Mengenal Para Thaghut

Siapakah Thaghut Itu ?

Thaghut adalah segala yang dilampaui batasnya oleh hamba, baik itu yang diikuti atau ditaati atau diibadati. Macam Thaghut banyak, apalagi pada masa sekarang. Adapun pentolan-pentolan thaghut itu ada 5, diantaranya :

Pertama: Syaitan.

Makhluk yang mengajak seseorang untuk beribadah kepada selain Allah, berbuat maksiat, melanggar syariat Allah dll, itulah Syaitan. Syaitan ada dua macam : Syaitan Jin dan Syaitan Manusia. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman : “Dan begitulah Kami jadikan bagi tiap nabi musuhnya berupa syaitan-syaitan manusia dan jin” [QS. Al An’am : 112]. Dan firmanNya ta’ala : “Yang membisikan dalam dada-dada manusia, berupa jin dan manusia” [QS. An Naas : 5-6]

Orang mengajak untuk mempertahankan tradisi tumbal dan sesajen, dia adalah syaitan manusia yang mengajak ibadah kepada selain Allah. Tokoh yang mengajak minta-minta kepada orang yang sudah mati adalah syaitan manusia dan dia adalah salah satu pentolan thaghut. Orang yang mengajak pada system-system selain system yang telah digariskan oleh Allah SWT, melalui Rasul-Nya, seperti Kapitalis, komunisme, sekularisme, pluralisme, demokrasi, adalah syaitan yang mengajak ibadah kepada selain Allah, dia berarti termasuk thaghut. Orang yang mengajak menegakkan hukum perundang-undangan buatan manusia dia adalah syaitan yang mengajak beribadah kepada selain Allah.

Orang yang mengajak kepada paham-paham syirik (seperti : sosialis, kapitalis, liberalis, dan falsafah syirik lainnya) maka dia adalah syaitan yang mengajak beribadah kepada selain Allah, sedangkan Dia Subhanahu Wa Ta’ala berfirman : “Bukankah Aku memerintahkan kalian wahai anak-anak Adam : “Janganlah ibadati syaitan, sesungguhnya ia adalah musuh yang nyata bagi kalian” [QS. Yaasin : 60]

Kedua: Penguasa Yang Zalim.

Penguasa zalim yang merubah aturan-aturan (hukum) Allah, thaghut semacam ini adalah banyak sekali dan sudah bersifat lembaga resmi pemerintahan negara-negara pada umumnya di zaman sekarang ini.

Contohnya tidaklah jauh seperti parlemen, lembaga inilah yang memegang kedaulatan dan wewenang pembuatan hukum dan undang-undang. Lembaga ini akan membuat hukum atau tidak, dan baik hukum yang digulirkan itu seperti hukum Islam atau menyelisihinya maka tetap saja lembaga berikut anggota-anggotanya ini adalah thaghut, meskipun sebahagiannya mengaku memperjuangkan syari’at Islam. Begitu juga Presiden/Raja/Emir atau para bawahannya yang suka membuat SK atau TAP yang menyelisihi aturan Allah, mereka itu adalah thaghut.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata : “Orang dikala menghalalkan yang haram yang telah di ijmakan (Disepakati oleh para Ulama, Mujtahid) atau merubah aturan yang sudah di ijmakan, maka dia kafir lagi murtad dengan kesepakatan para fuqaha” [Majmu Al Fatawa]

Para anggota majelis-majelis pemerintahan mereka (parlemen mereka) adalah thaghut, tidak peduli darimana saja asal kelompok atau partainya, presiden, menteri-menteri negara bersystem syirik adalah thaghut, sedangkan para aparat keamanannya adalah sadanah (juru kunci) thaghut apapun status kepercayaan yang mereka klaim. Orang-orang yang berjanji setia pada system syirik dan hukum thaghut adalah budak-budak (penyembah/hamba) thaghut. Orang yang mengadukan perkaranya kepada pengadilan thaghut disebut orang yang berhukum kepada thaghut, sebagaimana firmanNya ta’ala : “Apakah engkau tidak melihat kepada orangorang yang mengaku beriman kepada apa yang telah diturunkan kepadamu dan apa yang diturunkan sebelum kamu, sedangkan mereka hendak berhukum kepada thaghut, padahal mereka telah diperintahkan untuk kafir terhadapnya” [QS. An Nisa : 60]

Ketiga: Orang yang memutuskan dengan selain apa yang telah diturunkan Allah.

