Sistem Khilafah VS Sistem Demokrasi

Demokrasi : Ajaran Plato
Khilafah : Ajaran Nabi

Demokrasi : Kedaulatan di tangan rakyat
Khilafah : Kedaulatan di tangan syara’

Landasan Demokrasi : Sekularisme
Landasan Khilafah : Aqidah Islam

Demokrasi : Kebenaran adalah suara terbanyak
Khilafah : Kebenaran sesuai nash syara’

Demokrasi : Bebas bertingkah laku
Khilafah : Hukum asal perbuatan terikat dengan hukum syara’

Referensi hukum/UU Demokrasi : Studi banding luar negeri
Referensi UU Khilafah : Qur’an & Sunnah

Teladan Demokrasi : Amerika Durjana
Teladan Khilafah : Sahabat mulia

Demokrasi : Penyebar ide batil; liberalisme, pluralisme, kesetaraan gender, HAM, dll
Khilafah : Penerap hukum Islam

Demokrasi : Alat penjajahan (neokolonialisme)
Khilafah : Alat pembebasan (membebaskan manusia dari penghambaan sesama makhluk kpd penghambaan hanya pada Allah SWT)

Negara Demokrasi : Jongos Amerika
Negara Khilafah : Adidaya dunia

Demokrasi : Asongan Amerika
Khilafah : Janji Allah

Demokrasi : Sampah Peradaban
Khilafah : Mercusuar Peradaban


Bismillah…
Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: “Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar)”. Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu. (QS. Al-Baqarah:120)

“Orang Kafir memberikan Ucapan Selamat Hari Raya Idul Fitri (Kepada Umat Islam) memiliki agenda terselubung agar disaat hari raya mereka, orang Islam merasa tidak enak dan gantian memberikan ucapan selamat hari raya kepada hari raya orang Kafir  (yang hukumnya haram lagi musyrik). Jangan sampai terjebak permainan Yahudi dan Nashara! Selamatkan Aqidah Anda!”

Haram Mengucapkan Selamat Natal/Hari Raya Orang Kafir

Alhamdulillah, segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam. Shalawat dan salam semoga terlimpah kepada Rasulullah, beserta keluarga dan para sahabat.
Allah Ta’ala berfirman:
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin (mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barang siapa di antara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang dzalim.” (*QS. Al-Maidah: 51)
Kamu tidak akan mendapati sesuatu kaum yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, saling berkasih sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, sekalipun orang-orang itu bapak-bapak, atau anak-anak atau saudara-saudara atau pun keluarga mereka.” (QS. Al-Mujadilah: 22)

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata, “Allah memberitahukan, tidak didapatkan orang beriman mencintai orang kafir. Siapa yang mencintai orang kafir maka dia bukan seorang mukmin. Menyerupai secara dzahir bisa menimbulkan kecintaan maka diharamkan.”

….Allah memberitahukan, tidak didapatkan orang beriman mencintai orang kafir. Siapa yang mencintai orang kafir maka dia bukan seorang mukmin. Menyerupai secara dzahir bisa menimbulkan kecintaan maka diharamkan….

Larangan Menghadiri Perayaan Hari Raya Orang Kafir

Para ulama bersepakat, haram menghadiri perayaan hari raya orang kafir dan bertasyabuh (menyerupai) acara mereka. Ini adalah pendapat madzab Hanafi, Maliki, syafi’i, dan Hambali. (Lihat Iqtidla’ ash-Shirat al-Mustaqim, karya Ibnu Taimiyah : 2/425 dan Ahkam Ahlidz Dzimmah, karya Ibnul Qayyim 2/227).

Dalam Al-Fiqh Al-Islami, Tasyabuh dilarang berdasarkan alasan yang cukup banyak:

