Sang Pangeran Anis Mata dan Teori Konspirasi

Anis-Mata

Jakarta – “Sang Pangeran” Anis Mata, akhirnya ditasbihkan menjadi penguasa di dalam PKS, dan menjadi presiden partai. “Sang Pangeran” yang menjadi “anak emas” Ketua Dewan Syuro Hilmi Aminuddin, konon dipilih oleh Majelis Syuro PKS, menggantikan Luthfi Hasan Ishak, yang sekarang menjadi penghuni RTM (Rumah Tahanan Militer) Guntur.

“Sang Pangeran” yang sudah menjadi Sekjen lima kali, pengangkatannya sebagai presiden, seperti menjadi klimak dari karirnya di PKS. Pria lulusan LIPIA Jakarta itu, sering memukau para kadernya, ketika berorasi dan saat memberikan taujih (arahan) di depan para kadernya.

“Sang Pangeran” sangat fasih memilih dan menggunakan kata-kata, dan dikenal “cerdik”, mengalihkan, dan memalingkan kadernya, yang sudah banyak gundah, melihat trend dan masa depan PKS yang terus terpuruk.

Bagi kalangan luar, dan bahkan kader, sangat sulit memahami akan peristiwa yang dialami mantan Presiden PKS, Luthfi Hasan Ishak, yang ditangkap dan ditahan oleh KPK, serta dijebloskan ke dalam tahanan RTM Guntur.

Mungkinkah Luthfi Hasan Ishak melakukan tindakan yang sangat terkutuk itu? Luthfi Hasan Ishak menjadi simbol, ikon, dan idola sebuah Gerakan Dakwah, yang menjadi tumpuan dan harapan dari kalangan muda idealis, yang menginginkan perubahan. Tetapi, Ahmad Fathonah orang kepercayaannya Luthfi Hasan Ishak  tertangkap tangan oleh KPK, disertai bukti uang Rp1 miliar dan perempuan.

Peristiwa ini benar-benar menjadi tsunami politik bagi PKS. Tertangkapnya Luthfi Hasan Ishak, sekarang diputar oleh “Sang Pangeran”, agar menjadi berkah dan membangkitkan kembali ruh dan semangat kader, dipompa semangatnya, emosinya diaduk-aduk dengan retorika politik, dan menggunakan pilihan kata yang dianggap sangat mujarab yaitu, “konspirasi”.

“Sang Pangeran” di kantor DPP PKS, di Jalan Simatupang, saat usai diumumkan menjadi presiden Partai, “Sang Pangeran” berhasil membuat hadirin, yang sebagian besar para “ambtenar  partai, mendengar pidatonya mereka mengeluarkan cucuran air mata. Tak lupa “Sang Pangeran” masih menyebut dan menyanjung nama mantan Presiden PKS, Luthfi Hasan Ishak, dan mengungkapkan, “Kami sangat mencintai Ustad Luthfi”, kata Anis.

Luar biasa kemampuan  “Sang Pangeran” mengelola peristiwa yang sangat destruktif terhadap PKS, kemudian diubahnya menjadi berkah dan membangkitkan emosi yang menggelegak dikalangan kader, dan hanya dengan satu kata, “konspirasi”. Mereka yang hadir di DPP, di Jalan Simatupang, semuanya meneriakkan takbir, “Allahu Akbar”.

Peristiwa hitam pekat yang menimpa tokoh utama PKS, Luthfi Hasan Ishak yang menimbulkan berbagai perasaan, pikiran, dan pendapat dari kalangan kader, tokoh Ormas Islam, dan berbagai kalangan itu, kemudian disusunlah sebuah skenario, rekaan cerita, dan analisa, yang dirangkai, yang kemudian disampaikan melalui mekanisme internal partai dialirkan secara terstruktur, bahwa Luthfi Hasan Ishak, menjadi korban konspirasi Amerika Serikat, Zionis- Yahudi, dan pihak Cikeas.

Langkah strategis ”Sang Pangeran” yang membuat exit plan, seakan mujarab dengan pilihan tentang terjadinya peristiwa besar dibalik tertangkap dan ditahannya Lutfhi Hasan Ishak sebagai konspirasi berbagai fihak. Disebutkan Zionis, Amerika Serikat, Demokrat dan Cikeas.