Kepala suku dan kepala adat yang memutuskan perkara dengan hukum adat atau para pemimpin yang mempunyai kewenangan untuk memutuskan suatu perkara kemudian mereka memutuskan dengan selain hukum Allah adalah termasuk thaghut. Jaksa dan Hakim yang memvonis bukan dengan hukum Allah tetapi berdasarkan hukum/undang-undang buatan manusia, maka sesungguhnya dia itu adalah Thaghut. Aparat dan pejabat yang memutuskan  perkara berdasarkan Undang Undang Dasar thaghut adalah thagut juga. Allah ta’ala berfirman : “Dan siapa saja yang tidak memutuskan dengan apa yang Allah turunkan, maka merekalah orang-orang kafir itu” [QS. Al Maidah : 44]

Ibnu Katsir rahimahullah berkata : “Siapa yang meninggalkan aturan yang baku yang diturunkan kepada Muhammad Ibnu Abdullah penutup para nabi dan dia justru merujuk pada aturan-aturan (hukum) yang sudah dinasakh (dihapus), maka dia telah kafir. Apa gerangan dengan orang yang merujuk hukum Ilyasa (Yasiq) dan lebih mendahulukannya daripada aturan Muhammad maka dia kafir dengan ijma kaum muslimin” [Al Bidayah : 13/119]

Sedangkan Ilyasa (Yasiq) adalah hukum buatan Jenggis Khan yang berisi campuran hukum dari Taurat, Injil, Al Qur’an. Orang yang sekarang lebih mendahulukan hukum buatan manusia dan adat daripada aturan Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam maka dia itu kafir.

Dalam ajaran tauhid, seseorang lebih baik hilang jiwa dan hartanya daripada dia mengajukan perkaranya kepada hukum thaghut, Allah ta’ala berfirman : “Fitnah (syirik & kekafiran) itu lebih dahsyat dari pembunuhan” [QS. Al Baqarah : 191 ]

Syaikh Sulaiman Ibnu Sahman rahimahullah berkata : “seandainya penduduk desa dan penduduk kota perang saudara hingga semua jiwa musnah, tentu itu lebih ringan daripada mereka mengangkat thaghut dibumi ini yang memutuskan (persengketaan mereka itu) dengan selain Syari’at Allah [Ad Durar As Saniyyah : 10 Bahasan Thaghut]

Bila kita mengaitkan ini dengan realita kehidupan, ternyata umumnya manusia menjadi hamba thaghut dan berlomba-lomba meraih perbudakan ini. Mereka rela mengeluarkan biaya berapa saja untuk menjadi Abdi Negara dan sistem thaghut, mereka mukmin kepada thaghut dan kafir terhadap Allah. Sungguh, buruklah status mereka ini….. !!

Keempat: Orang yang Mengaku Mengetahui Hal Yang Ghaib Selain Allah.

Semua yang ghaib hanya ada ditangan Allah, Dia ta’ala berfirman : “Dialah Dzat yang mengetahui hal yang ghaib, Dia tidak menampakan yang ghaib itu kepada seorangpun” [QS. Al Jin : 26]

Bila ada orang mengaku mengetahui hal yang ghaib maka dia adalah thaghut, seperti dukun, paranormal, tukang ramal, tukang tenung, dsb. Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam telah menjelaskan bahwa orang yang mendatangi dukun atau tukang ramal dan dia mempercayainya, maka dia telah kafir, lantas apa status dengan si dukun….Naudzubillahi min dzalik…

Kelima : Orang Yang Diibadati Selain Allah Dan Dia Ridha Dengan Peribadatan itu.

Orang yang senang bila dikultuskan, sungguh dia adalah thaghut. Orang yang membuat aturan yang menyelisihi aturan Allah dan RasulNya adalah thaghut. Orang yang mengatakan “Saya adalah anggota legislatif” sama dengan ucapan : “Saya adalah Tuhan” karena orang-orang legislatif itu sudah merampas hak khusus Allah Subhanahu Wa Ta’ala, yaitu membuat hukum (undangundang). “Dialah Dzat yang mengetahui hal yang ghaib, Dia tidak menampakan yang ghaib itu kepada seorangpun” [QS. Al Jin : 26]. Mereka senang bila hukum yang mereka gulirkan itu ditaati lagi dilaksanakan, maka mereka adalah thaghut. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman : “Dan barang siapa yangmengatakan diantara mereka ; “Sesungguhnya Aku adalah Tuhan selain Allah” maka Kami membalas dia dengan Jahannam, begitulah Kami membalas orangorang yang zalim”. [QS. Al Anbiya : 29]

