Bahaya Faham Inklusivisme, Pluralisme Agama, dan Multikulturalisme

Pelajar_Tanda-Tangan_antiliberal

Oleh : Hartono Ahmad Jaiz

Inklusivisme itu adalah faham yang berbahaya bagi Islam. Apa itu inklusivisme? Berikut ini penjelasan dari pihak mereka sendiri:

Yang dikembangkan dalam Islam Liberal adalah inklusivisme dan pluralisme.

Inklusivisme itu menegaskan, kebenaran setiap agama harus terbuka. Perasaan soliter* sebagai penghuni tunggal pulau kebenaran cukup dihindari oleh faksi inklusif ini. Menurutnya, tidak menutup kemungkinan ada kebenaran pada agama lain yang tidak kita anut, dan sebaliknya terdapat  kekeliruan pada agama yang kita anut. Tapi, paradigma ini tetap tidak kedap kritik. Oleh paradigma pluralis, ia dianggap membaca agama lain dengan kacamata agamanya sendiri. Baca lebih lanjut

Bagaimana Illuminati Mengendalikan Budaya

Oleh: Henry Makow Ph.D.

felker1967(Ket. Gambar : Clay Felker pada tahun 1967. Pendiri New York and Editor of Esquire dan banyak majalah populer lainnya, Felker adalah salah seorang dari sekitar 600 wartawan Amerika Serikat  yang secara diam-diam bekerja untuk CIA. Bayaran mereka “lebih murah daripada seorang gadis panggilan yang baik” menurut handler CIA, penerbit Washington Post, Phillip Graham).

Sebuah sistem yang meresap ke dalam alam pikiran kita, mengalihkan kita dari kebenaran dan menempatkan kita ke dalam budaya limbo (tempat atau penjara atau kurungan – tempat bagi orang yang terlupakan) di mana nilai-nilai kehidupan yang sebenarnya sangat sedikit. Baca lebih lanjut

Apa itu Taqiyah Syiah dan Berapa Jumlah Penganut Syiah di Indonesia

syiah-indonesia

Taqiyah adalah kondisi luar seseorang dengan yang ada di dalam batinnya tidaklah sama. Memang taqiyah juga dikenal di kalangan Ahlussunnah. Hanya saja menurut Ahlussunnah taqiyah digunakan untuk menghindarkan diri dari musuh-musuh Islam alias orang kafir atau ketika perang maupun kondisi yang sangat membahayakan orang Islam. Sementara itu menurut Syi’ah bahwa Taqiyah wajib dilakukan. Jadi taqiyah adalah salah satu prinsip agama mereka. Taqiyah dilakukan kepada orang selain Syi’ah, seperti ungkapan bahwa Quran Syi’ah adalah sama dengan Quran Ahlussunnah. Padahal ungkapan ini hanyalah kepura-puraan mereka. Mereka juga bertaqiyah dengan pura-pura mengakui pemerintahan Islam selain Syi’ah. Padahal kakikatnya orang Syi’ah sangat membenci dan menganggap pemerintahan tersebut telah merampas. Baca lebih lanjut

Dinar-Dirham, Harganya Sama Sejak Zaman Rasul Sampai Sekarang

dinar-dirham

“ALI bin Abdullah menceritakan pada kami, Sufyan menceritakan pada kami, Syahib bin Gharqadah menceritakan pada kami, ia berkata: saya mendengar penduduk bercerita tentang  Urwah, bahwa Nabi Muhammad SAW memberikan uang 1 Dinar kepadanya agar dibelikan seekor kambing untuk beliau (H.R Bukhari).”

Dari hadits tersebut kita bisa tahu bahwa harga pasaran kambing yang wajar di zaman Rasulullah SAW adalah 1 Dinar.

Jika 1 Dinar saat ini (2011) adalah Rp. 1.950.000 maka nilai Dinar tetap cukup untuk untuk membeli 1 kambing dengan kualitas terbaik. Kesimpulannya perbedaan waktu antara pada zaman Rasulullah SAW sampai hari ini nilai daya belinya masih tetap 1 Dinar hal ini merupakan bukti nyata jika kita menyimpan Dinar/Emas stabilitas nilai daya belinya mampu menangkal  kenaikan barang dan jasa.

