Radio Frequency Identification (RFID), Agenda Microchip Untuk ‘Tata Dunia Baru’

RFID Implant tangan kanan dan kiri

Radio Frequency Identification

Radio Frequency Identification pertama kali dikembangkan dengan tujuan digunakan pada hewan-hewan ternak. RFID Tag yang kemudian disebut oleh para petani sebagai Tanda Binatang menyebar di berbagai peternakan di antaranya di Michigan dan beberapa tempat di Kanada dan Meksiko. Baca lebih lanjut

Iklan

Menguak Propaganda Zionis Kabbalah Dalam Tayangan Televisi Big Brother

Penulis : Abdi Sapta Gelora Aritonang, Mahasiswa FISIP Hubungan Internasional Universitas Nasional, dan Network Associate Global Future Institute (GFI).

Sebenarnya tayangan acara Big Brother baru saya ketahui beberapa bulan yang lalu, ketika salah satu stasiun televisi swasta di Indonesia membeli hak siar atas acara yang telah ditayangkan di lebih dari 70 negara tersebut, pertama kali mendengar nama acara dan format tayangan Big Brother membuat saya heran, apalagi ketika melihat logo Big Brother yang pada huruf O pada kata brother yang saya tafsirkan sebagai salah satu simbol propaganda terburuk di jagad ini, simbol All Seeing Eye, lambang makar mata satu Dajjal (Anti Christ) seperti yang telah disampaikan oleh hadits 14 abad yang lalu, yang berbunyi: Baca lebih lanjut

Wajah Dunia Global di Era Pembai’atan Al-Mahdi

Banyak orang memiliki persepsi yang keliru tentang kemunculan Imam Mahdi dan zaman yang akan dilewati olehnya. Mereka menduga bahwa ketika Imam Mahdi datang, maka dalam sekejab dunia akan berubah menjadi aman, adil, makmur dan penuh kesejahteraan. Mereka menyangka bahwa dengan kemunculan Imam Mahdi maka, dalam waktu singkat musuh akan ditumbangkan, kedzaliman akan dihilangkan dan ketidakadilan akan lenyap tanpa sisa. Meski pendapat tersebut tidak sepenuhnya salah, namun implikasi dari keyakinan di atas akan membuat banyak orang banyak mengidam-idamkan kedatangan Al-Mahdi tanpa berfikir sama sekali resiko dari harapannya. Baca lebih lanjut

Muhammad bin Abdullah (Al-Mahdi), Sang Khalifah Rasyidah

Nama laki-laki yang dijanjikan ini seperti nama Rasulullah, dan nama ayahnya seperti nama ayah Rasulullah. Dia berasal dari keturunan putri Rasulullah, dari anak cucu Hasan bin Ali bin Abi Thalib. Nama lengkapnya adalah Muhammad bin ‘Abdullah Al-’Alawi Al-Hasani Al-Qurasyi. Rasulullah menggelarinya dengan Al-Mahdi dan memberi kabar gembira dengan kemunculannya.

Imam Ibnul Atsir Al-Jazri berkata, “Makna Al-Mahdi adalah orang yang mendapatkan petunjuk dari Allah kepada kebenaran. Selanjutnya Al-Mahdi sering digunakan untuk nama sehingga jadilah seperti nama-nama yang lain pada umumnya. Dengan itulah Al-Mahdi diberi nama Al-Mahdi, hal mana Rasulullah memberi kabar gembira dengan kedatangannya di akhir zaman.” Baca lebih lanjut

Fakta-Fakta Manfaat Tanaman Ganja Dalam Ilmu Medis

Ganja sebagai tanaman yang paling terkenal sepanjang sejarah manusia, tidak bisa dipungkiri telah mengalami berbagai bentuk pemberitaan yang tidak obyektif dan cenderung negatif. Dari sudut pandang kesehatan manusia, tanaman Ganja (Cannabis sativa) adalah tanaman yang telah memiliki sejarah panjang dalam literatur-literatur medis purba dari berbagai kebudayaan dunia.

