Tentang Jilbab di Layar Kaca Kita

Oleh: Maulana Yusuf*

fatinRasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam telah bersabda: “Ada dua golongan penghuni Neraka yang belum pernah aku lihat; Yaitu kaum yang membawa cambuk seperti ekor sapi, mereka memukuli orang-orang dengannya. Dan wanita-wanita yang memakai baju tapi telanjang, berjalan dengan menggoyang-goyangkan pundak-nya dan berlenggak-lenggok. Kepala mereka seperti punuk unta yang condong. Mereka tidak akan masuk surga bahkan tidak akan mendapat wanginya, pada-hal sungguh wangi Surga itu tercium dari jarak perjalanan sekian dan sekian.” [HR . Muslim]

Percayakah anda bahwa “jilbab” kini bisa jadi senjata, juga bagian dari ghazwul fikri (perang pemikiran)? mungkin bagi sebagian kita akan mempertanyakan bagaimana mungkin? bukannya ghazwul fikri itu justru menjerumuskan wanita agar tidak menutup aurat ?

Tapi jangan salah, coba saja anda perhatikan layar televisi akhir-akhir ini. menjelang Bulan Ramadhan sudah bertaburan sinetron-sinetron yang bermodalkan akting “jilbab” dan kalimat “Assalamu’alaikum..” seolah-olah tontonan yang Islami, tapi inti jalan ceritanya tiada lain tiada bukan justru merusak generasi muda Islam.

“Berjilbab” tapi pacaran, “berjilbab” tapi berikhtilat dengan lawan jenis, jalan berduaan, pegang-pegangan tangan, saling berpandangan dan segudang budaya rusak anak pacaran yang sekali lagi merupakan budaya yang bersebrangan dengan nlai-nilai Islam, bahkan menghancurkan generasi Islam.

Ikon “jilbab” dan untaian “Assalamu’alaikum..” hanya jadi kedok untuk membungkus isi tayangan yang sebenarnya rusak seolah layak untuk ditonton karena bernuansa “Islami”.

Lebih parahnya lagi, ada sinetron yang para pelakonnya beragama Nasrani/Non Muslim malah berperan sebagai pemuda muslim dan pemudi muslimah dengan mengenakan koko, peci serta berjilbab. Sableng!

Yang perlu menjadi perhatian kita, jangan kita mudah memberikan rasa peduli dan dukungan terhadap “sesuatu yang berjilbab” dengan alasan Syi’ar.

Kalau konteks jilbab seperti sebagaimana yang disebutkan diatas, apa faedahnya? apa manfaatnya? toh yang ada justru secara tidak langsung melecehkan syariat dan tata cara berjilbab yang syar’i. Secara tidak langsung juga mengajarkan kepada generasi muda yang berjilbab khususnya, bahwa dengan berjilbab kita masih tetap bisa pacaran, masih tetap bisa gaul bareng temen-temen cowok, masih bisa tebar pandangan bahkan di areal masjid sepulang sholat terawih.

Begitupun dalam konteks Fatin Shidqia Lubis dengan acara X-Factor-nya, jangan hanya karena berjilbab justru semakin didukung untuk kontes biduan semacam itu. Apa makna yang ingin digapai? syi’ar-kah? syi’ar versi apa jika dikombinasikan dengan event dan lingkungan karir semacam itu? bagaimana jika dukungan terhadap Fatin justru membuat pola fikir remaja muslimah yang berjilbab jadi “kepingin” ikut-ikutan jadi biduan seperti Fatin yang bahkan dapat dukungan dari MUI? Remaja muslimah seolah secara tidak sadar dibredeli nilai-nilai jilbabnya. Berjilbab tapi berlenggak-lenggok dipanggung, berjilbab tapi mendayu-dayu diatas panggung.

Padahal Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam telah bersabda: “Ada dua golongan penghuni Neraka yang belum pernah aku lihat; Yaitu kaum yang membawa cambuk seperti ekor sapi, mereka memukuli orang-orang dengannya. Dan wanita-wanita yang memakai baju tapi telanjang, berjalan dengan menggoyang-goyangkan pundak-nya dan berlenggak-lenggok. Kepala mereka seperti punuk unta yang condong. Mereka tidak akan masuk surga bahkan tidak akan mendapat wanginya, pada-hal sungguh wangi Surga itu tercium dari jarak perjalanan sekian dan sekian.” [HR . Muslim]

Dalam kasus Fatin dengan acara X-Factornya yang mendapat dukungan dari MUI hanya lantaran berjilbab, jujur memang saya pribadi penulis belum pernah menonton sama sekali acara tersebut. Bahkan penampilan Fatin seperti apa di panggung X-factor saya tidak tahu. Tapi, kalau memang alasan syi’ar, tolong jawab pertanyaan saya, lagu apa yang Fatin nyanyikan diatas panggung X-factor? lagu-lagu bernuansa “da’wah”-kah?? atau lagu-lagu percintaan model anak-anak alay (norak) zaman sekarang? lalu dimana letak “syi’ar-nya”??