Coba kita bandingkan misalnya dengan nilai uang rupiah (IDR), pada tahun 1970 jika harga seekor kambing dengan kualitas yang bagus di kisararan Rp 7.000 (tujuh ribu rupiah) per ekornya. Tahun 2013 setelah terjadi perbedaan waktu 43 tahun dari 1970-2013, situasinya berubah. Baca lebih lanjut

Kisah Remaja Belasan Tahun yang Membunuh Abu Jahal di Perang Badar

mujahiddesertSungguh berbeda kondisi para remaja di zaman ini dengan zaman Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Remaja masa kini tenggelam dengan tsunami pergaulan bebas dan weternisasi. Perilaku mereka tak lagi meneladani sang Rasulullah namun Boys Band dan artis-artis semisal Justin Bieber. Tak sampai disitu, wabah “alay” pun menjangkiti, lebih parah lagi diantara mereka ada yang bangga bertingkah seperti banci.

Sungguh tak akan selesai mengungkap kebobrokan remaja di zaman ini, maka sudah saatnya para remaja mulai memperbaiki diri. Lihatlah apa yang dilakukan dua remaja ketika perang Badar di zaman Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dr. Raghib As Sirjani dalam kitabnya “Risalatun ila Syababil Ummah” yang diterjemahkan berjudul  “Menjadi Pemuda Peka Zaman”, dengan bahasa yang komunikatif beliau menjadikan kisah tersebut sebagai motivasi bagi para remaja. Berikut ini petikan kisah Muadz bin Amr bin Jamuh dan Muawwidz bin Afra’ tersebut.

Kedua pemuda yang masih belia ini mempunyai kisah hidup yang tidak pernah terpikir atau terbesit di dalam benak siapapun. Pertama adalah Muadz bin Amr bin Jamuh, usianya baru empat belas tahun. Sementara yang kedua adalah Muawwidz bin Afra’, usianya baru tiga belas tahun. Akan tetapi, dengan penuh antusias keduanya bergegas ikut serta bergabung bersama pasukan kaum muslimin yang akan berangkat menuju lembah Badar. Baca lebih lanjut

‘Mereka’ yang Boleh Jadi Tempat Curhat

say no to social media

Oleh: Nur Ramadhani Sudiastanti

Ketika seseorang sedang dalam masalah pasti yang dicarinya pertama kali adalah teman bicara. Apalagi kalau bukan untuk curhat. Seiring berjalannya waktu, tradisi ini makin sering dilakukan. Khususnya oleh remaja-remaja yang masih labil. Ibarat mata uang, curhat menawarkan dua sisi yang berbeda. Ada positif, dan ada negatifnya, hii. Why? Soalnya kalau kamu curhat sama orang yang salah, maka bukan kebaikan yang kamu dapat tapi justru musibah yang lain, Nau’dzubillah. Makanya sebelum kamu mau curhat, hal penting yang harus kamu lakukan pertama kali adalah memilih tempat curhat yang baik. Supaya kamu dapat solusi dan masalahmu cepat terselesaikan. Siapa aja sih yang bisa jadi tempat curhat yang baik? Baca lebih lanjut

Inilah Makam yang Sesuai Akidah dan Sunnah Rasulullah

kuburan-yang-nyunnah-dan-sesuai-syariah-2-jpeg.image_

Inilah kuburan yang syar’i dan dicontohkan, sesuai dengan akidah Islam dan tuntunan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Tanpa dibangun, dikeramik, ditulisi, ditinggikan kecuali hanya sejengkal, dan tanpa disembah atau diagungkan. Mudah-mudahan calon rumah kita seperti ini semua, tidak seperti kebanyakan kuburan yang ada di sekeliling  kita.

Padahal kuburan yang ada di foto ini adalah kuburannya orang-orang yang memiliki keutamaan di sisi Allah, yaitu kuburan para Sahabat Nabi radhiyallahu ‘anhum di Baqi’, Madinah. Kuburannya tidak lebih bagus dari kuburannya pak RT atau Pak Lurah atau Kiai di tempat kita. Seperti inilah yang membuat Islam bertambah Kejayaannya. Subhanallah. Baca lebih lanjut