Obama vs Romney : Pertarungan Antara Siapa yang Lebih Menunjukkan Kesetiaannya Terhadap Israel

Jangan diragukan lagi hubungan intim Amerika dan Israel—apalagi jika dikaitkan dengan pemilu Amerika, Obama dan Romney sama-sama mencari dukungan Benjamin Netanyahu yang tidak lain ada hubungannya dengan yahudi-yahudi di Amerika.

Para konglomerat (billionair) Yahudi di Amerika Serkat,  jumlahnya hanya 1 persen, tetapi mereka menguasai seluruh sektor, terutama sektor ekonomi, perbankan, bursa saham, media, kampus, dan sekarang merambah ke pemerintahan, kongres, dan senat. Semuanya dibawah kendali jaringan Zionis-Israel. Karena itu, denyut di Gedung Putih, hanyalah merefleksikan kepentingan rezim di Tel Aviv, yang disuarakan oleh Benyamin Netanyahu semata.

Pertarungan pemilihan presiden Amerika Serkat bukan antara Obama dan Romney, sesungguhnya bukanlah pertarungan antara Partai Republik dan Demokrat.Tetapi, ini pertarungan antara siapa yang lebih menunjukkan kesetiaannya terhadap negara pimpinan Netanyahu itu.

Para tokoh Israel akan melihat tokoh dan partai mana yang lebih menampakkan kesetiaan mereka terhadap rezim Israel. Inilah yang akan menjadi ukuran kepada siapa dukungan akan diberikan oleh kekuatan Israel.

Ada parameter yang sangat jelas, terutama bagi seorang kandidat atau partai politik, yang menginginkan dukungan dari komunitas Yahudi dan Jaringan Zionis-Israel. Dan isu politik yang disampaikan para tokoh dari Partai Republik dan Demokrat, serta komitmen mereka akan sangat penting, kepada siapa dijatuhkan pilihan dukungan para tokoh Israel itu.

Ada masalah yang sangat mendasar dalam kampanye pemilihan presiden Amerika Serikat saat ini. Di mana, kali ini Obama melakukan intervensi terhadap Komite Nasional Partai Demokrat, dan mengubah agenda dan isu kampanyenya dengan memasukkan masalah Jerusalem sebagai ibukota Israel, dan bersifat final (abadi). Tidak akan bisa diubah dan dinegosiasikan lagi.

Keputusan Obama dan menjadikan masalah status Jerusalem sebagai ibukota Israel yang bersifat final, pasti akan mempunyai implikasi dalam setiap pembicaraan perdamaian Timur Tengah.

Mustahil akan melakukan pembicaraan damai, bila Amerika Serikat sudah meletakkan status Jerusalem sebagai ibukota Zionis-Israel, dan bersifat final. Karena, hakekatnya Jerusalem adalah wilayah Arab Palestina, yang dianeksasi (dicaplok) Zionis-Israel sejak perang tahun l967.

Sementara posisi Mitt Romney lebih dahulu dengan sangat keras, bukan hanya berkomitmen menjadikan Jerusalem menjadi ibukota abadi Zionis-Israel, tetapi Mitt Romney, tidak akan pernah memberikan peluang sedikitpun bagi lahirnya negara Palestina.

Romney akan bertindak lebih keras lagi terhadap kekuatan perlawanan di Palestina, yang menginginkan kemerdekaan tanah air mereka. Hamas adalah musuh yang jelas-jelas harus diperangi, bukan kekuatan perlawanan yang memperjuangkan kemerdekaan, tetapi kelompok teroris yang harus dibasmi sampai ke akar-akarnya.

Romney juga berjanji akan meningkatkan bantuan militernya kepada Zionis-Israel, sebagai bentuk komitmen Amerika Serikat terhadap keamanan negara Zionis itu.

Lalu, apa yang membedakan antara Barack Obama dengan Mitt Romney? Antara Demokrat dengan Republik? Nothing.  TIDAK ADA.

[Sumber]

Iklan

About me, myself n i

ingin orang lain mengetahui apa yang perlu diketahui..

One thought on “Obama vs Romney : Pertarungan Antara Siapa yang Lebih Menunjukkan Kesetiaannya Terhadap Israel

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s