Apa Saja Kesesatan Syi’ah Itu?

Kesesatan syi’ah dan  berbagai aliran dapat dibaca di buku Aliran dan Paham Sesat di Indonesia.  Sesatnya syi’ah dan aneka penyimpangan lain serta Ahmadiyah dan kitab Tadzkirah dan rangkaiannya, dapat dibaca di buku Hartono Ahmad Jaiz berjudul Kyai kok Bergelimang Kemusyrikan, terbitan Saudi Arabia, dan terbitan Surabaya, Pustaka Nahi Munkar. (Pustaka Nahi Munkar Surabaya, 031 70595271, 5911584 atau 08123125427, dan Jakarta Toko Buku Fithrah 021 8655824, 71490693, HP. 081319510114).

  • Memprihatinkan, ada oknum-oknum yang tidak jelas aqidahnya menyuara dengan membela syi’ah yang jelas sesat itu.
  • Ada sejumlah kesesatan dalam keyakinan batil syi’ah yang bagaimanapun juga tidak dapat dihubungkan atau dikaitkan dengan Islam yang dibawa Rasulullah Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam dari Allah Ta’ala. Keyakinan-keyakinan batil yang sangat jauh dari Islam itu ada dalam kitab-kitab induk syi’ah. Sehingga sebenarnya mereka tidak dapat mengelak lagi, kecuali dengan dusta atau taqiyyah model syi’ah.
  • Berikut ini pokok-pokok kesesatan syiah yang penting untuk difahami. Semoga manfaat, hingga kita  mampu menjauhi agama sesat itu dan tidak membelanya lagi dengan dalih apapun. Dan kita sama sekali tidak pantas untuk meniru jejak oknum-oknum yang aqidahnya tidak jelas yang membela syiah.
  • Tulisan ini terasa penting sekali, karena Ummat Islam Indonesia ini  perlu prihatin. Bagaimana tidak prihatin, lha wong kini bermunculan orang-orang yang tidak jelas aqidahnya, menyuara tanpa dalil yang benar, bernada membela syiah. Padahal dalam kasus syiah Madura, syiah itu jelas telah ditolak Ummat Islam Ahlus Sunnah wal Jama’ah di sana. Bahkan MUI Sampang telah menegaskan sesatnya Syi’ah di sana.  Maka penjelasan ini sekali lagi sangat penting diresapi dan dijadikan pelajaran benar-benar dan semoga bermanfaat. Selamat  membaca.

***

Asal-usul Syi’ah

Syi’ah secara etimologi bahasa berarti pengikut, sekte dan golongan. Sedangkan dalam istilah Syara’, Syi’ah adalah suatu aliran yang timbul sejak pemerintahan Utsman bin Affan radhiyallahu ‘anhu yang dikomandoi oleh Abdullah bin Saba’, seorang Yahudi dari Yaman. Setelah terbunuhnya Utsman bin Affan radhiyallahu ‘anhu, lalu Abdullah bin Saba’ mengintrodusir ajarannya secara terang-terangan dan menggalang massa untuk memproklamirkan bahwa kepemimpinan (baca: imamah) sesudah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sebenarnya ke tangan Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu karena suatu nash (teks) Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Namun, menurut Abdullah bin Saba’, Khalifah Abu Bakar, Umar, Utsman telah mengambil alih kedudukan tersebut.

Keyakinan itu berkembang sampai kepada menuhankan Ali bin Abi Thalib. Berhubung hal itu suatu kebohongan, maka diambil tindakan oleh Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu, yaitu mereka dibakar, lalu sebagian mereka melarikan diri ke Madain.

Aliran Syi’ah pada abad pertama hijriyah belum merupakan aliran yang solid sebagai trend yang mempunyai berbagai macam keyakinan seperti yang berkembang pada abad ke-2 Hijriyah dan abad-abad berikutnya.

Pokok-Pokok Penyimpangan Syi’ah pada Periode Pertama :

  1. Keyakinan bahwa imam sesudah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah Ali bin Abi Thalib, sesuai dengan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Karena itu para Khalifah dituduh merampok kepemimpinan dari tangan Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu.
  2. Keyakinan bahwa imam mereka maksum (terjaga dari salah dan dosa).
  3. Keyakinan bahwa Ali bin Abi Thalib dan para Imam yang telah wafat akan hidup kembali sebelum hari Kiamat untuk membalas dendam kepada lawan-lawannya, yaitu Abu Bakar, Umar, Utsman, Aisyah dan lain-lain.
  4. Keyakinan bahwa Ali bin Abi Thalib dan para Imam mengetahui rahasia ghaib, baik yang lalu maupun yang akan datang. Ini berarti sama dengan menuhankan Ali dan Imam.
  5. Keyakinan tentang ketuhanan Ali bin Abi Thalib yang dideklarasikan oleh para pengikut Abdullah bin Saba’ dan akhirnya mereka dihukum bakar oleh Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu karena keyakinan tersebut.
  6. Keyakinan mengutamakan Ali bin Abi Thalib atas Abu Bakar dan Umar bin Khattab. Padahal Ali sendiri mengambil tindakan hukum cambuk 80 kali terhadap orang yang meyakini kebohongan tersebut.
  7. Keyakinan mencaci maki para Sahabat atau sebagian Sahabat seperti Utsman bin Affan radhiyallahu ‘anhu.(lihat Dirasat fil Ahwaa’ wal Firaq wal Bida’ wa Mauqifus Salaf minhaa, Dr. Nashir bin Abdul Karim Al-Aql hal. 237).
  8. Pada abad ke-2 Hijriyah, perkembangan keyakinan Syi’ah semakin menjadi-jadi sebagai aliran yang mempunyai berbagai perangkat keyakinan baku dan terus berkembang sampai berdirinya dinasti Fathimiyyah di Mesir dan dinasti Sofawiyah di Iran. Terakhir aliran tersebut terangkat kembali dengan revolusi Khomaini dan dijadikan sebagai aliran resmi negara Iran sejak 1979.

Pokok-Pokok Penyimpangan Syi’ah Secara Umum :

1. Pada Rukun Iman :

Syi’ah hanya memiliki 5 rukun iman, tanpa menyebut keimanan kepada para Malaikat, Kitab Allah, Rasul dan Qadha dan Qadar, yaitu :

1. Tauhid (keesaan Allah),

2. Al-’Adl (keadilan Allah)

3. Nubuwwah (kenabian),

4. Imamah (kepemimpinan Imam),

5. Ma’ad (hari kebangkitan dan pembalasan).

(Lihat ‘Aqa’idul Imamiyah oleh Muhammad Ridha Mudhoffar dll).

2. Pada Rukum Islam :

Syi’ah tidak mencantumkan Syahadatain dalam rukun Islam, yaitu :

1.Shalat,
2.Zakat,
3.Puasa,
4.Haji,
5.Wilayah (perwalian) (lihat Al-Kafie juz II hal 18)

3. Syi’ah meyakini bahwa Al-Qur’an sekarang ini telah dirubah,

ditambahi atau dikurangi dari yang seharusnya, seperti :

وَ إِنْ كُنْتُمْ فِي رَيْبٍ مِمَّا نَزَّلْنا عَلى عَبْدِنا فِي عَلِيٍّ فَأْتُوا بِسُورَةٍ مِنْ مِثْلِهِ (الكافي ج 1 ص 417.)

“wa inkuntum fii roibim mimma nazzalna ‘ala ‘abdina FII ‘ALIYYIN fa`tu bi shuratim mim mits lih ” (Al-Kafie, Kitabul Hujjah: I/417)

Ada tambahan “fii ‘Aliyyin” dari teks asli Al-Qur’an yang berbunyi :

وَإِنْ كُنْتُمْ فِي رَيْبٍ مِمَّا نَزَّلْنَا عَلَى عَبْدِنَا فَأْتُوا بِسُورَةٍ مِنْ مِثْلِهِ وَادْعُوا شُهَدَاءَكُمْ مِنْ دُونِ اللَّهِ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ [البقرة/23]

“wa inkuntum fii roibim mimma nazzalna ‘ala ‘abdina fa`tu bi shuratim mim mits lih” (Al-Baqarah:23)

Karena itu mereka meyakini bahwa : Abu Abdillah a.s (imam Syi’ah) berkata: “Al-Qur’an yang dibawa oleh Jibril a.s. kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah 17.000 ayat (Al-Kafi fil Ushul Juz II hal.634). Al-Qur’an mereka yang berjumlah 17.000 ayat itu disebut Mushaf Fatimah (lihat kitab Syi’ah Al-Kafi fil Ushul juz I hal 240-241 dan Fashlul Khithab karangan An-Nuri Ath-Thibrisy).

4. Syi’ah meyakini bahwa para Sahabat sepeninggal Nabi

hallallahu ‘alaihi wa sallam, mereka murtad, kecuali beberapa orang saja, seperti: Al-Miqdad bin Al-Aswad, Abu Dzar Al-Ghifary dan Salman Al-Farisy (Ar Raudhah minal Kafi juz VIII hal.245, Al-Ushul minal Kafi juz II hal 244).

5. Syi’ah menggunakan senjata “taqiyyah” yaitu berbohong,

dengan cara menampakkan sesuatu yang berbeda dengan yang sebenarnya, untuk mengelabui (Al Kafi fil Ushul Juz II hal.217).

6. Syi’ah percaya kepada Ar-Raj’ah yaitu kembalinya roh-roh

ke jasadnya masing-masing di dunia ini sebelum Qiamat dikala imam Ghaib mereka keluar dari persembunyiannya dan menghidupkan Ali dan anak-anaknya untuk balas dendam kepada lawan-lawannya.