Nampaknya, langkah exit plan, guna menyelamatkan kapal PKS agar tidak karam, dengan menggunakan “depend system” (sistem pertahanan) yang dimunculkan ”Sang Pangeran”, nampaknya dalam jangka pendek berhasil, karena seluruh jajaran kader PKS, meyakini apa  yang disampaikan oleh “Sang Pangeran”, sebagai sangat logis, apalagi dibumbui menjelang pemilu 2014.

Apalagi sekarang seluruh kader dan jajaran kader, dilarang membaca media, dan mengikuti pemberitaan media, dan hanya dibolehkan menerima informasi dari struktur partai. Ini sangat efektif. Apalagi, PKS yang menggunakan sistem “sel” ini, nampaknya sangat efektif meredam, berbagai dampak negatif yang ditimbulkan oleh peristiwa yang dialami Luthfi Hasan Ishak ini.

Kemudian, ”Sang Pangeran” mengurai ceritanya dimulai dari penolakan Menteri Pertanian Suswono yang menolak import daging dari Amerika Serikat, yang kemungkinan dicampur dengan daging babi, dan kemudian Amerika Serikat menekan Cikeas, serta kemudian Cikeas mendorong KPK, melakukan penangkapan dan penahanan terhadap Luthfi Hasan Ishak.

Rekaan cerita ini disebarkan secara terstruktur, dan telah disosialisasi sampai ke jajaran kader pada lapisan paling bawah, melalui jaringan partai di seluruh Indonesia. Ditambah taujih (arahan) dari Ketua Dewan Syuro Hilmi Aminuddin, bahwa PKS sekarang sebagai fihak yang “madzlum” (terdzalimi). Dengan dua tokoh PKS ini, para kader meyakini 1000 persen, mantan Presiden PKS, Luthfi Hasan Ishak, sesungguhnya menjadi korban konspirasi dari musuh-musuh politiknya menjelang pemilu 2014.

“Sang Pangeran” menghadapi para kadernya yang diterpa demoralisasi akibat ulah para elitnya itu, masih terus berusaha membangun kembali motivasi dan moralitas para kadernya yang sudah bangkrut, sebagai akibat perbuatan terkutuk pemimpinnya itu. Sekarang dengan ungkapan korban “konspirasi”, langkah “Sang Pangeran” akan melakukan “road show” ke seluruh Indonesia, agar jajaran kader tetap solid, dan mesin partai tetap jalan.

Ketakutan para “kamerad” PKS, sangat khawatir kalau para kadernya mengalami mental“slowdown” (mogok), maka bisa berakibat PKS di tahun 2014, tidak mencapai parlemen treshold, yang sekarang dipatok 3,5 persen.

Dengan langkah-langkah yang sistematis, “Sang Pangeran” ingin membalikkan faktor negatif ini, menjadi positif, dan membangkitkan seluruh individu kader PKS, agar bangkit dengan penuh  hamasah (semangat), membela dan memperjuangkan partai, bahkan memenangkan dalam pertarungan politik nanti. Karena ini sudah menyangkut eksistensi partai.

Bila gagal membangkitkan semangat dan motivasi kader, maka para “kamerad”, hanya akan menunggu saat pensiun dari partai, dan PKS hanya akan menjadi kenangan sejarah.

Sejatinya PKS yang menjadi represanti Jamaah Ikhwan itu, sudah sangat jauh menyimpang dari doktrin dasarnya, sebagai sebuah gerakan dakwah. PKS telah meninggalkan manhaj (methode) yang bersumber dari Al-Qur’an dan Sunnah, dan sekarang menjadi partai sekuler, sebagaimana Golkkar, PDIP, dan Demokrat, dan partai-partai sekuler lainnya.

Sangat tidak nampak sedikitpun nuansa Islamnya yang dijalankan para elite partai dalam mengelola partai. Benar-benar PKS secara genetik telah meninggalkan hubungan dengan gerakan dakwah.