Menurut penulis, didalam menyikapi kasus Fatin Shidqia Lubis di acara X-Factor tersebut, seharusnya MUI bukan malah memberi dukungan, tapi memberi nasehat yang intinya seperti ini:
“Nak, ajang nyanyi-nyanyi seperti ini bukan budaya kita sebagai umat Islam, terlebih kondisi adik yang berjilbab, Di habitat seperti ini bertaburan syubhat dan maksiat yang mengelilingi, engkau adalah wanita, yang rapuh dan mudah terbawa perasaan bahkan tidak menutup kemungkinan engkau terjerumus dan terbawa arus maksiat yang besar di tempat ini. Lebih baik, carilah jalan lain yang dapat semakin mendekatkanmu pada Allah, yang dapat benar-benar membentukmu dan menjadikanmu seorang Muslimah yang penuh cinta kepada Allah, dan Allah-pun cinta kepadamu. Yang dapat menjadikanmu perhiasan yang paling berharga di dunia ini, yang memuliakanmu sebagai wanita yang sesungguhnya, menjadikanmu wanita yang sholehah. Tinggalkan lingkungan semacam ini yang hanya membahayakan akhlak dan agamamu, karena kemuliaan dirimu bersama agamamu, sungguh takkan dapat kau tukar dengan apapun. Apalagi hanya sebatas gemerlapnya popularitas dan limpahan materi yang berlimpah.

Bahkan kabar terakhir menyebutkan, bahwa ternyata MUI menyesali sikap fatin yang dulu pernah didukung oleh MUI, kin malah turut mendukung terselenggaranya acara kontes Miss World di Indonesia, yang padahal umat Islam bahkan MUI tengah bersusah payah berjuang agar kontes Miss World di Indonesia tidak dilaksanakan karena menodai citra Indonesia khususnya kaum muslimin yang merupakan mayoritas di negeri ini.

Ini menunjukkan, sang ikon jilbab yang dulu didukung terus untuk berkiprah di tempat karir yang rusak seperti itu,  telah benar-benar cepat atau lambat tak mampu menghalau derasnya gelombang maksiat dan pola pikir yang ada di habitatnya tempat ia memulai karir dan popularitasnya.

Kedepan, semoga kita semakin berhati-hati didalam menyikapi persoalan sosial yang timbul ditengah-tengan masyarakat. Bukan hanya berdasarkan tampilan, perasaan baik, dan semangat yang menggebu tanpa dituntun dengan dalil. tapi timbanglah kesemua itu berdasarkan petunjuk Al-Qur’an dan As-sunnah yang Shahih dengan pemahaman Salafush shalih. Agar kita tidak terjebak akan propaganda musuh-musuh Islam didalam merusak moral generasi Islam dengan cara-cara halus, yang bahkan mungkin kita tidak menyadarinya hanya karena kita terlupa karena menilai sesuatu berdasarkan semangat dan perasaan kita saja..

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda,

تركت فيكم أمرين ، لن تضلوا ما إن تمسكتم بهما : كتاب الله وسنتي

“Aku tinggalkan kepada kalian dua perkara, kamu tidak akan tersesat selamanya yaitu kitab Allah dan Sunnahku” (HR. Malik dengan Sanad Hasan)

خَيْرُ أُمَّتِي الْقَرْنُ الَّذِينَ بُعِثْتُ فِيهِمْ ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ

“Sebaik-baik generasi adalah generasi saat aku diutus di dalamnya, kemudian generasi setelah mereka, kemudian generasi setelah mereka”

Dan yang paling mendesak memang, umat islam khususnya di indonesia sangat butuh media televisi yang benar-benar dapat membentuk kepribadiannya menjadi seorang muslim yang sebenarnya, pribadi muslim yang taqwa, yang bertauhid, cinta akan sunnah dan cinta akan nilai-nilai Islam untuk diterapkan dalam kehidupannya. Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala memberikan kemudahan kepada ummat ini untuk dapat mewujudkan itu semua.