7. Syi’ah percaya kepada Al-Bada’, yakni tampak bagi Allah

dalam hal keimaman Ismail (yang telah dinobatkan keimamannya oleh ayahnya, Ja’far As-Shadiq, tetapi kemudian meninggal disaat ayahnya masih hidup) yang tadinya tidak tampak. Jadi bagi mereka, Allah boleh khilaf, tetapi Imam mereka tetap maksum (terjaga).

8. Syi’ah membolehkan “nikah mut’ah”, yaitu nikah kontrak

dengan jangka waktu tertentu (lihat Tafsir Minhajus Shadiqin Juz II hal.493). Padahal hal itu telah diharamkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang diriwayatkan oleh Ali bin Abi Thalib sendiri.

Nikah Mut’ah

Nikah mut’ah ialah perkawinan antara seorang lelaki dan wanita dengan maskawin tertentu untuk jangka waktu terbatas yang berakhir dengan habisnya masa tersebut, dimana suami tidak berkewajiban memberikan nafkah, dan tempat tinggal kepada istri, serta tidak menimbulkan pewarisan antara keduanya.

Ada 6 perbedaan prinsip antara nikah mut’ah dan nikah sunni (syar’i) :

  1. Nikah mut’ah dibatasi oleh waktu, nikah sunni tidak dibatasi oleh waktu.
  2. Nikah mut’ah berakhir dengan habisnya waktu yang ditentukan dalam akad atau fasakh, sedangkan nikah sunni berakhir dengan talaq atau meninggal dunia.
  3. Nikah mut’ah tidak berakibat saling mewarisi antara suami istri, nikah sunni menimbulkan pewarisan antara keduanya.
  4. Nikah mut’ah tidak membatasi jumlah istri, nikah sunni dibatasi dengan jumlah istri hingga maksimal 4 orang.
  5. Nikah mut’ah dapat dilaksanakan tanpa wali dan saksi, nikah sunni harus dilaksanakan dengan wali dan saksi.
  6. Nikah mut’ah tidak mewajibkan suami memberikan nafkah kepada istri, nikah sunni mewajibkan suami memberikan nafkah kepada istri.

Dalil-Dali Haramnya Nikah Mut’ah

Haramnya nikah mut’ah berlandaskan dalil-dalil hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, juga pendapat para ulama dari 4 madzhab.

Dalil dari hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang diwayatkan oleh Imam Muslim dalam kitabnya Shahih Muslim menyatakan bahwa dari Sabrah bin Ma’bad Al-Juhaini, ia berkata: “Kami bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam suatu perjalanan haji. Pada suatu saat kami berjalan bersama saudara sepupu kami dan bertemu dengan seorang wanita. Jiwa muda kami mengagumi wanita tersebut, sementara dia mengagumi selimut (selendang) yang dipakai oleh saudaraku itu. Kemudian wanita tadi berkata: “Ada selimut seperti selimut”. Akhirnya aku menikahinya dan tidur bersamanya satu malam. Keesokan harinya aku pergi ke Masjidil Haram, dan tiba-tiba aku melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sedang berpidato diantara pintu Ka’bah dan Hijr Ismail. Beliau bersabda,

« يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنِّى قَدْ كُنْتُ أَذِنْتُ لَكُمْ فِى الاِسْتِمْتَاعِ مِنَ النِّسَاءِ وَإِنَّ اللَّهَ قَدْ حَرَّمَ ذَلِكَ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ فَمَنْ كَانَ عِنْدَهُ مِنْهُنَّ شَىْءٌ فَلْيُخَلِّ سَبِيلَهُ وَلاَ تَأْخُذُوا مِمَّا آتَيْتُمُوهُنَّ شَيْئًا ».

“Wahai sekalian manusia, aku pernah mengizinkan kepada kalian untuk melakukan nikah mut’ah. Maka sekarang siapa yang memiliki istri dengan cara nikah mut’ah, haruslah ia menceraikannya, dan segala sesuatu yang telah kalian berikan kepadanya, janganlah kalian ambil lagi. Karena Allah ‘azza wa jalla telah mengharamkan nikah mut’ah sampai Hari Kiamat. (Shahih Muslim II/1024)

Dalil hadits lainnya:

أَنَّ عَلِيًّا – رضى الله عنه – قَالَ لاِبْنِ عَبَّاسٍ إِنَّ النَّبِىَّ – صلى الله عليه وسلم – نَهَى عَنِ الْمُتْعَةِ وَعَنْ لُحُومِ الْحُمُرِ الأَهْلِيَّةِ زَمَنَ خَيْبَرَ . رَوَاهُ الْبُخَارِىُّ فِى الصَّحِيحِ

Dari Ali bin Abi Thalib ra. ia berkata kepada Ibnu Abbas ra bahwa Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang nikah mut’ah dan memakan daging keledai jinak pada waktu perang Khaibar (Fathul Bari IX/71)

Pendapat Para Ulama

Berdasarkan hadits-hadits tersebut diatas, para ulama berpendapat sebagai berikut:

  • Dari Madzhab Hanafi, Imam Syamsuddin Al-Sarkhasi (wafat 490 H) dalam kitabnya Al-Mabsuth (V/152) mengatakan: “Nikah mut’ah ini bathil menurut madzhab kami. Demikian pula Imam Ala Al Din Al-Kasani (wafat 587 H) dalam kitabnya Bada’i Al-Sana’i fi Tartib Al-Syara’i (II/272) mengatakan, “Tidak boleh nikah yang bersifat sementara, yaitu nikah mut’ah”.
  • Dari Madzhab Maliki, Imam Ibnu Rusyd (wafat 595 H) dalam kitabnya Bidayatul Mujtahid wa Nihayah Al-Muqtashid (IV/325 s.d 334) mengatakan, “hadits-hadits yang mengharamkan nikah mut’ah mencapai peringkat mutawatir” Sementara itu Imam Malik bin Anas (wafat 179 H) dalam kitabnya Al-Mudawanah Al-Kubra (II/130) mengatakan, “Apabila seorang lelaki menikahi wanita dengan dibatasi waktu, maka nikahnya batil.”
  • Dari Madzhab Syafi’, Imam Syafi’i (wafat 204 H) dalam kitabnya Al-Umm (V/85) mengatakan, “Nikah mut’ah yang dilarang itu adalah semua nikah yang dibatasi dengan waktu, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang, seperti ucapan seorang lelaki kepada seorang perempuan, aku nikahi kamu selama satu hari, sepuluh hari atau satu bulan.” Sementara itu Imam Nawawi (wafat 676 H) dalam kitabnya Al-Majmu’ (XVII/356) mengatakan, “Nikah mut’ah tidak diperbolehkan, karena pernikahan itu pada dasarnya adalah suatu aqad yang bersifat mutlaq, maka tidak sah apabila dibatasi dengan waktu.”
  • Dari Madzhab Hambali, Imam Ibnu Qudamah (wafat 620 H) dalam kitabnya Al-Mughni (X/46) mengatakan, “Nikah Mut’ah ini adalah nikah yang bathil.” Ibnu Qudamah juga menukil pendapat Imam Ahmad bin Hambal (wafat 242 H) yang menegaskan bahwa nikah mut’ah adalah haram.

Dan masih banyak lagi kesesatan dan penyimpangan Syi’ah. Kami ingatkan kepada kaum muslimin agar waspada terhadap ajakan para propagandis Syi’ah yang biasanya mereka berkedok dengan nama “Wajib mengikuti madzhab Ahlul Bait”, sementara pada hakikatnya Ahlul Bait berlepas diri dari mereka, itulah manipulasi mereka. Semoga Allah selalu membimbing kita ke jalan yang lurus berdasarkan Al-Qur’an dan As-Sunnah sesuai dengan pemahaman Salafus Shalih. Lebih lanjut bagi yang ingin tahu lebih banyak, silakan membaca buku kami “Mengapa Kita Menolah Syi’ah”.

Rujukan:

1. Dr. Nashir bin Abdul Karim Al-Aql, Dirasat fil ahwa wal firaq wal Bida’ wa Mauqifus Salaf minha.

2. Drs. KH Dawam Anwar dkk, Mengapa Kita menolak Syi’ah.

3. H. Hartono Ahmad Jaiz, Di Bawah Bayang-bayang Soekarno-Soeharto.

4. Abdullah bin Sa’id Al-Junaid, Perbandingan antara Sunnah dan Syi’ah.

5. Dan lain-lain, kitab-kitab karangan orang Syi’ah.

Sumber : Buletin Lembaga Penelitian dan Pengkajian Islam (LPPI) dengan diberi teks hadits oleh nahimunkar.com.

Masjid Al-Ihsan Lt.III Proyek Pasar Rumput Jakarta 12970 Telp/Fax. (021)8281606

[Sumber]

Iklan

About me, myself n i

ingin orang lain mengetahui apa yang perlu diketahui..

74 thoughts on “Apa Saja Kesesatan Syi’ah Itu?