1.  Tidak menumpang pada kapal yang digunakan orang kafir untuk menghadiri perayaan hari raya mereka.

Imam Malik rahimahullah berkata; “dimakruhkan menumpang kapal orang kafir yang dijalankan sebagai alat transportasi untuk menghadiri perayaan hari raya mereka, karena laknat dan kemurkaan Allah turun kepada mereka.” (dalam Al-Luma’ Fi al-Hawadits wa al-Bida’1/392).
Ibnul Qasim pernah ditanya tentang menumpang kapal yang dijalankan orang Nashrani untuk menghadiri perayaan hari raya mereka, maka beliau membenci hal itu karena khawatir akan turun murka kepada mereka disebabkan kesyirikan yang mereka lakukan. (lihat Al-Iqtidla: 2/625).
2.    Larangan mengucapkan selamat hari raya pada mereka
Ibnul Qayim rahimahullah berkata: mengucapkan selamat kepada syiar agama orang kafir adalah haram berdasarkan kesepakatan. Seperti mengucapkan selamat atas hari raya dan puasa mereka dengan mengatakan ‘Ied Muharak ‘Alaik (hari raya penuh berkah atas kalian) atau selamat bergembira dengan hari raya ini dan semisalnya. Jika orang yang berkata tadi menerima kekufuran maka hal itu termasuk keharaman, statusnya seperti mengucapkan selamat bersujud kepada salib. Bahkan, di sisi Allah dosanya lebih besar dan lebih dimurkai daripada mengucapkan selamat meminum arak, selamat membunuh, berzina, dan semisalnya. Banyak orang yang tidak paham Islam terjerumus kedalamnya semantara dia tidak tahu keburukan yang telah dilakukannya.

Siapa yang mengucapkan selamat kepada seseorang karena maksiatnya, kebid’ahannya, dan kekufurannya berarti dia menantang kemurkaan Allah.

….Siapa yang mengucapkan selamat kepada seseorang karena maksiatnya, kebid’ahannya, dan kekufurannya berarti dia menantang kemurkaan Allah….

Para ulama yang wirai (yang selalu meninggalkan sesuatu yang bisa membayakan agamanya) menghindari ucapan selamat kepada pemimpin dzalim dan ucapan selamat memegang jabatan hakim, pengajar, dan fatwa kepada orang bodoh, karena menjauhi kemurkaan Allah dan dipandang rendah oleh-Nya.” (Ahkam Ahlidz Dzimmah, 1/144-244)
Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah ditanya: “Apa hukum mengucapkan selamat hari raya Natal kepada orang kafir?”

Beliau menjawab: “Mengucapkan selamat hari natal kepada orang Kristen atau ucapan selamat atas hari raya keagamaan mereka lainnya adalah sepakat haram.” (Rasail Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-‘Utsaimin, 3/44).

….Mengucapkan selamat hari natal kepada orang Kristen atau ucapan selamat atas hari raya keagamaan mereka lainnya adalah sepakat haram….

Segala puji bagi Allah, shalawat dan salam untuk Rasulullah, keluarga dan para sahabatnya. (PurWD/voa-islam)
Iklan

About me, myself n i

ingin orang lain mengetahui apa yang perlu diketahui..

7 thoughts on “Sistem Khilafah VS Sistem Demokrasi

  1. Oke, kami baca artikel anda. dan.. peta geografis akan direvisi. Indonesia bukan di Asia Tenggara tapi di Timur Tengah. *cek google*

  2. Ingin mencari informasi mengenai khilafah,
    melihat kata2 : durjana-mulia, ide batil, jongos, sampah
    wokeh, ini bukan sumber tepat-akurat-netral berimbang -.-‘ *cari lagi