Kasus yang  dilakukan oleh Lutfhi Hasan Ishak akan menjadi puncak gunung es. Peristiwa yang dialami Luthfi akan terjadi pada para elite partai lainnya. Memilih ”Sang Pangeran” menjadi Presiden PKS, sangat berisiko, karena “Sang Pangeran” sudah pernah diperiksa atas pengakkuan Wa Ode, terkait dengan Proyek Pembangunan Daerah Tertinggal. Jika “Sang Pangeran” nantinya menyusul Luthfi Hasan Ishak, maka ini menjadi tahapan akhir dari eksistensi PKS, sebagai sebuah gerakan dakwah.

Tetapi, secara faktual, para “kamerad” PKS, selalu menampilkan wajah ganda, dan penuh dengan paradok-paradok. Sebagai sebuah gerakan dakwah yang mempunyai hubungan langsung dengan Jamaah Ikhwan, justeru tidak dapat menjadi tauladan, khususnya dalam mewujudkan cita-cita Islam dalam kehidupan, dan para ”kamerad”nya terperosok ke dalam gaya hidup yang menyesakkan, seakan seperti  kumpulan kaum ”borju” alias ”qorun”.

“Sang Pangeran” hidupnya sangat flamboyan. Menggunakan jam tangan rolex, yang harganya, lebih dari Rp 70 juta, konon rumah empat tingkat, ditengah kampung di Utan Kayu, dan memiliki isteri “bule”, yang sekarang konon pula tinggal di apartemen di sekitar HI. Anak-anaknya sekolah di Eropa. Kegemarannya, makannan enak, dan dari hotel ke hotel. Apalagi, posisinya yang sangat strategis sebagai Sekjen, dan Wakil Ketua DPR, yang membidangi bidang anggaran.

Tokoh lainnya, Lutfhi Hasan Ishak, memiliki gaya hidup yang sama dengan Anis Mata, flamboyan. Memiliki tiga isteri. Konon, isterinya yang ketiga menempati rumah, berdasarkan investigasi berbagai media, sekarang menempati rumah di bilangan Jalan Haji Samali, Kalibata, dan nilai harganya lebih Rp 6 miliar. Dengan mobil berbagai merek. Sungguh sangat luar biasa gaya hidup para petinggi PKS.

Last but not least, menurut laporan yang pernah di muat oleh The Jakarta Post, beberapa waktu yang lalu, tak kalah hebatnya, Ketua Dewan Syuro, Hilmi Aminuddin, sekarang membangun sebuah “kerajaan” di Lembang. Berbagai media telah melakukan investigasi, dan The Jakarta Post, melaporkan bagaimana posisi “kerajaan” Hilmi Aminuddin di Lembang. Ditambah dengan tanah yang luas, termasuk peternakan sapi.

Melihat gaya hidup para “kamerad” PKS, sungguh sangat luar biasa. Padahal, dulunya mereka ini orang-orang yang sangat miskin. Tidak memiliki apa-apa. Tidak memiliki pekerjaan yang jelas. Kecuali  sebagai da’i. Tetapi, hanya waktu kurang dari satu dekade, segalanya telah berubah, termasuk gaya hidup mereka telah berubah, secara dramatis.

Lalu. Apakah ini memang yang diajarkan oleh para salafus shalih itu? Menumpuk kekayaan, sembari meninggalkan nilai-nilai yang mulia, yaitu al-Islam? Adakah Rasulullah Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam, Abu Bakar Shiddiq, Umar ibn Khatthab, Utsman, dan Ali mengajarkan seperti itu, dan menjadikan kehidupan dunia sebagai sesembahan? Wallahlu a’lam(voa-islam.com) Senin, 04 Feb 2013

فَلَمَّا نَسُوا مَا ذُكِّرُوا بِهِ فَتَحْنَا عَلَيْهِمْ أَبْوَابَ كُلِّ شَيْءٍ حَتَّى إِذَا فَرِحُوا بِمَا أُوتُوا أَخَذْنَاهُمْ بَغْتَةً فَإِذَا هُمْ مُبْلِسُونَ

Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kamipun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka; sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong, maka ketika itu mereka terdiam berputus asa.

Iklan

About me, myself n i

ingin orang lain mengetahui apa yang perlu diketahui..