  1. dalil-dalilnya tidak kuat, ini pun saya katakan sebagai bentuk penghinaan terhadap ajaran syiah…. saya telah membaca beberapa buku yang berkaitan dengan syi’ah, beberapa tulisan diatas menggambarkan tidak kuatnya argumentasi penulis terhadap kesesatan syiah.. misalnya mengenai pembatalan nikah mut’ah, itu bukan dari sabda nabi saww, tetapi berasal dari umar bin khattab…

    • Hebat,hebaaat baca tuh QS [2]: 124, dan Luqman 13, itu sudah cukup untuk menggugurkan Para Sahabat Mantan Penyembah Berhala, tidak berhak duduk sebagai pemegang Risalah Muhammad, Tuhan tidak akan Ridho, tapi mendapat ijin yah, kalau ga yah dari awal Islam sudah musnah. lihat An-Nisa 59 dan An-Nisa 93, maka Kesimpulannya adalah Kafir, Coba renungkan “Taati Allah, Taati Rosul waulil amri minkum”—Allah maha kudus, Rosul Maksum, mana mungkin Ulil Amri minkum degradasi dari Rosul bejat moral, pembunuh—Suksesi dari Umayyah ke Abasiyyah bukan estafet alamiyah, tapi melalui serangkaian Pembunuhan Khalifah Amin dibunuh oleh Khalifah Makmun–Amin (Abasiyyah) dari Ras Arab dan Makmun dari Ras Iran, bagiku ga Aneh sejak Rosul Wafat sampai saat ini, Arab tetap Arab yaitu : Bangsa Arab itu sangat sangat Kafir dan Munafiq sekali, ini firman-Nya. Dimana nilai argumentasinya, bukan a ASBUN, mana nash dan hadist yang mendukung anda, kalau anda pakai Hadist Palsu seperti 10 Sahabat masuk Surga ini palsu ga dijamin ke Surga, karena berlawanan dengan An-Nisa 59 dan QS [53]:3-4, coba telaah dengan benar jangan Dogmatis Buta. Salam

    • Dalil kalian yg kuat,? Okelah berarti aku boleh mengawini istrimu barang beberapa hari dgn bayaran yg cocok. Berarti halal bagimu menggauli ibu kandungmu sendiri demi kemaslahatan keluarga, Berarti halal bagimu menyetubuhi anakmu yg masih menyusui, berarti kalian bangga klu istri kalian pernah digauli oleh imam/ulama/pendeta kalian yg memakan kotorannya pun akan mendekatkan kalian kesyurga..okelah klu begitu..sy ingin beriklan sedikit : “sudahkah istri anda dicicipi oleh ulama anda hari in? Atau sudahkah anda bertukar istri dgn sahabat kalian, (9 ‾̴̴͡͡o‾̴̴͡͡)9 ikutilah agama syiah yg mencintai selangkangan karya abdullah bin saba’ dan dipopulerkan oleh ayatoilet komeini

    • Wahabi (Salafi) “KHAWARIJ”-nya umat zaman ini. kesana kesini mengKafirkan, menyesatkan dan mengatakan Bid’ah kepada selainnya sampai membolehkan menumpahkan darah. setali tiga uang dengan khawarij, dan diteliti dengan kesamaan ajarannya dan terbukti hanya merubah nama pemeluk dari KHAWARIJ —–> WAHABI ——-> SALAFI

      • *BERHATI-HATILAH ANDA DARI BAHAYANYA AJARAN SYIAH YG SESAT * pendiri ajaran syiah yg sesat adalah Iran yaitu negri terkutuk yg penuh fitnah dan bencana. dimanapun negara yg disitu dihuni oleh pemimpin /rakyatnya banyak syiahnya disitu pula banyak terjadi perang serta pertumpahan darah. Lebanon,yaman ,Irak,Iran,suriah yg hancur2an bahkan di BOM oleh yahudi .. jgn2 yahudi ngebom suriah disuruh Iran. krn Iran dan yahudi sami mawon dll

      • *AJARAN SYIAH SELAMANYA SESAT SAMPAI HARI KIAMAT* bahkan kerusuhan sdh merambah ke negri tercinta Indonesia, Malang,pasuruan, jember,lombok, sampang madura, ini akibat dari faham sesat syiah yg mulai meracuni para anak2 yg mayoritas adalah NU ahli sunah wal jamaah. INGAT..! syiah bukan ahli sunah wal jamaah. tp syiah ajaran sesat dari negri terkutuk Iran. waspadalah anda dari penyusupan yg dilakukan oleh ustad-ustad syiah yg berusaha masuk ke mushala/masjid2 NU bahkan masuk ke kampung anda. Ciri-cirinya adalah mengaku ahlul bait padaha mulutnya bohong alias dusta

      • Para Ikhwan yang anti Syiah, terjemahan Al Qur’an di As-Syura 23, anda ga sadar, tapi seolah=olah sudah hatam, coba baca terjemahan srt dan ayat itu, adalah “Tukar Gulin dari Rosul ke Umatnya”, yaitu : ” Aku dengan dakwah Islam ini tidak butuh upah dari kalian, kecuali mawaddah fil Qurba—Pakai al/the ini menunjuk ke Rosul, pakay ya-nisbath–artinya “KU”—Qurba–Superlatif/Isim muta’adhi—-Keluargaku yang sangat-sangat dekat sekali—-Ali, Fatimah Hasan dan Husein—-“, semuanya teraniaya oleh Abubakar, Umar dan Usman plus Khalifah Bandit Bani Umayyah dan Abassiyah–malah 80% Keluarga Rosul mati diracun, dan Umat menamininya dengan bangga menjadi “Ahli Sunnah Wal Jamaah–Yang dilahirkan oleh Bani Umayyah pada abad 42H yang disebut Tahun “Jamaah” . Wow, hebat bangga yah berkelompok dengan Pembasmi Keluarga Rosul—Tanpa Anda sadari anda sedang menginjak-injak Hak Rosul, namun anda malah bangga dengan Musuhnya—Dimana nilai kewarasan, anda wahai Para Mukmin Sejati—Nikmatilah Surgamu yang akan disongsong oleh Para Dhalimin untuk berterima kasih kepada Anda untuk tidak mendukung Keluarga Rosul—Kalau kalain tahu siapa Ahlul Bayt, coba sebutkan satu persatu dan jumlah disebutkan 12 Khalifah/Amir di Buchori dan Muslim, tanya dong ama guru anda siapa mereka, pasti mereka bungkap sejuta bahasa–alias dijawab sambil manyun akhirnya “STROKE”. Salam

    • Belum tahu ilmunya aja, udah sok tahu, nanti kalau sudah tahu nangis darahpun nilainya rendah sekali, dan anda juga Islam Syiah Muawiyah, Khalifah Bandit yang telah membunuhi Keluarga Rosul, tanpa Umat mengetahui dan ini Kehebatan Bani Umayyah, Coba Renungkan Ucapan Imam Ali : ” Tatkala ditanya ttg makna Sunnah, Bid’ah, Jamaah, dan Furqoh (Perpecahan), Imam Ali as berkata, ‘Demi Allah, Sunnah adalah Sunnah Muhammad saw; Bid’ah adalah yang memisahkan dri dari sunnahnya; Demi Allah, Jamaah adalah bergabung bersama-sama orang-orang yang berada dalam KEBENARAN, kendati Jumlahnya SEDIKIT (Nah yang sedikit siapa???) dan FURQOH adalah bergabung bersama-sama orang-orang yang berada dalam KEBATILAN, mesti jumlah mereka itu BANYAK (Nah Yang banyak itu siapa?)—disinilah bukti bahwa Pewaris Risalah Rosul adalah Maksum, sehingga dengan intuitifnya, bisa membaca kedepan dan ini sudah dibuktikan di Lapangan Kehidupan nyata ini”—Dan Kebanyakan Manusia menuju KESESATAN, ini sudah terbukti, bagaimana antum sudah masih betahkah dengan yang Mayoritas tapi sesat—-Mana ada agama ditegakkan melalui Pembunuhan dan Anarkis, itumah Agama Para Sahabat yang membangkang Rosul, maka jadilah Sebagian Umat ini menjadi Anarkis terutama Sarafi-Salafusholihin–Ciptaan Ibnu Taimiyah dan muridnya Ibnu Qayyim Jauziyah. Salam

      • Fakta seorang Yahudi bernama Abdullah bin Saba’ Al Himyari adalah pendiri Aliran Syi’ah yang menyatakan bahwa Kalifah / Imam / Pimpinan setelah Nabi.saw wafat adalah Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu, serta menyatakan
        Khalifah Abu Bakar, Umar, Utsman telah mengambil alih kedudukan tersebut.

        Kekufuan Aba’ berkembang sampai kepada menuhankan Ali bin Abi Thalib. Berhubung hal itu suatu kebohongan, maka diambil tindakan oleh Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu, yaitu mereka dibakar, lalu sebagian mereka melarikan diri ke Madain.

        Kesimpulannya Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu, tidak sepakat / tidak sejalan dengan Kebohongan Abdullah bin Saba’ Al Himyari.

        Semntara Mereka mengagungkan Ali.ra sebagai modal doktrin Syi’ah,
        Sedangkan Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu tidak demikian, bahkan membakar mereka yang berfaham Syi’ah

        Artinya apa…sejak jaman Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu
        SYI’AH TELAH DINYATAKAN SESAT.
        Apa lagi sekarang….?

        Tentang Konsep kelompok yg sedikit ..?..jangan seperti katak dalam tempurung….di Iran…pusatnya Syi’ah HITUNG…!
        Begitulah Syi’ah ber-taqqiah / berbohong merupakan Ibadah…!??

        Kalau tidak Bohong maka bukan Syi’ah….!

  2. percuma kita ber-agama, jika ketika kita hanya mampu mengsesatkan orang lain selain daripada golongan kita..

    • bung,,,fatwa sesat itu untuk menjelaskan yang haq dan bathil bukan untuk mengagungkan golongan,ngaji dong biar g sesat.

  3. ajhir : percuma kita ber-agama, jika ketika kita hanya mampu mengsesatkan orang lain selain daripada golongan kita..

    tidak ada sesat mengsesatkan, yang ada adalah sesat, jika agama seperti itu secara dalil atau apapun sudah sesat maka kita anggap sesat, kita tidak mengsesatkan, memang dia yang sesat, karena faham dan ajaran mereka mengajak pada keburukan… jadi jangan katakan lagi mengsesatkan.. karena jika memang seperti itu pemahaman anda, berarti anda sama saja mengatakan semua ajaran dan agama adalah benar…. saya sebagai muslim sunni menyatakan bahwa syi’ah sesat, karena apa ? semuanya jelas, aqidah mereka sesat. kecuali jika saya mengatakan saudara saya sendiri yang satu keyakikan dan aqidah dengan saya sesat, berarti saya termasuk golongan orang yang hanya mampu mengsesatkan orang lain.

