Wajah Hitam Kelam Demokrasi Menjelang Pemilu 2014

illusion_of_democracyBenar-benar menampakkan  “Wajah Kelam Demokrasi Jelang 2014”. Demokrasi merusak, menghancurkan, dan membinasakan bangsa Indonesia.

Berapa ratus triliun uang rakyat yang dikuras melalui APBN untuk mendanai kesesatan dan sistem dajjal demokrasi  itu?

Adanya kebebasan atau liberalisasi di semua sektor kehidupan,  bukan membuat bangsa menjadi lebih berkarakter, dan berlomba-lomba dalam kebaikan, tetapi mereka berlomba-lomba menuju kepada kesesatan dan kehancuran, secara total.

Proses kebebasan atau liberalisasi bangsa Indonesia, melebihi proses kebebasan yang yang pernah  terjadi di masyarakat Barat. Kebebasan dan liberalisasi di semua sektor kehidupan bangsa Indonesia, sudah sangat menyentuh sendi-sendi dasar kehidupan bangsa Indonesia. Semua itu hanya akan menuju kepada satu tujuan yang sifatnya destruktif secara massal. Baca lebih lanjut

Iklan

Fenomena Jokowi : Ketidakmampuannya Mulai Terbongkar

Joko Widodo (foto: bloomberg)

Joko Widodo (foto: bloomberg)

HM Aru Syeif Assadullah
Pemred Tabloid Suara Islam

Baru dua bulan yang silam, Agustus 2013, menyusul dilansirnya survei oleh Harian Kompas dan  sejumlah lembaga survei, nama Joko Widodo mencuat menduduki pilihan tertinggi dan dipastikan tak terbendung akan terpilih sebagai presiden pada Pilpres 2014. Puja-puji terhadap Jokowi pun makin tumpah ruah di media massa, bagai Jokowi tanpa cacat-cela. Bahkan bagi pengkritiknya, jika berani melontarkan kecaman akan berakibat bagai kepala  dibenturkan sendiri ke tembok, yang berakibat celaka.

Adalah Amien Rais, mantan Ketua MPR-RI yang melontarkan kritik jika Jokowi maju mencalonkan diri sebagai presiden hanya bermodalkan popularitas, tentu tidak bisa, nanti akan terjadi seperti yang dialami Presiden Philipina, Estrada yang hanya bermodalkan sebagai popularitas selebriti, ia terpilih menjadi presiden Philipina dan jatuh hanya dalam waktu 9 bulan saja. Amien dengan kritiknya itu “dihajar” ramai-ramai oleh pers nasional.

Baca lebih lanjut

Nazaruddin Tuduh Presiden SBY

Mantan Bendahara Partai Demokrat M Nazaruddin

Mantan Bendahara Partai Demokrat M Nazaruddin

Ada tuduhan Presiden SBY menerima dana Bank Century. Tapi anehnya, KPK seakan mempeti-eskan hasil pemeriksaan itu. KPK hanya alat Presiden SBY?

Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang berkantor di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, mestinya punya rasa malu. Apalagi dulunya mereka umumnya adalah para tokoh masyarakat yang dihormati.

Di situ ada Busyro Muqoddas, tokoh Muhammadiyah, ahli hukum, dan pengajar Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta. Ada pula Bambang Widjojanto, aktivis HAM yang bertahun-tahun malang-melintang dalam gerakan penegakan hukum lewat Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) yang didirikan pengacara terkenal Adnan Buyung Nasution, seniornya.

Baca lebih lanjut

Bunda yang Bikin Marah SBY

bunda putri-aam
Seorang wanita membuat negeri ini geger. Presiden marah besar. Maka foto wanita itu dengan para menteri pun beredar. Tapi betulkah ia istri seorang Dirjen?

Selama hampir 10 tahun menjadi Presiden, belum pernah SBY semarah ini. Wajahnya merah-padam, suaranya tajam, dan sesekali tangannya ia gerakkan. Sasaran kemarahan SBY adalah Luthfi Hasan Ishaq, bekas Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang kini masuk bui karena dituduh KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) terlibat suap kuota impor daging sapi. ‘’Itu 1000 persen bohong,’’ teriak SBY. Sebentar lagi SBY bilang pula, ‘’Itu 2000 persen bohong.’’ Yang dituduhnya bohong 1000 persen dan 2000 persen itu tentulah Luthfi Hasan Ishaq.

Pada malam itu Kamis, 10 Oktober 2013, Presiden SBY baru saja mendarat di Bandar Udara Halim Perdanakusuma Jakarta, setelah menyelesaikan kunjungan luar negeri. SBY segera mendapat laporan dari para pembantunya bahwa paginya ketika  diperiksa oleh majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, terdakwa Luthfi Hasan Ishaq mengungkapkan nama Bunda Putri sebagai teman dekat Presiden SBY. Baca lebih lanjut

The Godfather (4): Siapa Bunda Putri & Apa Hubungannya Dengan Dinasti SBY ?

SBY - Bunda Putri

Bunda Putri merupakan pebisnis berskala global bidang konveksi, terutama pemasok konvensi Jilbab untuk Turki. Lebih gilanya lagi, ini orang punya jalur khusus (hotline) kepada Presiden Erdogan. Sehingga Bunda punya pintu masuk dan jalan tol memasok jilbab dan pakaian-pakaian muslimah lainnya.

Bunda Putri praktis harus dibaca sebagai ‘mitra intelijen’ berbagai kepentingan-kepentingan strategis para elite amerika dan inggris, untuk membangun pengaruh di kalangan para petinggi partai politik di Indonesia. Tidak cuma Partai Demokrat dan PKS, tapi hampir semua partai di indonesia. Baca lebih lanjut

The Godfather (3): SBY Galau Menjadi Teman Dekat Bunda Puteri?

dipo & bunda putri

Presiden SBY galau, karena seperti ditusuk oleh mantan Presiden Partai PKS, disebut memiliki hubungan dekat dengan Bunda Puteri. Pernyataan SBY yang menolak dan menyangkal memiliki kedekatan dengan Bunda Puteri, justru membuat rakyat, semakin tidak percaya.

SBY yang baru mendapatkan apresiasi atas keberhasilan Indonesia sebagai tuan rumah KTT APEC, di Nusa Dua, Bali, di mana dihadiri 21 Kepala Negara, ratusan CEO dari korporasi internasional, kemudian dilanjutkan dengan pertemuan KTT ASEAN. Baca lebih lanjut

The GodFather(2): Membungkam Lawan Dengan Isu Korupsi & Terorisme

SBY GodFather

… masihkah anda percaya pada sistem demokrasi yang  begitu sesat dan menyesatkan banyak pihak. Indonesia sudah lebih dari 60 tahun merdeka dan menyandarkan kekuasaan pada sistem demokrasi ini, namun hasilnya tak lebih hanya melahirkan raja-raja baru bak fir’aun moderen yang arogan.

Satu persatu semua musuh politik Susilo Bambang Yudhoyono dan Partai Demokrat terseret kasus korupsi. Bukan suatu kebetulan apabila lawan politik habis diberangus KPK.

SBY cukup pandai memainkan silent operation dalam memberangus dengan menggunakan isu korupsi dan terorisme yang telah menjadi momok menakutkan di Indonesia. Memang seorang presiden secara UU tidak bisa mencampuri yudikatif, akan tetapi ia pandai mengunakan perannya, presiden kita ini, dia mencampuri urusan yudikatif dengan “meminjam tangan2 orang yang berwenang” untuk menghajar lembaga yudikatif, eksekutif maupun legislatif. Baca lebih lanjut