Siapa Memerangi Siapa Sekarang?

US-Army

AFGHANISTAN.. Iraq.. Palestina.. Suriah.. Mali.. Semua daerah ini berperang. Orang beramai-ramai menyebutnya “Barat” (bisa PBB, NATO, Amerika, atau suatu negara Eropa seperti Prancis) VS “Pemberontak”. Pemberontak, dalam terminologi apapun, berkonotasi negatif. Sebenarnya bagaimana perang dalam Islam itu?

Perang dalam Islam hukumnya darurat, artinya boleh dilakukan jika memang keadaan memaksa dan Al-Qur`an tegas-tegas menggaris-bawahi bahwa ummat Islam hanya boleh berperang hanya jika diserang. Ayat [2:190] menegaskan bahwa “Dan perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu,” artinya inisiatif menyerang harus ada di pihak musuh. Bagaimana mungkin pemeluk agama yang tegas-tegas melarang menjadi agresor yang berinisiatif menyerang bisa disebut teroris, kalau hukumnya tak boleh menyerang lebih dahulu. Perang dalam Islam bertujuan hanya sebagai balasan untuk mempertahankan kesucian agama, bangsa, keluarga dan diri sendiri dari ancaman penyerang.

Ada tempat istimewa, dimana umat Islam dilarang untuk membunuh atau memerangi musuh Islam, kecuali kalau terpaksa Inilah salah satu sebab mengapa dinamai Masjidil-haram atau Masjid yang Haram, yaitu masjid yang diharamkan melakukan pembunuhan atau penganiayaan sesama manusia, disamping ada Asy’arul haram, yaitu bulan-bulan haram, yaitu waktu yang diharamkan untuk saling berbunuhan. Musuh Islam itu harus diperangi sampai tak ada fitnah lagi yang mengganggu pelaksanaan Syariah Islam. Jadi musuh Islam itu diperangi sampai mereka berhenti menyerang umat Islam atau sampai berhenti fitnah atas umat Islam.

Adalah menarik bahwa pada ayat [2.195] “Dan belanjakanlah (harta bendamu) di jalan Allah, dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan, dan berbuat baiklah, karena sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.” Allah melarang ummat Islam melakukan suatu hal yang membinasakan diri, apakah ini yang dimaksud dengan tindakan bunuh diri yang dalam keadaan terpaksa karena tak ada jalan lain dilakukan oleh para pejuang yang rela membunuh dirinya sendiri karena mau mencapai tujuan yang lebih mulia?

Sebab-Sebab & Alasan Berperang

Pada dasarnya rata-rata perang yang terjadi pada zaman Nabi Muhammad SAW, Nabi Muhammad SAW melakukannya karena terpaksa. Ada dua hal yang menjadikan perang adalah satu-satunya jalan terakhir.

1. Ketika Nabi Muhammad SAW di serang oleh orang-orang kafir.

2. Ketika perlakuan tak adil atas orang-orang yang di utus nabi untuk berlobi dengan para raja di sekitar arab.

Mengapa demilkian?

Ketika poin pertama belum terjadi biasanya Rasulullah telah mengupayakan perundingan damai tetapi terkadang ditolak dan terkadang diterima lalu pihak musuh melanggarnya dan berbalik menyerang.

Dan ketika poin kedua terjadi umat muslim harus memberlakukan keadilan atas perlakuan buruk para raja yang membunuh utusan-utusan nabi untuk berunding baik-baik.

Dan berikut dasar-dasar hukumnya :

Secara umum, ditilik dari situasinya, ayat-ayat Al-Qur’an ada dua kategori, yaitu: pertama ayat yang berkaitan dengan situasi perang dan kedua, ayat yang berkenaan dengan situasi damai. Pengkategorian dua situasi ini sesuai dengan firman Allah SWT. Dalam situasi damai, Allah SWT menetapkan aturan damai, baik dan adil:

“Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil.” [Qs. Al-Mumtahanah : 8]

Sementara dalam situasi perang, Allah memberlakukan syariat perang terhadap musuh yang terlebih dahulu melancarkan peperangan:

“Sesungguhnya Allah hanya melarang kamu menjadikan sebagai kawanmu orang-orang yang memerangimu karena agama dan mengusir kamu dari negerimu, dan membantu (orang lain) untuk mengusirmu. Dan barangsiapa menjadikan mereka sebagai kawan, maka mereka itulah orang-orang yang zalim” [Qs. Al-Mumtahanah : 9]

Berdasarkan firman Allah SWT tersebut, maka ayat-ayat yang berkaitan dengan situasi damai harus diterapkan dalam situasi damai, jangan diberlakukan pada situasi perang. Sebaliknya, ayat-ayat yang berkaitan dengan situasi perang harus diperlakukan dalam situasi perang, jangan diberlakukan dalam situasi damai.

Ayat lain yang dituding sebagai dasar untuk menuding Islam sebagai agama perang adalah surat Al-Baqarah ayat 193 : “Dan perangilah mereka itu, sehingga tidak ada fitnah lagi dan (sehingga) ketaatan itu hanya semata-mata untuk Allah…”

Ayat yang berbicara dalam konteks perang ini tidak bisa dipisahkan dari ayat-ayat sebelumnya:

“Dan perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu, (tetapi) janganlah kamu melampaui batas, karena sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.” [Qs. Al-Baqarah 190]

Secara tegas ayat ini bicara dalam situasi perang terhadap kaum musyrikin Makkah, bahwa Allah SWT memerintahkan perang dengan dua aturan: pertama, orang yang diperangi itu terlebih dahulu memerangi kita. Dengan kata lain, perang membela diri. Kedua, dilarang melampaui batas (berlebih-lebihan) dalam berperang.

Berkaitan dengan etika kedua ini, Rasulullah SAW bersabda: “Berperanglah di jalan Allah. Perangilah orang-orang yang kafir kepada Allah. Berperanglah tapi jangan mengambil harta rampasan secara diam-diam, jangan melanggar janji, jangan melakukan penyiksaan, jangan membunuh anak-anak dan jangan pula membunuh para penghuni rumah ibadah.” [HR Muslim]

At-Thabari dalam Jami’ul Bayan fi Ta’wil Aayin min Al-Qur’an, Ibnu Katsir dalam Tafsir Al-Quran Al-Adhim, As-Syaukani dalam Fathul Qadir ketika menafsirkan ayat tersebut, menjelaskan bahwa orang yang memerangi kita, harus kita perangi. Terhadap orang-orang yang tidak memerangi kita, jangan kita perangi. Dan apabila orang-orang yang memerangi kita itu berhenti, maka kita pun tidak boleh memerangi mereka. Ayat ini merupakan ayat pertama yang diwahyukan berkaitan dengan perintah perang, tetapi terbatas hanya kepada orang yang memerangi kita. [berbagai sumber]

About these ads

Tentang me, myself n i

ingin orang lain mengetahui apa yang perlu diketahui..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s