    • Kesesatan aqidah syiah ini betul betul harus di perhatikan. Mereka bukan lg sesat tp kafir diatas kafir. Bgmn tidak ..? Kalau diperhatikan dng ilmu fiqh atau syar’iah- susah untuk membahas aqidah ini. Tapi kl di bahas dan dikupas dng ilmu tauhid. Subhanallah kita akan bisa mengambil keputusan bahwa aqidah ini betul betul sesat. Allah mempunyai sifat yng lengkap. Siifat 20 yang wajib dan sifat 20 yg mustahil.,dan 1 sifat jaiz. Allah itu maha maha dan maha akbar. Allah terjaga dari sifat kekurangan. Allah itu qodim dan ciptaan itu muhaddas. Jelas jelas aqidah syiah mencerca sahabat nabi. Seprti abu bakar, usman bin affan, umar bin khottob. Sedangkan mereka itu diangkat oleh Allah dan diberi gelar oleh Allah yaitu geular Radiallahhuanhu. Mustahil Allah mengangkat seorang sahabat nabi yng di beri gelar radiaallhuanhu. Dan Allah memerintahkan Rasulullah untuk mengangkat mereka menjadi khalifah. Mustahil Allah salah mengangkat khalifah seperti abu bakar yng diberi gelar radiallahuanhu, dan aqidah syiah melaknat abu bakar. Secara otomatis mereka jg melaknat Allah. Dan mereka jg melaknat jibril yng mana malaikat jibril salah dan ingkar kpd Allah, bahwa jibril salah menurunkan wahyu. Allah memerintahkan jibril untuk menurunkan wahyu kepada Ali bn Abi thalib, tp jibril menurunkan kepada Rasulullah. Sudah jelas jelas Allah memerintahkan jibril untuk menurunkan wahyu kepada Rasululah.,jadi mustahil jibril itu salah dan ingkar kpd Allah., apabila syiah melaknat jibril berarti syiah itu sudah melaknat Allah’, krn mustahil Allah salah mengangkat dan menciptakkan malaikat jibril yng pendusta. Kl sudah bgni apakah syiah itu msh dikatakan beriman kpd Allah., jawabannya adalah tidak. Mereka tidak beriman kpd Allah. Lawan dari iman itu apa..? Qt akan menjawab KAFIR DATAS KAFFIR. Dan tempat mereka di neraka jahanam.

      • saya setuju Wahabi “Khawarij” modern.
        Wahabi “Khawarij” kalau ngomong tidak ada lain Kafir, Bid’ah, Sesat dan Bunuh.
        — Kafir, Bid’ah, Sesat dan Bunuh !
        — Kafir, Bid’ah, Sesat dan Bunuh !
        — Kafir, Bid’ah, Sesat dan Bunuh !
        Ulama Khawarij Wahabi yg di pelajari hanya “Kafir, Bid’ah, Sesat”
        Walau Pusatnya di Mekah dan Madinnah tidak satupun Ulama Wahabi yang menjadi ahli Tafsir TErkenal dan Ahli Syirah serta Ahli Balaghah. masih hebat negara ini banyak melahirkan ulama2 hebat, antara lain Quraisy Shihab, yg telah terkenal karya-karya monumental di manca negara. Kalau Ulama Wahabi Khawarij kitab-kitabnya tidak jauh-jauh dari judul –Kafir, Bid’ah, Sesat–.
        Khawarij Wahabi seperti KATAK DALAM TEMPURUNG, yg tahunya doktrin dari ulamanya ini kafir kata ulamanya ramai-ramai mengatakan kafir, padahal dalam Tempurung, ngomong kafir,sesat dan bid’ah eh tak taunya DIRINYA SENDIRI BERGELIMANG DENGAN KEMUNAFIKAN AGAMA, utk menutupi KESESATANNYA.
        “Khawarij Wahabi” inilah Dalang Teroris di Indonesia, yg mudah mengambil Hak nyawa orang lain karena tidak sesama aliran.

    • Betul sekali pendapat anda.dia sesat karena dirinya sendiri,yg aku khawatirkan kalu mereka mempengaruhi dari golongan kita…

  4. yang paling ketara sekte si’a itu menyimpang adalah tidak mengakuinya kalifah yang 3 sebelumnya : ABU BAKAR SIDIQ ( di juluki siddiq ,lurus, jujur n benar n nabi yng memberi julukan), UMAR BIN KHATAB (al faruq pemisah atara yang haq n yang batil) , USMAN BIN AFFAN (salah seorang sahabat yng derwaman n zuhud) .

  5. Abdullah bin saba’ itu orang yahudi lho. Kok anda kaum syi’ah mengikuti orang yahudi. Jelas-jelas yahudi, nasrani, majusi itu tidak senang dengan Islam sampai dunia kiamat. Seharusnya syi’ah itu bukan lah Islam tetapi adalah Yahudi laknatullah. Wassalam

    • @ zul afni indra al Khawarij
      saya mau tanya sejak kapan wahabi muncul ? kalau ahlul sunnah muncul setelah asy’ari keluar dari mu’tazilah bersama gurunya yg diikuti pemikirannya oleh Mathuridi.

  6. Syi’ah pada awal berdirinya memang seperti tertulis di atas, tapi pada perkembangannya menjadi aliran yang semakin jauh dari Islam bahkan memusuhi Islam itu sendiri karena dendam kesumat kaum majusi parsi yang ditaklukkan Islam pada zaman khalifa Umar. Makanya Umar bin Khattab adalah musuh besarnya. Bukti dari ini Abu Lu’lu’ah majusi sipembunuh Umar menadapat tempat terhormat di kalangan syiah sebagai pemuda gagah perkasa. makamnya (simbol makam) dibuat bangunan mewah dan diziarahi.

    Kalau ada orang yang baru “memeluk” agama syiah dan mengatakan semua itu bohong besar, maka sebetulnya ini bagian dari doktrin awal. Pada tingkat awam agama syiah akan nampak sama dengan agama Islam, bahkan akan mengesankan bahwa orang orang Islam itu jahat kepada ahlul bait. Kaum syiah seperti pembela ahlul bait yang teraniaya oleh ummat Islam. Dengan cara cara seperti ini syiah banyak menarik orang yang tidak tahu atau sedikit tahu tentang sejarah Islam. Kebohongan sejarah ini memegang peranan penting dalam membolak balikkan fakta.

    Syiah sebetulnya agama penghianat ahlul bait tapi mengaku penyelamat ahlul bait dengan cara memutar balikkan fakta sejarah…. !!! Orang awam akan simpati dan dengan mudah akan menjadi militan mengikuti syiah dengan alasan pembela keturunan nabi Muhammad. (yang benar keturunan Ali bin Abithalib, karena nabi tidak memberi keturunan dari anak laki laki).

    Penghinaan syiah kepada Islam yang paling nyata adalah ucapan kotor mereka tentang isteri nabi Aisyah, sahabat nabi Abubakar, Umar dan Usman. Logika kita berkata mana mungkin nabi yang selalu dibimbing oleh Allah dalam setiap langkahnya salah pilih istri dan sahabat sahabat yang pemberani menegakkan Islam.

    Tujuan syiah menjelek jelekkan sahabat nabi dan istri nabi, sengaja untuk melemahkan Islam. Bukti bukti ini sangat nyata. yang paling sederhana adalah kedekatan syiah dengan yahudi. Belum pernah ada dalam sejarah syiah berperang dengan yahudi, mana mungkin ” jeruk makan jeruk”

    • eh Khawarij Wahabi, Jgn Asal fitnah Ulama dan Raja Kalian yg menari dan bercengkrama dgn Presiden Amerika. Mana Ulama kalian fatwanya ketika Amerika mendirikan Pangkalan Militer di Arab Saudi. Sekte Khawarij Wahabi ini Nunjuk Tahi org di seberang lautan bau tapi mereka tidak tahu Hidungnya sendiri Bau Nanah.
      lain kali kalau nulis pake argumen dan data jgn abal2 seperti tidak berpendidikan.
      mau lihat jelas di Comment “Apa jadinya, Jika Presiden Indonesia Umar bin Khatab.
      https://votreesprit.wordpress.com/2012/07/27/apa-jadinya-jika-presiden-indonesia-umar-bin-khattab/#comment-2010

      • saya tk faham apa itu syiah, khawarj, wahabi, tapi bahasa dan comentar kamu benar kacau tidak tertata dan tidak runtun… sy g mau kasar sama kamu ahh…. takut kamu marah….

      • bismillah..afwan ana numpang coment ya…kalaw ant menanggapi sesuatu dengan emosi berart antum sudah jauh dari ahlak RAsulullah SAW yg menjadi panutan seluruh umat manusia, seluruh umat bukan hanya muslim saja…contoh dekat HAbib munzir al musawwa…ketika di hujat beliau menanggapi dengan senyum padahal beliau punya massa sangat banyak..hadapi segala sesuatu dengan hati yg dingin dan argument yg bijaksana…

  7. boleh2 saja syiah ada di dunia tapi harus menyatakan agama sendiri,,jangan pakai embel2 islam…karena syiah sudah keluar dari islam…@anonymous: kok bisa anda mengatakan tidak benar ??mungkin karena anda simpatisan atau berpikir dengan sudut pandang syi’ah…apa anda tidak merasa aneh..kenapa harus mengikuti abdullah bin saba'(yahudi .red)?yahudi adalah pembunuh nabi2 Allah,,kita sudah tau mereka semua berhutang darah kepada orang2 yang sholeh dan ber-tauhid ..maka dari itu lebih baik kita kembali kepada islam dengan ikhlas menjalankan perintah dan menjauhi larangan Allah.