23 thoughts on “Sang Pangeran Anis Mata dan Teori Konspirasi

  1. Assalamu’alaikum wr.wb.
    Melihat jabaran dari saudara, terlebih dahulu saya menyampaikan apresiasi terhadap nasehat yang terkandung di dalamnya meskipun dalam beberapa nada dan penekanannya terasa tidak tepat bahkan cenderung memaksakan.
    Hmm.. Saya punya sebuah teori yang mungkin bisa anda buktikan sendiri. Ketika anda tidak menyukai seseorang atau sustu golongan atau cara yang dia/mereka ambil, maka anda akan mencari berbagai hal yang akan mendukung anda dan argumen anda agar orang yang anda tidak suka itu berada pada posisi salah (selalu). Dan hal yang sebaliknya juga berlaku begitu. Akan tetapi sebaik2 pilihan adalah menyatakan sesuatu dengan proporsional, itulah jiwa ksatria, namun tidak banyak yang mau memiliki jiwa ksatria itu.
    Dalam hal anda menggambarkan Anis Matta, saya melihat kalau anda mengambil gambaran sebagaimana media-media sekuler memandang beliau dan bagaimana media tersebut memandang PKS.
    Ada beberapa kesalahan yang anda perbuat dalam menulis opini di atas yang menurut saya dibangun dari pantauan saudara dari media-media yang saya rasa terbiasa saudara katakan sebagai media sekuler tersebut.
    – Anis Matta adalah anak emas PKS. Hmmm.. Setahu saya dalam partai itu tidak ada yang namanya anak emas. Semua memiliki kesempatan yang sama dalam hal ditunjuk oleh majelis Syuro. Namun bukan hal yang aneh kan kalau ada beberapa orang yang memiliki kecakapan yang menonjol. Saya rasa saudara akan tetap menulis hal seperti ini meskipun bukan Anis Matta yang terpilih menjadi Presiden PKS.
    – dalam tubuh PKS tidak ada yang namanya simbol, ikon, idola dakwah selain Rasulullah SAW. Siapakah yang mengenal Luthfi Hasan Ishaq sebelum menjadi Presiden PKS? Saya rasa kader2 yang berada di daerah2 banyak yang tidak tahu. Jadi darimanakah kata Ikon dan idola itu muncul?
    – Ahmad Fathanah adalah orang keprcayaan Luthfi Hasan?? Baca2 lagi deh media yg beribang. Jangan hanya baca media2 sekuler itu.
    – O iya, sedikit mengenai konspirasi seperti kata Anis matta, saya sebelum beliau diangkat menjadi Presiden PKS, saya sudah mencurigai ada yang salah di sini.
    – Apa salah kalau seseorang mengatakan kalau ia mencintai saudaranya?
    – Ini nih yang paling salah.Paragraf 12: Apalagi sekarang seluruh kader dan jajaran kader, dilarang membaca media, dan mengikuti pemberitaan media, dan hanya dibolehkan menerima informasi dari struktur partai. Ini sangat efektif. Apalagi, PKS yang menggunakan sistem “sel” ini, nampaknya sangat efektif meredam, berbagai dampak negatif yang ditimbulkan oleh peristiwa yang dialami Luthfi Hasan Ishak ini.” Setahu saya beliau tidak melarang membaca dan mengikuti pemberitaan media. Namun melarang untuk memberikan tanggapan apapun terkait kasus LHI, karena itu diserahkan kepada tim kuasa hukum.
    – “Dengan dua tokoh ini, para kader meyakini 1000 persen, mantan Presiden PKS, Luthfi Hasan Ishak, seseungguhnya menjadi korban konspirasi dari musuh-musuh politiknya menjelang pemilu 2014.” Hahahaaa.. Saya ketawa membaca ini. Berarti anda sudah menanyakan satu per satu seluruh kader di nusantara ini sebeumnya ya???
    – Terkait ada kader yang kaya?? Ah, anda hanya melihat mereka yang di atas saja. Apakah da’i itu dilarang kaya?? setahu saya ngga ya? Kenapa? Karena mereka adalah da’i dimanapun. Mereka beragam, dari yang usaha kecil-kecilan, karyawan, sampai pengusaha. Hmmm.. Apakah saudara pernah membaca Shirah Nabawiyah atau Shirah Sahabat. Bagaimana kayanya Ustman bin Affan, terlebih sahabat Rasul yang satunya lagi. Yakni Abdurrahman bin Auf yang jika dibandingkan dengan orang-orang yang anda sebutkan di atas mungkin tidak ada apa-apanya. Tapi pernahkah anda menanyakan, berapakah mereka bersedekah tiap harinya? Kalau itu tidak sesuai harapan saudara, bisa jadi mereka patut diberi nasehat.
    – Mengenai data2 yang disampaikan, ditinjau dari segi akademisi dan keilmuan, tidak ada yang memenuhi standar. Semuanya hanya berdasarkan karangan dan imajinasi saudara saja. Bahkan saking tingginya imajinasi saudara, karangan ini menjadi sangat panjang.
    – Dari penulisan saudara yang panjang di atas, bagi saya hanya dua saja yang berguna: Pertama, sebagai pengingat atau nasehat bagi setiap kader PKS bahwa mereka selalu memiliki saudara2 yang akan mengingatkan mereka ketika mereka salah. Meskipun terkadang disampaikan dengan terlalu semangat sehingga bercampur antara data dan imajinasi.; Kedua, bagi saya kalima demi kalimat di atas hanya sebagai hiburan saja di malam hari ini. Bagi saya ketika membaca suatu tulisan, kemudian mencari tahu siapakah gerangan penulisnya, maka saya paham kenapa dia menulis seperti ini..
    – Terakhir, ada baiknya kita kembali membaca dan memahami surat Al-Hujuraat:11. Antara saya, saudara atau mereka, tidak ada yang bisa menilai siapa yang lebih baik. Sebaik-baik saudara itu adalah mereka yang menasehati saudaranya yang salah, bukan membuka aib mereka di depan umum.
    Syukran Jazakallah. 😀

