Palestina di Jalur Gaza. Seperti apa persisnya kehidupan para mujahid Palestina sehari-hari? Tiga orang mujahid Palestina diwawancarai oleh gulfnews menuturkan keseharian mereka.

“Kami hidup normal dan biasa saja, kecuali di saat perang. Ketika perang, kami tidak pernah lagi tinggal atau sempat pulang ke rumah, bahkan untuk sedetikpun. Untuk mengetahui kondisi keluarga, kami menelefon mereka, atau mengirim seseorang yang kami percaya. Dalam kondisi normal, kami berkumpul bersama keluarga, silaturahim dengan teman-teman. Perang membuat semuanya menjadi sulit,” ujar salah seorang dari mereka. Baca lebih lanjut

Penguasa Arab Telanjangi Diri Mereka Sebagai Pelayan Setia Penjajah Barat, Puji Rezim Militer Pembantai Umat Islam

Saudi-USMeskipun sudah diketahui umum penguasa-penguasa Arab merupakan pelayan setia Barat, sikap penguasa Arab yang mendukung rezim pembantai militer Mesir, semakin memperjelas  pengkhianatan mereka terhadap umat.

Pelayan-pelayan penjajah Barat inipun menggunakan bahasa-bahasa yang sama dengan tuan besar mereka, menuduh umat Islam teroris dan pengobar kebencian dan penghasut.

Alih-alih bersimpati dengan ribuan korban pembantaian, Raja Arab Saudi Abdullah bin Abdul Aziz malah mendukung pemerintahan  Mesir dalam perang “melawan terorisme,” . Baca lebih lanjut

Perang Terorisme, Fitnah Duhaima’ dan Perang Semesta

ilustrasi perang akhir zaman

“Kalian akan memerangi Jazirah Arab, maka Allah akan menaklukkannya untuk kalian. Kemudian kalian akan memerangi bangsa Persia, maka Allah akan menaklukkannya untuk kalian. Kemudian kalian akan memerangi bangsa Romawi, maka Allah akan menaklukkannya untuk kalian. Kemudian kalian akan memerangi Dajjal , maka Allah pun mengalahkannya untuk kalian “. [HR. Muslim]

Kalau kita lihat, peperangan yang kini sedang berlangsung tidak hanya bergejolak di satu titik saja akan tetapi telah menyebar dalam skala luas dan masif, beruntun tanpa kepastian kapan berakhirnya. Oleh karena itu kita sebagai seorang muslim yang mengakui Nubuwah Nabi Saw, tentunya merasa tergerak untuk mencari tahu dan menyelidiki apa sebenarnya yang terjadi hari ini ?? Baca lebih lanjut

Soal Sesat, Benarkah Hanya Tuhan yang Tahu?

Oleh : Zarnuzi Ghufron*

right way-wrong way

“Siapa yang punya otoritas untuk menilai sesat, siapa yang yang tahu faham ini sesat atau tidak, tiada yang berhak untuk menilai sesat kecuali Tuhan”.

Kalimat-kalimat seperti ini akhir-akhir ini sering kita dengar, baik di televisi atau di media tulis, diungkapkan oleh orang yang menolak penilaian suatu faham tertentu, seperti Syiah, Ahmadiyah, Lia Aminudin, dan lainnya sebagai faham yang sesat. Menurut mereka, yang mengetahui sesat atau tidak hanyalah Tuhan. Di antara mereka ada yang mencoba menukil sebuah ayat dari Al-Quran :

“Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang dapat petunjuk.” [QS. An-Nahl :125]

Bisakah ayat ini dijadikan legitimasi pendapat mereka? Sepertinya kita perlu memperhatikan ayat sebelumnya dan segala hal yang terkait dengan ayat ini untuk mengetahui kejelasan pemahaman ayat ini. Baca lebih lanjut