    • like tthis.
      syiah boleeeehh bangeett ada, asal jgn pake Islam. Islam ya Islam. Syiah ya Syiah. tapi agama yg diridhoi Allah = Islam ._.

      • Syiah klo ngomong emg kaya org gk pernah sekolah..emosional dan tdk tertata..gimana kita mau pake pendapatnya..kita tinggal tanya pendiri syiah siapa sih kok pengikutnya ngomongnya egk santun…berargumen yg santun meskipun brtentangan,kita egk pernah kenal wahabi,sunni,syiah dll,kami islam tuhan kami Allah Swt dan nabi kami Muhammad Saw dan tdk dari aliran 2 yg kami pegang hanya Al qur’an dan Sunnah

  8. Dizaman setelah rasulullah yaitu zaman sahabat ada sebuah sekte yg bernama KHAWARIJ yg selalu mengkafirkan dan membunuh kaum muslim waktu itu namun sekte ini kemudian punah dan dipunahkan. Pemikiran KHAWARIJ masih terus berlangsung salah satunya IBNU TAYMIAH yg dianggap sebagai pewaris KHAWARIJ, meninggal IBNU TAYMIAH diwariskan kepada pewarisnya IBNU Qayim aljauziah yg mulai menyebarkan faham sekte ini, +/- 120 tahun belakangan Sekte KHAWARIJ telah banyak pengikut mulailah mereka bangkit melakukan pembrontakan dengan IMAM MUHAMMAD BIN ABDUL WAHAB dan panglima bernama IBNU SAUD. setelah menaklukkan Haramain (mekkah dan madinnah) jutaan muslim telah mereka bunuh untuk kebangkitan ini, sekarang ini mereka menguasai semenanjung arab dan membuat negara yaitu ARAB SAUDI / SAUDI ARABIA dan mengganti sekte mereka dengan nama sekte SALAFI atau WAHABI atau KHAWARIJI, untuk mendapat simpati masyarakat dunia islam internasional mereka lebih memilih menggunakan sekte SALAFI.

  9. @mas irvan : saya sangat keberatan kalau anda menyamakan salafi dengan khawarij,,anda seperti pembenci ahlussunnah (yaitu pengikut Rasulullah yang memurnikan islam dengan assunnah dan alquran)..anda seperti tidak mengerti sejarah atau mungkin anda menggunakan sudut pandang orang2 syiah dalam mengomentari,,,
    kelihatan karena sudah pasti bahwa syi’ah itu membenci khawarij, membenci ahlussunnah wal jama’ah dan membenci salafi, tetapi khawarij sendiri membenci semua aliran diluar khawarij bahkan mengkafirkan mereka,,,jangan2 anda ini simpatisan syi’ah ya??

    • bismillah..Rasulullah SAW panutan seluruh umat manusia selalu mengajarkan para sahabtnya untuk berlaku bijaksana….kalaw anda tahu syiah dan khawarij tidak sama..jelaskan dengan seksama jangan pakai emosi akhinal kiraam..dan jangan menuduh karena akan jadi fitnah…..

  10. @nurul hidayat & akbar : untuk jelasnya tentang sejarah islam sebaiknya anda membaca kitab sejarah dan tarikh seperti karangan: Muhammad ibn Ishaq bin yasar bin Khiyar (Sirah), Ibnu Wadih al-Ya’qubi ( Sirah), Abu Abdullah Muhammad ibn Umar al-Waqidi (al-Maghazi), Abu Abdullah Muhammad ibn Sa’ad bin Mani al-Bashri al-Hasyimi (al-Thabaqat al-Kubra), Abu Ja’far Muhammad ibn Jarir Ibn yazid ath-Thabari al-’Amuli (Tarikh al-Umam wa’l-Muluk, Tarikh al-Rusul wa’l-Muluk’) Ibn al-Maghazali al-Syafi’i (Manaqib), Ibn Qutaibah ( al-Imamah wa al-Siyasah), Mutaqqi al Hindi (Kanzul-’Ummal Sunan al-Aqwal wa’l-Af ‘al), Ahmad bin yahya bin Jabir al-Baladzuri (Ansab al-Asyraf). Muhammad Syahrastani (milal wan nihal), ‘Izzuddin Abu Hamid bin Abil Al Husain Hibatullah bin Muhammad bin Muhammad bin Al Husain bin Abil Hadid al-Mada’ini Mu’tazili (Saqifah), Suleman bin Ibrahim al-Qandozi al-Hanafi (ya nabi mawaddah).
    Anda berdua terkesan tersinggung dengan penyamaan Salafi (wahabi) dengan Khawarij, sekte mana yg kesana kesini mengatakan Bid’ah, Sesat, dan Kafir? Baca surah yasiin dikubur dikatakan Bid’ah Sesat, Maulud Nabi dikatakan Bid’ah Sesat (menyambut hari kemerdekaan Arab Saudi dan kematian King Abdul Aziz boleh), Tahlil dikatakan Bid’ah Sesat, pergi Ziarah ke Makam orang Alim dikatakan Bid’ah Sesat, yang sesat pasti kafir orang kafir darahnya halal itukan ajaran salafi wahabi, sama tidak dengan khawarij (sama tidak ada bedanya). Kalau anda mau baca Sejarah Muhammad bin Abdul Wahab dan King Saud.