    cc:
    Saya bukan akun anonim y. Jadi, segala sesuatu yg saya sampaikan dan tentang saya bisa saudara telusuri melalui blog saya..

    • Sepertinya anda ini memang orang “dalam”PKS.Terus terang saya sendiri tdk tau asal muasal tokoh2 PKS ini yg katanya partainya anak2 muda se-akan2 makhluk yg tiba2 muncul kepermukaan bumi.Begitulah jadinya,kalau latar be lakangnya dari juru da’wah dan ingin berpolitik,maka apa yg di-cita2kan men jadi kabur dan rancu. Karena itu tadi akibat pengaruh Harta,semua cara me njadi halal,dan masyarakat yg awam ini hanya jadi alat kepentingan pribadi atas nama PARTAI(PKS). Coba jawab,apa tidak benar klo si Anis Matta itu bergaya hidup mewah, Ust.LHI itu punya istri 3 dan tinggal di Apartemen mewah? Saya tau org2 petinggi PKS ini yg tadinya hidup sederhana,rumah “ngontrak”,sekarang punya rumah dan mobil mewah.Berapa sih sebenarnya gaji resminya sebagai anggota DPR,apa dia cukup makan pake “ikan asin” aja dan uangnya dikumpulkan utk beli properti mewah? Ingat,segala yg anda peroleh akan dipertanggung jawabkan di Akhirat nanti hai org2 PKS.!!!

      • bkn cuma org pks aja yg bkl dmnt pertanggung jwbannya, tapi semua mahluk Allah. emg salah ya kalo jd kaya??? bukankah dgn mjd kaya kita bs lbh banyak beramal….
        lagian kita tdk bisa menuduh org tanpa bkti. kalo para petinggi2 pks skr lbh makmur, bisa jd mereka punya usaha yg berhasil. rezeki kan Allah yg atur.
        intinya jgn su’udzan lah sama saudara sendiri……

      • yang anda denger katanya itu belum tentu benar akh.. apalagi yg anda baca dari media. sungguh apa yang dituturkan dalam artikel ini hanyalah GIBAH dan TAJASASUS.. dan informasi yang diambil hanya pendapat dari cuplikan sana sini yang tidak dapat diambil pertanggung jawabannya. berhati hati dalam berkomentar dan menuduh orang kalo kita tidak punya bukti atau melihat sendiri. jika datang dari media, apa anda yakin media tersebut cukup amanah dan jujur dalam pemberitaan??? jangan sikap tidak suka anda menjadikan anda boleh bicara apapun (khususnya bagi penulis artikel ini) kalo anda tidak punya bukti konkrit. diamlah karena itu lebih baik.