Wallahu A’lam Bish Showab.

Bekasi, Rabu 19 Juni 2013

________________________________

*Mahasiswa STID Mohammad Natsir

[Sumber]

Iklan

About me, myself n i

ingin orang lain mengetahui apa yang perlu diketahui..

14 thoughts on “Tentang Jilbab di Layar Kaca Kita

  1. Miss world 2013 adalah ajang yahudi tersembunyi,dimulai dengan simbol ms world ny sendiri yg berupa all-seeing-eye,didalam bulatan pupilnya ada bentuk 2 segitiga terpisah jika disatukan bisa saja menjadi pentagram, dan 13 adalah angka sakral iluminati. Terdengar rumor bahwa kandidat terkuat adalah indonesia dan afrika. . .(sy lupa afrika mana,tp yg banyak penduduk islam nya)
    miss world adalah sebuah pembodohan. Quote terkenal iluminati:”the best hiding is public place”

  2. itu tergantung dari pribadi masing2 ya, kita manusia cuma bisa judge sana sini. Setiap keimanan manusia tdk bisa dinilai dari sekejap mata prang lain, cma Allah yg tau. Kita bermaksut memberi peringatan kpd org lain agar tdk sprti tapi terkesan menjatuhkan org lain, bknkah itu tndkan yg tdk baik?

  3. dikatakan pula dalam suatu hadits, Rosulullulah bersabda : “bahwa diakhir jaman akan muncul sekelompok anak muda yang fasih berbicara agama (ISLAM), tapi keimanan mereka tak melebihi kerongkongan mereka”
    ANDA PIKIR DGN KEPALA DINGIN KEBENARAN SABDA ROSULULLAH AKAN FENOMENA2 YG TELAH ADA.
    Dikatakan pula : “para sahabat akan kalah berbicara bila bertemu dengan mereka disebabkan pintarnya lidah mereka, tapi Rosulullah mengatakan bahwa KEIMANANAN MEREKA TAK MELEBIHI KERONGKONGAN MEREKA”.
    Rosulullah banyak memberi sinyal akan akhir jaman.
    Dan banyak terbukti kebenaran ucapan beliau.
    Saran saya kesaudara2 sekalian.
    JANGAN ASAL BERKOMENTAR/MENANGGAPI SUATU BERITA BILA TAK MEMPUNYAI DASAR ILMU.
    KARENA KALAU TAK BERDASARKAN ILMU, BERARTI NAFSU YANG BERBICARA.
    PADAHAL NAFSU ADALAH LAHAN IBLIS LAKNATULLAH UNTUK MENYESATKAN MANUSIA.
    DAN JANGAN LUPA!
    BAHWA IBLIS LAKNATULLAH MEMPUNYAI BANYAK TENTARA…SALAH 1NYA MANUSIA.
    Semoga bermanfaat.
    Ma’afkan bila ada kekurangan.
    Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

  4. Jilbab sekarang hanya tren fashion. Jika sedang tren maka berbondong2 orang ikut2an pake. Sering kita lihat wanita berjilbab tapi telanjang alias bajunya tipis dan ketat2. Trus didalem jilbab bagian belakang itu kenapa dipakein tonjolan gak penting segala sih? aneh banget para wanita2 yang mengaku muslim ini…

  5. aku ingin jilbab sesuai syar’i walau diluar rumah kepaksa gak boleh ama ibu. jujur, jilbabku adalah lindunganku bukan sekedar fashion2. aku gk suka…. makasih ^____________^ brkat tulisan gini sangat mengisnpiirasi buat saya makasih ^__^ salam knal ya ^^

  6. Daripada menutupi hal yang buruk agar kelihatan baik namun untuk tujuan yang buruk mending Fatin tu terang-terangan kayak miley cyrus, jadi yang dinilai buruk dapat segera di jauhi,
    Terima Kasih Bro sudah banyak mengingatkan, Semoga Menjadi suatu Amal ibadah bagi anda . . .

  7. Bukankan kitab suci itu lebih baik di jadikan buku pengetahuan kebaikan untuk di praktekan bukan di tafsirkan untuk menghakimi seseorang yg belum kita kenal,, sebutka nabi mana yg hanya jago tafsir tapi tidak ada praktek kebaikan,,,

  8. dari pada menjelek jelekan atau menjudge orang lain di media sosial. bukankah lebih baik langsung mengingatkan orang nya secara langsung. bukankah itu lebih baik dari pada membicarakannya yang mengundang buruk sangka orang lain yang belum tentu itu benar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s