1. Kitab “Pen T’sao Ching” adalah kitab pengobatan herbal yang pertama di dunia. Dikumpulkan dari catatan-catatan Kaisar Shen Nung pada tahun 2900-2700-an S.M. (Sebelum Masehi), kitab ini menyebutkan bahwa Ganja memiliki khasiat menghilangkan sakit datang bulan, malaria, rematik, gangguan kehamilan, gangguan pencernaan, dan penyakit lupa. Baca lebih lanjut

Kisah Kucing Kesayangan Nabi SAW & Keistimewaan Kucing Dalam Islam

Didalam perkembangan peradaban islam, kucing hadir sebagai teman sejati dalam setiap nafas dan gerak geliat perkembangan islam.

Diceritakan dalam suatu kisah, Nabi Muhammad SAW memiliki seekor kucing yang diberi nama Mueeza. Suatu saat, dikala nabi hendak mengambil jubahnya, di temuinya Mueeza sedang terlelap tidur dengan santai diatas jubahnya. Tak ingin mengganggu hewan kesayangannya itu, nabi pun memotong belahan lengan yang ditiduri Mueeza dari jubahnya. Ketika Nabi kembali ke rumah, Muezza terbangun dan merunduk sujud kepada majikannya. Sebagai balasan, nabi menyatakan kasih sayangnya dengan mengelus lembut ke badan mungil kucing itu sebanyak 3 kali. Baca lebih lanjut

Peperangan Di Zaman Rasul dan Peperangan Sesudahnya

Perang Badar

Inilah perang pertama yang dilakukan kaum muslimin. Sekaligus peristiwa paling penting bagi sejarah perkembangan da’wah Islam. Meski dengan kekuatan yang jauh lebih kecil dibanding kekuatan musuh, dengan pertolongan Allah, kaum muslimin berhasil menang menaklukkan pasukan kafir.

Rasulullah SAW berangkat bersama tigaratusan orang sahabat dalam perang Badar. Ada yang mengatakan mereka berjumlah 313, 314, dan 317 orang. Mereka kira-kira terdiri dari 82 atau 86 Muhajirin serta 61 kabilah Aus dan 170 kabilah Khazraj. Kaum muslimin memang tidak berkumpul dalam jumlah besar dan tidak melakukan persiapan sempurna. mereka hanya memiliki dua ekor kuda, milik Zubair bin Awwam dan Miqdad bin Aswad al-Kindi. Di samping itu mereka hanya membawa tujuh puluh onta yang dikendarai secara bergantian, setiap onta untuk dua atau tiga orang. Rasulullah SAW sendiri bergantian mengendarai onta dengan Ali dan Murtsid bin Abi Murtsid Al-Ghanawi. Baca lebih lanjut

Albert Pike, Mason Perancang Agenda Perang Dunia I, II dan III

Albert Pike, Freemasonry Amerika paling terkemuka pada waktu itu dan masih dipuja sebagai seorang “Dewa” Masonik, dalam sebuah surat yang ia tulis untuk Giuseppe Mazzini, seorang Freemasonry Italia, tertanggal 15 Agustus 1871, menguraikan rencana tiga perang dunia, menurutnya perang dunia perlu dalam rangka mencapai ‘Sebuah Dunia Yang Tentram’. Surat ini pernah dipamerkan di The British Museum Library di London, namun tidak lama. William Guy Carr seorang mantan pejabat intel dalam dinas Angkatan Laut Kanada, juga pengarang buku Pawns in The Game  membuat salinannya. Carr meringkasnya sbb: Baca lebih lanjut

Perang Besar Akhir Zaman

Rasulullah Saw bersabda:
“Tidak akan berdiri hari kiamat sehingga kaum Rum sampai di A’maq atau di Dabiq (nama tempat) untuk menyerang kamu. Maka datanglah suatu pasukan yang akan menghadapi mereka dari kota Madinah dimana mereka pada waktu itu adalah manusia-manusia terbaik di bumi ini. Apabila mereka semua telah berbaris (siap berperang), maka berkatalah orang-orang Rum: Biarkan kami membuat perhitungan dengan saudara-saudara kami yang telah tertawan (maksud mereka kaum Rum yang telah masuk Islam). Kemudian kaum Muslimin berkata: Kami tidak akan membiarkan kamu mengusik (menyakiti) saudara-saudara kami. Lalu kaum Muslimin pun menjawab tantangan untuk memerangi mereka. Baca lebih lanjut