        untuk akhina ichsan, gaji dewan itu bisa mencapai 90 jt perbulan. jika cuma makan ikan asin insya Allah cukup klo beli rumah mewah. kan kita juga ga tahu itu rumah beliau atau bukan. statusnya kredit atau udah dimiliki. saya mencari sisi husnudzonnya saja. kalo rumah di jakarta 5M itu bukan rumah mewah lagi namanya. karena rumah di Jakarta sudah banyak yg berharga 1 ampe 5 M. kalo dengan posisi sebagai anggota dewan Insya Allah bisa lah nyicil kredit rumah seharga 5 M itu apalagi kalo makan pake ikan Asin lebih mantafff.

        untuk pertanyaan LHI punya istri 3, emang ada yang salah dan kalo tinggal di apertemen, apa itu penting. cobalah anda cari tahu dulu kebenarannya, jangan biarkan kami yang menjawab karena akhina tidak akan percaya jawaban kami. tapi jika anda hanya sebatas menuduh, hati hati akh.. Allah maha mengetahui maksud hambaNya.

        gaya hidup anis mata yang mewah??? husnudzonnya ni ya.. apa salah?? jika Rasul membolehkan kita untuk kaya kenapa anda memandang rendah orang yang hidup dengan kekayaan?? jika rasul mencintai usman karena kedermawanannya kenapa kita tidak boleh kaya?? juga perlu tuh ditanya apa maksud gaya hidup mewah?? apa harus ke Jogja dari jakarta naek unta? tidak boleh naik pesawat?? apa itu yang anda kecam dari hidup mewah anis mata.

      • saya sangat sepakat dengan anda, saya hendak menambahkan bahwa ada paradigma yang dibawa oleh petinggi mereka, dimana paradigma tersebut membuat mereka terjerembab ke dalam jurang duniawi, menurut saya paradigma tersebut adalah harta-tahta dan wanita. harta dengan menumpuk kekayaan-wanita dengan melakukan poligami yang modelnya tidak sama dengan nabi, namun diklaim menjalankan syari’at- tahta adalah jabatan politik yang khawatir hilang, karena berbagai kasus yang muncul menimpa partai mereka

      • memang dalam sejarah ada beberapa sahabat nabi yang memang kaya, namun kekayaan mereka bukan untuk dinikmati sendiri, melainkan digunakan untuk berjuang di jalan Allah, bahkan rasulpun yang mendapatkan 1/5 harta rampasan perang dibagikan kembali kepada masyarakatnya, bahkan ketika rasul meninggal tidak meninggalkan warisan yang layak kepada istrinya, hanya sepotong pakaian dan sepetak tanah. ini jelas sangat bertolak belakang dengan petinggi-petinggi partai yang anda maksudkan tersebut, kesannya mereka meniru rasul dan sahabat, kenyataannya tidak begitu. adapun berkaitan dengan husnudzon dan su’udzon, anehnya, temen2 yang berkomentar menyuruh penulis untuk husnudzon tidak su’udzon, padahal mereka sendiri sejak awal sudah su’udzon terhadap penulis dengan komentar mereka, aneh kan

  2. ah, saya sbg simpatisan ga ngrasain sperti yg ditulisin. di doktrin dsb.

    kalopun ust lutfi salah. ya wajar, manusia.. yg saya nggak ngerti. kenapa seluruh kader seolah olah kena dan salah. dan pks menjadi partai yg paling hitam dan gak ada bedanya sm yg lain. ah, gak kenal kali sama pks ya? kalo partai lain gmna menurut anda?

    dan emg pernah liat gitu, para anggota dpr pks yg katanya gak mencerminkan islam sm sekali. dr apanya? harus pake peci terus? koko ato yg bagaimana parameternya? coba dateng ke fraksi nya, dan ikutin mereka ngap aja. ato berapa kasus korupsi pks? bandingkan dg yg lain coba.. terlalu subjektif yg anda paparkan.

    dan kamipun gak ngrasa gak dibolehin memantau media. ah, kalau saja anda kader pasti ngrasain deh

    IMO ini yaah ^^

  3. waduh tulisan anda diatas koq lebih mirip ringkasan berita media sekuler yaaaa……jangan langsung nelen bulat-bulat apa kata media…..