Itulah tokoh-tokoh thaghut di dunia ini. Orang tidak dikatakan beriman kepada Allah sehingga dia kufur kepada thaghut, kufur kepada thaghut adalah separuh laa ilaaha ilallaah. Tahghut yang paling berbahaya pada masa sekarang adalah thaghut hukum, yaitu para penguasa yang membabat aturan Allah, mereka menindas umat ini dengan besi dan api, mereka paksakan kehendaknya, mereka membunuhi, menculik, dan memenjarakan kaum muwahhidin yang menolak tunduk kepada hukum mereka. Akan tetapi banyak orang yang mengaku Islam berlomba-lomba untuk menjadi budak dan hamba mereka. Dan mereka juga memiliki ulama-ulama jahat yang siap mengabdikan lisan dan pena mereka demi kepentingan ‘Tuhan’ mereka…Na’udzubillahi min dzalik

Iklan

About me, myself n i

ingin orang lain mengetahui apa yang perlu diketahui..

7 thoughts on “Mengenal Para Thaghut

  1. ya,,, syukran atas artikelnya semoga bermanfaat untuk kawan2 yang membacanya. semoga admin mendapat pahala yang besar dari Allah karena telah menyampaikan ilmu dengannya menjadikan orang2 tau hakekat thogut dan bahayanya sehingga dengan demikian orang2 mampu menjauhinya.

    sekali lagi terima kasih,

  2. Di era modern ini Jgn samakan antr negara dan agama,negara adlh negara agama adalah agama. Beribdh sesuai QUR’AN-HADIST aja udah kewalahan sukur.”uruslah agamamu,aku mengurus agamaku”. Saat ini banyak manusia lbh senang mengurusi negara dari sisi agama,kenapa dia tidak mengurusi dirinya sendiri dari sisi agama?
    demokrasi bknlah sistem kafir,demokrasi pertama kl di kemukakan oleh UMAR BIN KHATAB,bukan ABRAHANK LINCOLN.

    • @anonymous
      kata sape demokrasi pertama kali dari umar bin khatab??

      klo dipisahin antara negara dan agama, brarti anda secara gamblang menyatakan diri “menerima isi sebagian alquran namun mengingkari sebagian yang lain”, dan itu kerjaannya ahli kitab (kaum musyrikin), emang waktu kecil ga diajarin alquran itu pedoman hidup (berarti mencakup seluruh aspek kehidupan termasuk negara) dari jaman nabi sampai hari kiamat nanti (mau era rasul, era raja, era modern, era keblinger seorang muslim harus berpedoman pada quran).

      • menurut yang saya baca, sewaktu umar bin khattab menjabat sebagai khalifah, bila hal-hal yang belum di atur perkaranya dalam Al-Qur’an dan Al-hadis, maka beliau bermusyawarah dan berpendapat dengan para sahabat kemudian mengambil pendapat yang paling baik. mungkin ini yang dimaksud

        mohon maaf bila salah

  3. terus gimana donk kita kan hidup dan tinggal di negara indonesia ini? secara otomatis kan juga harus mengikuti aturan dan undang-undang yang berlaku disini? solusinya bagaimana?

  4. Quran itu siapa yang menulis? jawabannya manusia( manusia adalah cacat berarti bisa banyak salah), 1. katanya allah tidak boleh disamakan dengan manusia, berarti tidak ada manusia di muka bumi yang boleh mentafsirkan apa yang dimaksud oleh allah.
    2. Hukum negara dibuat supaya tidak terjadi kekacauan di mana mana berbuat salah pasti ada hukumannya tidak peduli apa ras mu agama mu suku mu dll
    3. Manusia di dalam tempurung kepalanya terdapat suatu alat super luar biasa yang bisa mengatur semua pemikiran dan perbuatan yang namanya OTAK, jadi tolong dipakai otaknya sebelum berbuat sesuatu jika otak mengatakan itu salah maka itu salah jangan dibuat pembenaran atas nama agama atau apalah..

    Terimakasih.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s