    • (Bagian I)
      Paham Wahabi dinisbatkan kepada Muhammad putra Abdul Wahhab dari Najd. Penisbatan ini diturunkan dari nama ayahnya yaitu Abdul Wahab. Sebagaimana para ilmuwan menempatkannya, hal ini menjadi alasan mengapa paham ini tidak disandarkan kepada Ibn Abdul Wahhab sendiri dan tidak dinamakan “Muhammadiyah” karena kekhawatiran atas pengikut keyakinan ini kalau menganggap sekte ini memiliki hubungan dengan nama Nabi Muhammad Saw dan bisa menyalahgunakan penisbatan ini. [1]
      Ibn Abdul Wahhab lahir pada tahun 1115 H di kota ‘Uyaynah yang terletak di wilayah Najd. Ayahnya adalah seorang kadi (hakim agama) di kota itu. Sejak masa kecilnya, Ibn Abdul Wahhab memiliki minat yang sangat besar terhadap buku-buku tafsir, hadis, dan prinsip-prinsip keimanan (akidah).
      Dia mempelajari fikih mazhab Hanbali dari ayahnya yang merupakan salah seorang ulama mazhab Hanbali. Sejak perkembangan usianya yang masih remaja, Ibn Abdul Wahhab memandang kegiatan-kegiatan ibadah keagamaan penduduk kota Najd saat itu sebagai hal yang menyimpang.
      Usai melaksanakan haji di Makkah, dia melanjutkan pergi ke Madinah. Di sana Ibn Abdul Wahhab menentang praktik kaum Muslim yang bertawasul kepada Rasulullah Saw yang terletak bersebelahan dengan makam suci beliau.
      Kemudian dia kembali ke Najd, lalu dari sana dia berangkat lagi ke Basrah dengan maksud di mana setelah itu akan meninggalkan Basrah menuju ke Damaskus.
      Ibn Abdul Wahhab menetap beberapa lama di Basrah dan mulai menentang praktik keagamaan yang dilakukan penduduk setempat. Akan tetapi, penduduk Basrah mengusirnya dari kota mereka.
      Selama dalam perjalanan dari Basrah menuju kota Zubayr, dia hampir saja binasa karena panas yang menyengat, rasa haus, dan jalan yang panjang sejauh mata memandang di gurun tandus padang pasir.
      Tetapi seseorang dari kota Zubayr, dengan melihat penampilan pakaian jubah Ibn Abdil Wahhab seperti seorang ulama, berusaha menyelamatkan hidupnya. Dia memberi Ibn Abdil Wahhab seteguk air, membopong lalu membawanya ke kota Zubayr.
      Ibn Abdil Wahhab berkeinginan melanjutkan perjalanan dari Zubayr ke Damaskus, namun dia tidak mempunyai bekal yang memadai dan tidak dapat mengusahakan biaya selama perjalanan, lalu mengubah tujuannya dan menuju ke arah kota Al-’Ahsa. Dari sana dia memutuskan pergi ke Huraymalah, salah satu dari kota-kota di wilayah Najd.
      Saat itu tahun 1139 H, ayahnya, Abdul Wahab telah dipindahkan dari kota Uyainah ke kota Huraymalah. Ibn Abdul Wahhab menemani ayahnya dan mempelajari isi buku-buku dari ayahnya.
      Dia berencana mulai menyebarkan pahamnya dengan menyampaikan penolakan terhadap keyakinan penduduk Najd. Karena alasan ini, timbul ketidaksetujuan serta argumentasi dan perdebatan yang panas antara anak dan ayah.
      Dalam persoalan yang sama, pertengkaran serius dan keras meledak antara dia dan penduduk Najd. Kejadian ini berlangsung selama beberapa tahun sampai ayah Ibn Abdul Wahhab, yaitu Syekh Abdul Wahab, meninggal dunia pada tahun 1153 H. [2]
      Sejak ayahnya wafat, Ibn Abdul Wahhab mulai bergerak menyebarkan keyakinan agamanya sendiri serta menolak praktik keagamaan para penduduk yang mayoritas Muslim Ahlus Sunnah wal Jama’ah. Sekelompok orang dari Huraymalah mengikutinya dan kegiatan dakwahnya mendapatkan popularitas dan terkenal. Kemudian dia berangkat dari Huraymalah menuju kota Uyaynah. Pada masa itu, Utsman bin Hamid adalah kepala daerah kota Uyaynah. Utsman menerima Ibn Abdil Wahhab dan menghormatinya serta membuat keputusan untuk membantunya. Sebaliknya Ibn Abdil Wahhab juga mengungkapkan harapan agar seluruh penduduk kota Najd akan patuh kepada Utsman bin Ahmad. Berita tentang seruan dan kegiatan dakwah Ibn Abdil Wahhab sampai kepada penguasa kota Al-’Ahsa. Penguasa menulis sepucuk surat kepada Utsman.
      Konsekuensi dari penulisan surat itu ialah bahwa Utsman menyampaikan perintah agar Ibn Abdil Wahhab membubarkan aktivitas dakwahnya. Ibn Abdil Wahhab dalam balasannya menjawab bahwa “Jika engkau menolong saya, maka engkau akan kami jadikan pemimpin seluruh wilayah Najd”. Akan tetapi, Utsman menghindar darinya serta mengusirnya keluar dari kota Uyaynah.
      Pada 1160 H, setelah dipaksa keluar dari kota Uyaynah, Ibn Abdil Wahhab berangkat menuju kota Duriyyah (al-Dar’iyyah), salah satu kota yang termasyhur di wilayah Najd. Saat itu Muhammad bin Sa’ud (datuk dari raja-raja Saudi Arabia) adalah amir (penguasa) kota Duriyyah.
      Dia pergi menemui Ibn Abdil Wahhab dan memuliakan serta bersikap sangat baik kepadanya. Ibn Abdil Wahhab juga memberi janji kekuasan serta dominasi kepadanya atas seluruh kota di Wilayah Najd. Dengan cara inilah, hubungan antara Ibn Abdil Wahhab dan Ibn Sa’ud terjalin. [3]
      Ketika Ibn Abdil Wahhab pergi ke Duriyyah dan membuat kesepakatan dengan Muhammad bin Sa’ud, penduduk kota Duriyyah hampir seluruhnya hidup dalam kemelaratan dan sangat membutuhkan bantuan uluran tangan.
      Dari informasi Utsman Ibn Bisyr al- Najdi, sejarawan al-Alusi mencatat bahwa :
      “Saya (Ibn Bisyr) pada awalnya menyaksikan kemiskinan penduduk kota Duriyyah. Dia telah melihat kota itu pada masa Sa’ud, ketika penduduknya telah menikmati kemakmuran yang berlimpah, senjata-senjata mereka dihiasi dengan emas dan perak serta mereka menunggang kuda-kuda peranakan keturunan murni. Memakai pakaian mewah dan dilengkapi dengan segala sesuatu yang menandakan kemakmurannya, sebegitu berlimpah-ruahnya harta benda mereka sehingga tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata.
      Suatu hari di pasar rakyat dalam kota Duriyyah, saya melihat seorang pria dan wanita jalan bergandengan. Di pasar itu terdapat banyak sekali emas, perak senjata-senjata dan sejumlah besar unta, domba, kuda, pakaian mewah, daging yang bertumpuk-tumpuk, terigu, serta bahan makanan, di mana-mana bertebaran sehingga tidak mungkin bisa dihitung satu per satu. Lokasi pasar rakyat terhampar sejauh mata memandang. Dan saya dapat mendengar suara para pembeli dan penjual, suara yang berdengung seperti suara dengungan lebah. Salah seorang dari mereka biasa berkata, “Saya jual (barang-barang saya), “ dan yang lain akan berkata, “Saya beli.” [4]
      Tentu saja Ibn Bisyr tidak memperhitungkan dengan cara bagaimana dan dari mana semua kemakmuran yang luar biasa ini diperoleh. Tetapi banyak catatan sejarah mengindikasikan bahwa itu semua dikumpulkan dengan cara merampok dan menyerang kaum Muslim dari kabilah-kabilah lain serta daerah-daerah perkotaan yang tidak bersedia mengubah atau menerima keyakinan mereka. Menyangkut harta rampasan perang yang diambil Ibn Abdil Wahhab dari kaum Muslim di daerah itu, fatwanya adalah menggunakan harta itu dengan cara sesuka hatinya.
      Pada masanya, dia menghadiahkan hanya kepada 2 atau 3 orang saja dari semua harta rampasan perang, padahal jumlahnya sangat banyak. Tak peduli apa harta rampasan perang itu, semuanya berada dalam kepemilikan Ibn Abdil Wahhab. Dan Ibn Sa’ud sebagai Amir Najd bisa mendapatkan bagian dari harta rampasan perang itu hanya dengan seizin Ibn Abdil Wahhab. Salah satu kerusakan yang terbesar selama masa kehidupan Ibn Abdil Wahhab adalah suatu hal sangat nyata, bahwa dia menganggap kafir kepada siapa pun termasuk kaum Muslim lainnya yang tidak mengikuti keyakinannya dan menghalalkan darah mereka, sehingga kaum Muslim yang tidak sepaham dengannya harus diperangi!
      Singkatnya, Muhammad bin Abdul Wahab menyerukan kepada masyarakat tentang tauhid namun tauhid yang dia serukan adalah tauhid yang keliru. Siapa saja yang taat maka akan memiliki jaminan kekebalan sepanjang hidupnya, dan harta miliknya akan aman Sementara itu, orang yang melarat kehidupannya harus dibunuh seperti orang kafir dan harta miliknya boleh diambil karena sesuai ajaran agama adalah halal dan diperbolehkan.
      Peperangan-peperangan yang dilancarkan kaum Wahabi adalah perang di dalam dan di luar wilayah Najd, seperti Yaman, Hijaz, daerah sekitar Suriah dan Irak yang merupakan basisnya. Setiap kota yang mereka taklukkan lewat perang dan berada dalam kekuasaan mereka, adalah halal dan sah menurut pandangan “agama” mereka. Jika mereka mampu menaklukkan, maka akan ditetapkan sebagai hak milik mereka. Bila tidak, maka mereka membawa pulang harta rampasan yang mereka jarah. [5]
      Siapa yang taat kepada ajarannya dan mendengarkan seruannya maka harus berbaiat (berjanji setia) kepadanya. Bila melawan, maka harus dibunuh dan harta miliknya dibagi-bagikan. Atas dasar politik ini, contohnya, mereka membantai 300 laki-laki dari suatu perkampungan yang bernama Al-Fusul, yang terletak dalam wilayah kota Al-’Ahsa dan menjarah harta milik mereka. [6] (Bersambung)
      Catatan Kaki:
      [1] Farid Wajdi, Da’irat al-ma’arif al-qarn al-‘ishrin, Jil. 10, hlm. 871, quoting from the magazine Al-Muqtataf, Jil. 27, hlm. 893.
      [2] Ringkasan dari Kitab Ta’rikh Najd karya al-‘Alusi, hlm. 111-113.
      [3] Ta’rikh Baghdad, hlm. 152, di sana tercatat asala muasal terjadinya hubungan antara Ibn Abdil Wahhab dengan Keluarga Ibn Sa’ud dengan jalan lain
      [4] Al-‘Alusi, Ta’rikh Najd, hlm. 117-118.
      [5] Jazirat Al-‘Arab Fi Al-Qarn Al-‘Ishrin, hlm. 341.
      [6] Ta’rikh Al-Mamlakat Al-‘Arabiyyah Al-Sa’udiyyah, Jil. 1, hlm. 51.