  4. hahaha, sana pada ribut gih…

    ini nya mau jenggot ampe nyentuh lantai, sujud sampe jidatnya item, sampe pendeta yang nato dadanya make salib, kl udh di kekuasaan pada lupa diri.

    kpn2 loe pada maen ke stadium gih, or ilegalz yang liar, tuh isinya banyak org partai mau lebel apakek ada di dalem.

    yang busuk akan tercium busuk koq. intinya itu aja.

  5. Tulisannya terselip rasa benci terhadap PKS dan Anis Matta. Terkesan tulisan penuh rekayasa. jadi males bacanya. makasih

  6. ustman bin affan emang kaya dari dagang bro…lha bossnya partai ente dari dagangin tanda tangan, gak bisa dibandingin bro.

  7. Assalaamu’alaikum wr wb
    Dakwah itu punya sebuah kebijaksanaan dan strategi. Itu dulu yang harus dipahami. Strategi yang dimaksud juga termasuk menjaga image publik terhadap mereka yang menjadi public figure di elit partai. Berhati-hati jauh lebih baik termasuk mencontoh cara hidup yang sederhana. Itu semua untuk dakwah ke depan. Jika semua ingin berkorban demi dakwah, seperti yang disinggung oleh salah satu pengomentar di atas, contohlah Rasulullah SAW. Beliau hidup tetap bersahaja kendati bisa saja hidup mewah. Jangan mengatasnamakan partai ini itu apalagi partai dakwah sebelum mencontoh benar perilaku hidup Nabi. Malu kita mendengarnya.

    Jaga image dan niatkan itu sebagai salah satu upaya dakwah agar Islam makin diterima di tengah masyarakat. Ingat ini Indonesia. Masyarakatnya melihat apa yang terlihat di permukaan. Mewah memang tdk ada yang melarang namun niatnya apa bergaya hidup spt itu apalagi banyak kader yang hidup susah. Apa yang dilakukan selama ini sampai akhirnya terbukti ada korupsi membuktikan bahwa:

    1. Secara internal tidak ada upaya elit partai menjaga diri dan hawa nafsu. Bisa berhubungan dengan orang-orang yang tidak jelas (versi PKS sendiri) spt AF bukti bahwa tdk ada lagi rambu2 yang membedakan apakah dia menjalankan sesuatu (bisnis, pertemanan) dgn kapasitasnya sebagai elit partai. Intinya jangan suka menyalahkan orang lain dan sebaliknya justru harus banyak bermuhasabah.

    2. Secara eksternal tidak ada upaya menjaga “penyusupan” (kl memang PKS menganggap konspirasi). Sistem sel harusnya sudah merupakan sebuah upaya menjaga terjadinya hal ini, namun apa yang dikemukakan elit PKS sendiri malah berbeda. AF kader atau bukan jangan melihat dari pandangan PKS tapi lihat dari pandangan masyarakat juga. Orang tahunya dia dekat dengan LHI. Jika anda berkilah bahwa media memutar balikkan fakta, berikan bukti bahwa mereka salah. Sehingga yang tahu bukan hanya kader PKS tapi juga masyarakat umum.

    Gaji anggota dewan bisa 90 juta? Semua diterima yang bersangkutan? apakah yang diterima tdk harus dipotong ke kas partai, infaq, shadaqah dan lain2 sehingga semua hanya untuk cicilan mobil dan rumah? Jika memang demikian, kasihan sekali teman2 di bawah yang iuran utk mengongkosi dakwah utk hal-hal yang tdk manfaat. Mobil partai yang demikian mewah sesungguhnya bisa untuk kegiatan dakwah lain spt bakti sosial. Gunakan mobil sederhana karena toh tetap digunakan untuk mencapai tujuan. Benar-benar memalukan.

