Terapi Istighfar

Oleh Adi Victoria

Sudah berapa kali kita beristighfar hari ini? Atau apakah setiap hari kita merutinkan untuk beritighfar? Atau apakah hanya pada saat merasa melakukan sebuah kemaksiatan saja kita beristighfar?

Tentu nya pertanyaan di atas tidaklah perlu di jawab, cukuplah diri kita sebagai hamba dan Allah swt sebagai sang khaliq saja yang tahu.

Namun lebih daripada itu, pertanyaan di atas hanyalah sebagai sarana untuk pengingat kita akan arti pentingnya selalu memohon ampun akan setiap dosa dari kemaksiatan yang kita lakukan setiap waktu sepanjang hari dalam rentang panjangnya usia kehidupan kita selama berada di dunia.

Setiap hari manusia berbuat dosa baik dosa kecil maupun besar, dosa kepada Khalik maupun kepada makhluk. Setiap anggota tubuh manusia pernah melakukan kesalahan dan dosa. Mata sering melihat yang haram. Lidah sering berbicara tidak benar, berdusta, menuduh, ghibah, mencela dan lain lain. Telinga suka mendengarkan musik dan lagu yang haram. Tangan suka menyentuh perempuan yang bukan mahram yang disertai dengan nafsu, mengambil barang yang bukan miliknya, memukul atau kejahatan lainnya. Kaki kadang melangkah ke tempat-tempat maksiat dan seterusnya.

Setiap muslim dan muslimah pernah berbuat salah, baik dia orang awam maupun ustadz, kyai atau ulama. Karena itu setiap orang tidak boleh lepas dari istighfar dan selalu bertaubat kepadaNya, sebagaimana yang dilakukan Rasulullah SAW. Beliau setiap hari memohon ampun kepada Allah seratus kali.

Nabi SAW bersabda: “Setiap anak Adam pasti berbuat salah dan sebaik-baik orang yang berbuat salah adalah yang bertaubat. ” (HR. Ahmad 3: 198. Shahih Jami’us Shaghir 4391)

“Seandainya hamba-hamba Allah tidak berbuat dosa, niscaya Allah akan menciptakan makhluq yang berbuat dosa kemudian ” mereka istighfar (minta ampun kepada Allah), lalu Allah mengampuni dosa mereka. Dan Dia adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (HR. Hakim 4: 246)

Berapa banyak nya kita harus beristighfar? sabda Rasulullah bersabda :

Dari Agharr bin Yasar AI-Muzani, ia berkata Rasulullah SAW bersabda: “Wahai manusia!, bertaubatlah kalian kepada Allah dan mintalah ampun kepadaNya, karena sesungguhnya aku bertaubat kepada Allah dalam sehari sebanyak seratus kali ” (HR.Muslim).
Rasulullah saw bersabda :

“Sesungguhnya Allah menurunkan kepadaku dua keselamatan bagi umatku. Allah sekali-kali tidak akan mengazab mereka, sedang kamu berada di antara mereka dan Allah tidak akan mengazab mereka sedang (mereka) beristighfar (minta ampun), bila aku (Nabi Saw) pergi (tiada) maka aku tinggalkan bagimu istighfar sampai hari kiamat.” (HR. Tirmidzi)

Menurut Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, jika mendapat masalah yang cukup berat, solusinya adalah dengan memperbanyak istighfar. “Jika masalah yang saya hadapi mengalami kebuntuan (sulit menemukan solusinya), saya beristighfar kepada Allah sebanyak seribu kali. Allah pun memberikan saya jalan keluarnya.” Itulah pengakuan dari seorang ulama besar yang menjadi guru dari Ibnu Qayyim al-Jauziyah.

Istighfar Sebagai Problem Solving

Istighfar, selain sebagai sebuah sarana bentuk pengharapan ampunan kita kepada Allah swt, ternyata istighfar pun bisa menuai rahmat dari Allah swt, yakni rahmat bagi yang sudah lama menikah namun belum punya momongan, atau merasa kesulitan dalam ekonomi, dan atau yang merasa sempit dalam hidupnya.

Kisah berikut, insya Allah akan membuat Anda semakin yakin bahwa berISTIGHFAR akan membuat Anda keluar dari berbagai permasalahan hidup Anda. Insya Allah.

“Dikisahkan, ketika Rasulullah saw sedang berkumpul dengan sejumlah sahabatnya di masjid, masuklah empat orang laki – laki. Masing – masing datang membawa masalah yang ingin disampaikannya kepada Rasulullah saw.

Orang pertama mengeluh karena di daerahnya sudah lama tidak turun hujan. Rasulullah saw menasehatinya, “Beristighfarlah!”

Orang kedua mengeluh karena sudah lama menikah, tapi belum juga memperoleh keturunan. Rasulullah saw menasehatinya, “Beristighfarlah”

Orang ketiga mengeluhkan kesulitan ekonominya. Rasulullah saw kemudian menasehatinya, “Beristighfarlah!”

Orang keempat mengeluhkan tanah pertaniannya yang sudah tidak subur lagi. Lagi – lagi Rasulullah saw menasehatinya, “Beristighfarlah!”

Abu Hurairah yang saat itu ada bersama mereka terheran – heran, kemudian ia bertanya, “Ya Rasulullah, mengapa kesulitannya banyak, tetapi obatnya satu?”

Beliau kemudian menjawab :

“Simaklah firman Allah dalam surah Nuh (71) ayat 10 – 12, ‘Mohonlah ampun kepada Rabbmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun. Niscaya Dia akan mengirimkan Hujan kepadamu dengan lebat, dan memperbanyakkan harta dan anak – anakmu, dan mengadakan untukmu kebun – kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai – sungai.” (HR Ahmad dan Abu Dawud)

karena kalimat Istighfar itu di ucapkan bukanlah hanya pada saat merasa melakukan sebuah aktivitas kelalaian sehingga berujung pada kemaksiatan kepada Nya, namun juga saat tidak melakukan sebuah kemaksiatan pun tidak tetap harus beristighfar.

kenapa? karena orang-orang yang banyak beristighfar tidak hanya akan selalu merasa terjaga dirinya untuk berbuat kemaksiatan namun juga akan mendapatkan keberuntungan dan kebaikan yakni rahmat dari Allah swt.

Allah berfirman “Hendaklah kamu meminta ampun (beristighfar) kepada Allah agar kamu mendapat rahmat” (QS. An-Naml: 46).

Rasulullah saw. bersabda, “Barang siapa memperbanyak istighfar maka Allah akan menghilangkan darinya segala kesusahan, menghilangkan darinya segala kesempitan, dan akan mendatangkan rezki dari sumber yang tidak terduga” (HR. Abu Daud).

Astaghfirullahal adzhim wa’atubu ilaik, laa haula wala quwwata illa billah.

wallahu A’lam bis showab.

[Sumber]

Iklan

About me, myself n i

ingin orang lain mengetahui apa yang perlu diketahui..

2 thoughts on “Terapi Istighfar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s