      (Bagian II)
      KERAJAAN SAUDI-WAHHABI KE-II : 1843-1891
      “Walaupun kebengisan fanatis Wahabisme berhasil dihancurkan pada 1818, namun dengan bantuan Kolonial Inggeris, mereka dapat bangkit kembali. Setelah pelaksanaan hukuman mati atas Imam Abdullah al-Saud di Turki, sisa-sisa klan Saudi-Wahhabi memandang saudara-saudara Arab dan Muslim mereka sebagai musuh yang sesungguhnya (their real enemies) dan sebaliknya mereka menjadikan Inggeris dan Barat sebagai sahabat sejati mereka.” Demikian tulis Dr. Abdullah Mohammad Sindi *]
      Maka ketika Inggeris menjajah Bahrain pada 1820 dan mulai mencarai jalan untuk memperluas area jajahannya, Dinasti Saudi-Wahhabi menjadikan kesempatan ini untuk memperoleh perlindungan dan bantuan Inggeris.
      Pada 1843, Imam Wahhabi, Faisal Ibn Turki al-Saud berhasil melarikan diri dari penjara di Cairo dan kembali ke Najd. Imam Faisal kemudian mulai melakukan kontak dengan Pemerintah Inggeris. Pada 1848, dia memohon kepada Residen Politik Inggeris (British Political Resident) di Bushire agar mendukung perwakilannya di Trucial Oman. Pada 1851, Faisal kembali memohon bantuan dan dukungan Pemerintah Inggeris. 10]
      Dan hasilnya, Pada 1865, Pemerintah Inggeris mengirim Kolonel Lewis Pelly ke Riyadh untuk mendirikan sebuah kantor perwakilan Pemerintahan Kolonial Inggeris dengan perjanjian (pakta) bersama Dinasti Saudi-Wahhabi.
      Untuk mengesankan Kolonel Lewis Pelly bagaimana bentuk fanatisme dan kekerasan Wahhabi, Imam Faisal mengatakan bahwa perbedaan besar dalam strategi Wahhabi : antara perang politik dengan perang agama adalah bahwa nantinya tidak akan ada kompromi, kami membunuh semua orang . 11]
      Pada 1866, Dinasti Saudi-Wahhabi menandatangani sebuah perjanjian “persahabatan” dengan Pemerintah Kolonial Inggeris, sebuah kekuatan yang dibenci oleh semua kaum Muslim, karena kekejaman kolonialnya di dunia Muslim.
      Perjanjian ini serupa dengan banyak perjanjian tidak adil yang selalu dikenakan kolonial Inggeris atas boneka-boneka Arab mereka lainnya di Teluk Arab (sekarang dikenal dengan : Teluk Persia).
      Sebagai pertukaran atas bantuan pemerintah kolonial Inggeris yang berupa uang dan senjata, pihak Dinasti Saudi-Wahhabi menyetujui untuk bekerja-sama/berkhianat dengan pemerintah kolonial Inggeris yaitu : pemberian otoritas atau wewenang kepada pemerintah kolonial Inggeris atas area yang dimilikinya.
      Perjanjian yang dilakukan Dinasti Saudi-Wahhabi dengan musuh paling getir bangsa Arab dan Islam (yaitu : Inggeris), pihak Dinasti Saudi-Wahhabi telah membangkitkan kemarahan yang hebat dari bangsa Arab dan Muslim lainnya, baik negara-negara yang berada di dalam maupun yang diluar wilayah Jazirah Arab.
      Dari semua penguasa Muslim, yang paling merasa disakiti atas pengkhianatan Dinasti Saudi-Wahhabi ini adalah seorang patriotik bernama al-Rasyid dari klan al-Hail di Arabia tengah dan pada 1891, dan dengan dukungan orang-orang Turki, al-Rasyid menyerang Riyadh lalu menghancurkan klan Saudi-Wahhabi.
      Bagaimanapun, beberapa anggota Dinasti Saudi-Wahhabi sudah mengatur untuk melarikan diri; di antara mereka adalah Imam Abdul-Rahman al-Saud dan putranya yang masih remaja, Abdul-Aziz. Dengan cepat keduanya melarikan diri ke Kuwait yang dikontrol Kolonial Inggeris, untuk mencari perlindungan dan bantuan Inggeris.
      KERAJAAN SAUDI-WAHHABI KE III (SAUDI ARABIA) : 1902 – ?
      Ketika di Kuwait, Sang Wahhabi, Imam Abdul-Rahman dan putranya, Abdul-Aziz menghabiskan waktu mereka “menyembah-nyembah” tuan Inggersi mereka dan memohon-mohon akan uang, persenjataan serta bantuan untuk keperluan merebut kembali Riyadh. Namun pada akhir penghujung 1800-an, usia dan penyakit nya telah memaksa Abdul-Rahman untuk mendelegasikan Dinasti Saudi Wahhabi kepada putranya, Abdul-Aziz, yang kemudian menjadi Imam Wahhabi yang baru.
      Melalui strategi licin kolonial Inggeris di Jazirah Arab pada awal abad 20, yang dengan cepat menghancurkan Kekhalifahan Islam Utsmaniyyah dan sekutunya klan al-Rasyid secara menyeluruh, kolonial Inggeris langsung memberi sokongan kepada Imam baru Wahhabi Abdul-Aziz.
      Dibentengi dengan dukungan kolonial Inggeris, uang dan senjata, Imam Wahhabi yang baru, pada 1902akhirnya dapat merebut Riyadh. Salah satu tindakan biadab pertama Imam baru Wahhabi ini setelah berhasil menduduki Riyadh adalah menteror penduduknya dengan memaku kepala al-Rasyid pada pintu gerbang kota. Abdul-Aziz dan para pengikut fanatik Wahhabinya juga membakar hidup-hidup 1.200 orang sampai mati. 12]
      Imam Wahhabi Abdul-Aziz yang dikenal di Barat sebagai Ibn Saud, sangat dicintai oleh majikan Inggerisnya. Banyak pejabat dan utusan Pemerintah Kolonial Inggeris di wilayah Teluk Arab sering menemui atau menghubunginya, dan dengan murah-hati mereka mendukungnya dengan uang, senjata dan para penasihat. Sir Percy Cox, Captain Prideaux, Captain Shakespeare, Gertrude Bell, dan Harry Saint John Philby (yang dipanggil Abdullah”) adalah di antara banyak pejabat dan penasihat kolonial Inggeris yang secara rutin mengelilingi Abdul-Aziz demi membantunya memberikan apa pun yang dibutuhkannya.
      Dengan senjata, uang dan para penasihat dari Inggeris, berangsur-angsur Imam Abdul-Aziz dengan bengis dapat menaklukan hampir seluruh Jazirah Arab di bawah panji-panji Wahhabisme untuk mendirikan Kerajaan Saudi-Wahhabi ke-3, yang saat ini disebut Kerajaan Saudi Arabia.
      Ketika mendirikan Kerajaan Saudi, Imam Wahhabi, Abdul-Aziz beserta para pengikut fanatiknya, dan para “tentara Tuhan”, melakukan pembantaian yang mengerikan, khususnya di daratan suci Hijaz. Mereka mengusir penguasa Hijaz, Syarif, yang merupakan keturunan Nabi Muhammad Saw.
      Pada May 1919, di Turbah, pada tengah malam dengan cara pengecut dan buas mereka menyerang angkatan perang Hijaz, membantai lebih 6.000 orang.
      Dan sekali lagi, pada bulan Agustus 1924, sama seperti yang dilakukan orang barbar, tentara Saudi-Wahabi mendobrak memasuki rumah-rumah di Hijaz, kota Taif, mengancam mereka, mencuri uang dan persenjataan mereka, lalu memenggal kepala anak-anak kecil dan orang-orang yang sudah tua, dan mereka pun merasa terhibur dengan raung tangis dan takut kaum wanita. Banyak wanita Taif yang segara meloncat ke dasar sumur air demi menghindari pemerkosaan dan pembunuhan yang dilakukan tentara-tentara Saudi-Wahhabi yang bengis.
      Tentara primitif Saudi-Wahhabi ini juga membunuhi para ulama dan orang-orang yang sedang melakukan shalat di masjid; hampir seluruh rumah-rumah di Taif diratakan dengan tanah; tanpa pandang bulu mereka membantai hampir semua laki-laki yang mereka temui di jalan-jalan; dan merampok apa pun yang dapat mereka bawa. Lebih dari 400 orang tak berdosa ikut dibantai dengan cara mengerikan di Taif. 11]
      (Bersambung)
      _______________________________________________________________
      * Dr. Abdullah Mohammad Sindi adalah seorang profesor Hubungan Internasional (professor of International Relations) berkebangsaan campuran Saudi-Amerika. Dia memperoleh titel BA dan MA nya di California State University, Sacramento, dan titel Ph.D. nya di the University of Southern California. Dia juga seorang profesor di King Abdulaziz University di Jeddah, Saudi Arabia. Dia juga mengajar di beberapa universitas dan college Amerika termasuk di : the University of California di Irvine, Cal Poly Pomona, Cerritos College, and Fullerton College. Dia penulis banyak artikel dalam bahasa Arab maupun bahasa Inggeris. Bukunya antara lain : The Arabs and the West: The Contributions and the Inflictions.
      _________________________________________________________________
      Catatan Kaki :
      [10] Gary Troeller, The Birth of Saudi Arabia: Britain and the Rise of the House of Sa’ud (London: Frank Cass, 1976), pp. 15-16.
      [11] Quoted in Robert Lacey, The Kingdom: Arabia and the House of Saud (New York: Harcourt Brace Jovanovich, 1981), p. 145.
      [12] Said K. Aburish, The Rise, Corruption and the Coming Fall of the House of Saud (New York: St. Martin’s Press, 1995), p. 14.
      [13] William Powell, Saudi Arabia and Its Royal Family (Secaucus, N.J.: Lyle Stuart Inc., 1982), p. 68.

      • @irvhan : jelas sekali anda menyarankan kitab2 tersebut yang ternyata ADALAH SYI’ah tulen..maaf mas saya keberatan …lebih baik saya baca shahih imam bukhari muslim , Alquran..dan kitab tabi’in /ulama2 ahlussunnah..wallahu a’lam

      • bismillah…walaupun bagaimana kita tetap mengakui keilmuan yang di miliki syaikh muhammad bin abdul wahhab..walaupun kita tidak sealiran dengan mereka…begitu juga ulama ulama yg lain yg sealiran dengan syaikh muhammad bin abdul wahhab…jangan sampai karena kebencian kita kepada satu orang semua kita sama ratakan…wassalam

  11. @akbar
    Ma’af mas, tolong dari kitab-kitab yang saya sebutkan, yang mana KITAB SYIAH? tolong tunjukkan satu diantaranya?
    Kitab-Kitab ini rujukan kami dari ahlussunnah as-syafi’i
    Kitab Bukhari, Muslim dll itu kitab Hadist (amali) mas, bukan kitab sejarah.

    • @irvhan : memang Khawarij Wahabi tidak tahu sejarah jangankan sejarah mazhab lain, sektenya sendiri dia tidak tahu, baru kesana kesini nuduh sesat orang lain.
      otaknya sudah di cuci pake Riyal.

  12. melihat dialog diatas tidak pada pokok pembahasan yang seharusnya dipahami dahulu pokok inti permasalahan,contohnya tentang rukun islam syiah yang tidak memakai syahadatain,jelas ini dalam islam secara otomatis, batal keislamannya alias belum islam

    • darimana nt tahu orang syi’ah tidak memakai syahadatain?, dari guru2 atau ulama2 ente, jgan ngaco men, ngomong pakai katanya, cari tu dibuku2 tuntunan shalat orang syiah yang di jual di pasar. jangan pake katanya buktikan !!!!!!!