    Wassalam,

  8. sy sendiri msh jauh dari sempurna dlm beragama. tp klo agama dijadikan pijakan n benteng dlm bidang apapun, shg klo kl qt mau melenceng dg adanya agama qt brusaha kembali spt firman Alloh diatas
    sy pribadi sangaaaatttt kecewa dg pks, dmn dlnya pak hidayat nur wahid bersungguh2 bdakwah dlm partai tp penerus2 nya tak ubahnya spt srigala bbulu domba….
    pak.hidayat nur wahid kembalilah sbg dewan pembina…

  9. saya ingin bertanya pada kalian semua, partai apa yg menurut kalian PANTAS dan PATUT dipilih di pemilu 2014 nanti?

  10. wow.. bagus bgt nasehatnya, syukron. tapii brdasarkan pengalaman saya, ust. anis matta ga sperti itu, sy prnah brtmu beliau, dan apa yg sy lihat jauh dr apa yg antum tuliskan,

    • koplak, apa kepala kopyor………melihat sebuah perilaku tidak bisa hanya sekali, namun dari kecenderungan dan pola berfikirnya, di depan senyam-senyum belum tentu baik

  11. bg sy, komentar yg paling atas (myrahil), sudah mewakili apa yg ingin saya sampaikan. dan untk yg lain, sy berharap ttp fokus pd target 3 besar, kasus lhi sdh ada tim kuasanya sendiri. gerakan ini bukan milik/ditentukan oleh satu dua orang, tp kita semua yg akan menentukan. mari eratkan gandengan tangan kita ‘estafet perjuangan tak boleh putus’

  12. 1. dalam sejarah islam sahabat dan nabi pun memang kaya, namun kekayaan tersebut untuk berjuang, bukan untuk dipamerkan, nabi pun ketika mendapatkan 1/5 harta rampasan perang dibagikan kembali kepada masyarakatnya yang kekurangan, bahkan ketika meninggal nabi tidak meninggalkan warisan yang layak pada istrinya, hanya sepotong pakaian dan sepetak tanah, pun juga sahabat yang lain
    2. dalam sejarah islam, sahabat dan nabi pun ketika poligami ada sebab musabab, yaitu kondisi darurat, itupun poligami dengan janda perang, bukan perawan atau janda cantik yang tidak dalam kondisi perang
    3. ada paradigma yang keliru dari pimpinan partai mereka, yaitu harta-tahta-wanita
    a. harta: mengumpulkan harta melalui berbagai cara, termasuk korupsi,dan ini adalah puncak gunung es, artinya bisa jadi merupakan sebuah sistem, yang nantinya akan merembet ke kasus lainnya
    b. tahta: karena mereka menduduki jabatan strategis, khawatir kehilangan jabatan, padahal jabatan itu adalah amanah untuk melayani umat, bukan untuk melayani diri sendiri dan keluarga
    c. wanita: mereka mengajukan dalil poligami, padahal dalam kenyataanya poligami diperbolehkan ketika kondisi darurat, bukan kondisi yang aman-aman saja, itupun dengan maksud menolong dan melindungi, bukan mencari cantik dan kayanya
    d, padahal jelas-jelas harta-tahta-wanita yang akan membuat manusia jatuh (coba lihat AQ dan sejarah)
    4. bagi yang membela pemimpin mereka yang jelas-jelas keliru, lantas membuat teori konspirasi, meminta orang agar membuktikan, meminta orang agar husnudzon, maka sebaiknya:
    a. lihatlah sejarah, bahwa pemimpin itu bukan untuk dikultuskan, melainkan terbuka untuk dikoreksi, seperti koreksi uma kepada nabi muhammad ketika hendak membebaskan tawanan perang badar
    b. memandang ada teori konspirasi, sebaiknya harus dibuktikan, bukan kemudian apa2 lalu dipandang konspirasi, jangan-jangan ini adalah sikap tidak mampu menghadapi masalah yang ternyata benar adanya, lalu mengada-ada mengatakan ada konspirasi
    c. menyuruh yang mengkritik husnudzon tidak boleh su’sudzon, ini aneh, sebab anda sendiri sudah su’udzon pada yang mengkritik, kok menyuruh mereka harus husnudzon, padahal kenyataannya terbukti kesalahan dan keburukan pemimpinnya dimata hukum dan masyarakat
    5. yang utama adalah instropeksi diri dulu sebelum mengkritik balik terhadap orang yang melakukan kritik, jangan2 kritik tersebut benar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s