      • Oh iya2, mana ada buku ssholat syiah yg dijual dipasar yg tdk pake syahadatain, ada kok? Wong mrk cantumkan agar kedustaan mrk tdk ketahuan..taqiyah atau berdusta itu salah satu keimanan yg wajibkan bagi kalian? Namun aku yakin bahwa kalian tidak akan berdusta dan akan semangat jika ada ulama syiah yg menawar istri2 atau ibu2 kalian utk dimut’ah dgn harga lumayan..ya kan? Aku punya duit 1jt nih, bisa pakai istrimu berapa bulan tuh?

    • Kira2 apa kata yg tepat utk anda, yg berbicara dgn slogan “Katanya”?
      Apa ada Kitab Syi’ah yg syahadatain lain? tnjukkan Kitabnya, halaman berapa?
      biar tidak Fitnah yg selalu disebarkan oleh para Pengikut Muawiyah banyak buku tentang shalat ahlul bayt Rasulillah SAWW yg dijual di toko2 buku, kalau ada yg bersyahadat lain anda buktikan sendiri.

  13. Ane Ali Al Mujtaba bermubahalah “Syiah A;i adalah Islam yang paling murni seperti Islamnya Rosululloh. Yang mengatakan syi’ah Ali sesat maka dia telah sesat dan mengatakan syi’ah Ali kafir maka dia telah kafir. Jika pernyataan ane ini salah ane akan dihukum oleh Alloh dengan hukuman yang sepedih-pedihnya mulai detik ini sampai akhir hayat ane.” Jika hal ini tidak terjadi maka penghujat syi’ah adalah antek dajjal yang akan bersama Muawiyah la’natulloh di neraka seperti sabda baginda Rosul saww!

  14. mengenai para imam syiah maksum memang benar, baca surat al – ahzab ayat 33 “Sesungguhnya Allah hendak membersihkan dosa dari kalian wahai Ahlul Bait (keluarga nabi) dan mensucikan dosa dari kalian sesuci-sucinya”. Untuk tuduhan yang lain insya allah saya bisa bantah bahwa itu tidak benar. Bagi kalian yang ingin berdiskusi hubungi lz_7@ymail.com

    • baca lagi deh ente
      ““Sesungguhnya Allah hendak membersihkan dosa dari kalian wahai Ahlul Bait (keluarga nabi) dan mensucikan dosa dari kalian sesuci-sucinya”

      1. itu kata hendak klo di definisikan mau akan. belum tentu dilaksanakan
      2. Imam syiah banyak. oke klo Ali Bin Abi Thalib keluarga nabi, lah imam yang lain komeni cs mang keluarga nabi???

  15. saudara-saudaraku saya tidak bermaksud mengomentari syiah atau ahlussunah…karena begini tidak seluruh orang syiah masuk surga…dan tidak semua orang ahlussunah juga masuk syurga…surga atau tidaknya seseorang bukan berasal dari golongan…tapi allah melihat hati kalian…tetaplah berpegang pada tali Allah Quran dan hadist..setahu saya yang maksum itu pastinya rasulullah saw…saya juga tidak tahu apakah seluruh wali allah masuk syurga kita tidak boleh menerka2..karena kita tidak mengetahui hal2 gaib…lebih tepatnya kita bersatu dan mengantisipasi serangan para kafir hardi.

  16. Syiah aliran sesat yang mengntar ke neraka …
    Bukti kesesatan yang paling sederhana : ”sejak kapan sahabat nabi dan keponakan nabi mendapat gelar ” AS”
    ali bin abithalib AS !! Jelas sudah kesesatan nya !! Bukan ??
    Syiah di dirikan oleh orang yahudi ! Itu kah yang di ikuti ??
    Menyiksa diri sendiri dengn memperingati peristiwa karbala ?? , sedangkang rasul allah melarang keras dengn menyiksa diri sediri !!
    Dan masih banyak lagi

  17. janglah kita saling sesat menyesatkan satu dengan yang lain, mana kelompok yang paling benar ahli surga, jangan saling menyakiti diri sendiri maupun orang lain .. maka untuk membuktikan mana ahli surga tunggulah kematianmu…….

  18. hei pandukung syiah pendusta, emang Syi’ah darimana asalnya?
    Rasulullah Muhammad SAW gak pernah tuh nyebut2 syi’ah syi’i syi’i…
    hehehe, kalau pingin selamat ya bukan gelar ahlul bait yang jadi jaminan , tapi siapa yang paling bertaqwa memagang sunnah rasul, Sunnah khulafaurrasyidin(Abu bakar, umar, dan Ali)dan para tabi’in.

    Syi’i kan punya ‘quran’ sendiri, sholatnya Syi’i melaknat :para shabat dan menghujat JIbril malaikat ruhl Amin,
    umat Syi’i makan tahi imam2, menganjurkan boleh membunuh sunni, dan mengharuskan ngalap berkah dari kuburan dan Tahi nya imam-imam ‘maksum’ mereka.
    Para Syi’i Menyanjung kafirun si kafir majusi Fairuz abu lu’luah(pembunuh amirul mukmin “Umar bin khattab”), eh makam si kafir itu mereka sembah-sembah lg.

    hai Saudara-saudara non-Syi’ah, coba kau lihat anda wajah2 Syi’ah ,tampak sekali jauh dari cahaya keimanan(lihat wajah jalaludin rakhmat dan istrinya, Lihat wajah abdullah bin saba, lihat wajah asistani&khomeini hehehe buram semua..orang2 Islam pengikut Nabi Muhammad SAW bisa membaca firasat setanisme dari wajah2 para Syi’ah…
    Hati2, tuh orang2 Syi’ah sering terkena siphilis, ini berlaku bagi wanita maupun pria syi’ah karena sering melakukan syariat mut’ah.
    kalau pngin tau SYi’ah yg sebenarnya coba bukalah Youtube, lihat langsung perbuatan imam2 syiah dan para umat syi’ah, ternyata betapa sesat dan jauhnya syi’ah dari ajaran islam. gak pantes syi’ah disebut islam, tapi sebut saja agama syi’ah.

  19. Ingat ! Jika ada orng syiah yng mengajak anda berdebat, jangan dilayani dulu, tanya dulu ” apakah engkau(syiah) sudah mencium pantat pendetamu/imam mu dan memakan kotoran serta meminum air kencing imam kalian yng kalian pendeta kalian bilang bahwa lebih harum dari minyak misik?” Klu mrk bilng belum, jangan dilayani krn mrk blm dijamin masuk syorga jika blm memakan kotoran pendeta /imam mrk.

  20. Ayatullah khomeini :”TIDAKLAH ENGKAU MENJADI SYIAH SEJATI DANMASUK SORGA JIKA BELUM MENGIKUTI AJARANKU SECARA KAFFAH”

    Sudahkah kalian membaca seluruh buku Ayatoilet khomeini semuanya dan membaca serta mengamalkan fatwa2 nya? Jika blm berarti kalian blm syiah sejati, tahukah apa saja fatwa2 tsb? Jgn sangka sy mengada2, nanti jika kalian butuh akan sy berikan judul buku referensinya, berikut fatwa2 beliau:
    -Bolehnya Mut’ah dengan anak kandung sendiri
    -Bolehnya Mut’ah dengan bayi yg masih menyusui
    -Bolehnya bersenggama dengan hewan asal tidak menyakiti
    -Lebih baik seorang anak memenuhi kebutuhan seksual seorang ibu yang berstatus janda daripada sang ibu mencari suami pengganti yng mengakibatnya terbaginya kasih sayang
    -Imam/Ulama syiah adalah jalan menuju ke syorga, Kentut mereka seharum wangi kasturi,Mencium pantat mrk, dan memakan kotoran mereka serta meminum kencing mereka yg sewangi minyak misik akan mengantarkan kalian ke syorga
    -Para Imam/Ulama kalian berhak atas istri-istri kalian, dan derajat keluarga kalian akan terangkat jika istri kalian sudah ditiduri oleh salah satu Imam/Ulama/Pendeta kalian
    -Bahwa Narkoba itu lebih baik bagi kalian untuk membersihkan pikiran dan hati..
    Bagi yng ingin mendapatkan buku referensi dan potongan hujjah si Ayatoilet khomeini, silahkan hubungi saya

  21. Wahai saudaraku se islam dan se akidah, ngapaian syiah dilayani, orng dungu kok dilayani? Wong mrk bukan islam kok, rukun islam aja beda ama kita, syahadatnya beda, rukun imannya juga beda..ngapain nunjukin dalil2 atau percaya dalil2 mrk? Wong mrk nggak percaya alqur’an kok? Pakai Dalil hadist,?wong mrk meriwayatkan hadist dari ulama sesat mrk kok..tuh salah satunya Ayatoilet khomeini..ngapain orng dungu sok bodoh malah dilayani,,kotoran ulama mrk malah mrk makan kok..ibu dan anak kandung mrk aja halal mrk disetubuhi..
    Asal punya duit sedikit aja buat seminggu udh bisa me mut’ah(mencarter) wanita2 syiah kok, termasuk istri teman sendiri..agama yg. Beriman kpd “SELANGKANGAN” aja malah dilayani debat..nggak usah !! Agama mrk aja agama Taqiyah kok, alias Pendusta alias pengikut Dajjal LaknatullahMMudh lah nggak usah dilayani..baik2 aja sama mrk, siapa tau kita ntar diangkat jd salah satu imam/Ulama/Pendeta mrk, bakalan kewalahan krn disodori istri2 pengikutmu utk disetubuhi..

  22. Kurang senang? Mari aku senengi kalian bantu menjajakan istri2 kalian ke ulama syiah yg berduit banyak biar sejahtera..hahaha

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s