  3. Khilafah dan Negara Sekuler Modern
    Khilafah Islam adalah konsep negara dan sistem politik yang mengakui Kedaulatan, Kekuasaan, dan Hukum Tertinggi Allah dan menerapkan aturan Haram adalah Haram dan Halal adalah Halal. Khilafah muncul sebagai konsekuensi tepat atas tuntutan perintah ketaatan kepada Allah, Rasul-Nya, dan „orang-orang yang berkuasa di antara umat Muslim‟.
    “Wahai orang-orang beriman, taatilah Allah, dan taatilah Rasul, dan (taatilah) orang-orang di antara kalian yang (kedudukannya) berkuasa …”
    (al-Qur‟an, an-Nisa, 4: 59)
    Islam menolak ketaatan yang terbagi – bahwa seseorang dapat memberikan kesetiaan tertinggi kepada negara, tetapi juga memberikan kesetiaan tertinggi kepada Allah Maha Tinggi. Dua dunia (dunia agama dan dunia politik) tidak terpisah satu dengan yang lainnya karena al-Qur‟an menyatakan, “Allah adalah yang Pertama dan yang Terakhir, yang Nyata dan yang Tersembunyi.” (al-Qur‟an, al-Hadid, 57: 3). Ketaatan tertinggi harus diberikan kepada Allah, bukan kepada negara yang tidak tunduk pada Allah, karena al-Qur‟an meminta orang-orang beriman menyatakan:
    http://www.imranhosein.org
    128
    “Katakanlah: Sesungguhnya, sholatku, pengorbananku, hidupku, dan matiku semuanya untuk Allah, Tuhan seluruh Alam.”
    (al-Qur‟an, al-An‟am, 6: 162)
    Eropa meruntuhkan model negara dan sistem politik Islam saat Khilafah Ottoman dijadikan sebagai target lalu dihancurkan. Eropa kemudian memastikan Khilafah Islam tidak akan pernah dapat didirikan lagi. Mereka melakukannya dengan membantu pembentukan negara sekuler Saudi-Arabia di Hijaz, kemudian memastikan negara itu bertahan dengan menjaga keamanannya. Khilafah tidak akan pernah direstorasi karena dua alasan. Pertama, rezim Saudi-Wahabi yang menguasai Haramain, Hijaz, dan Hajj tidak akan pernah mengakui Khilafah. Kedua, selama mereka menguasai Haramain, Hijaz, dan Hajj, tidak seorang pun dapat mengakui Khilafah!
    Ada banyak alasan yang menjelaskan mengapa Eropa menargetkan dan meruntuhkan Khilafah Islam. Pertama adalah untuk memfasilitasi tercapainya tujuan merebut Tanah Suci dan mengembalikan umat Yahudi ke sana. Kedua adalah untuk memungkinkan penganutan Syirik universal dengan model negara sekuler Eropa-baru. Setelah dihancurkan, Khilafah Islam digantikan oleh negara sekuler modern-Turki dan negara sekuler Saudi-Arabia di jantung Tanah Arab bagi Islam Sunni. Berkaitan dengan hal ini, umat Muslim India ditipu secara halus untuk menganut Republik Pakistan sekuler. Ketiga, Khilafah harus diruntuhkan karena mengganggu realisasi tujuan utama dari agenda Eropa-baru yang tidak bertuhan. Tujuan tersebut yaitu mendirikan Israel Yahudi sebagai „Negara Penguasa‟ di dunia – yang menguasai dunia dari Jerusalem.
    Nabi Muhammad (shollallahu „alayhi wassalam) membuat nubuat tentang Khilafah yang pada suatu saat akan menghilang. Dia melakukannya dalam Hadits berikut:
    “Betapa bahagianya kalian pada saat Putra Maryam turun ke tengah-tengah kalian dan Imam kalian (Amirul Mu‟minin atau Khalifah) akan muncul dari tengah-tengah kalian (dia adalah Muslim).”
    (Sahih Bukhari)
    Hadits ini menyatakan tiga hal:
    Pertama, Hadits tersebut menginformasikan kepada kita bahwa Khilafah akan hadir di dunia pada Zaman Akhir. Ini sama dengan nubuat bahwa Khilafah akan hilang dari dunia tetapi suatu hari akan direstorasi. Kedua, sebelum restorasi Khilafah, umat Muslim akan hidup selama suatu periode waktu di bawah otoritas, kendali, dan kekuasaan orang-orang non-Muslim. Itulah keadaan yang tepat tentang dunia kita saat ini. Ketiga, kembalinya Khilafah akan menjadi peristiwa yang terjadi berdekatan dengan kembalinya Putra Maryam. Dan karena kita tahu bahwa saat „Isa (Jesus) („alayhi salam) kembali, dia akan menguasai dunia dari Jerusalem sebagai seorang Pemimpin Adil yang menjalankan Hukum Allah, implikasinya adalah bahwa negara sekuler modern Israel di Tanah Suci akan digantikan oleh negara Islam otentik yang terbebas dari belenggu Syirik Israel sekuler.
    http://www.imranhosein.org
    129
    Orang-orang yang tetap mempertahankan status quo negara-bangsa Islam sekuler harus berhenti meyakini nubuat Nabi Muhammad (shollallahu „alayhi wassalam) mengenai restorasi Khilafah.
    Berbagai Manfaat Negara Sekuler Modern
    Negara sekuler tidak akan dapat medapatkan penerimaan dari umat Euro-Kristen dan Euro-Yahudi, atau dari umat Muslim, juga tidak dapat menyamarkan Kufur dan Syiriknya, kecuali dengan memberikan manfaat-manfaat yang nyata. Negara sekuler modern muncul di Eropa sebagai tanggapan terhadap teokrasi Euro-Kristen yang berkuasa dan opresif, dan untuk menantang kekuatan „sementara‟ gereja Euro-Kristen. Para pelopor negara sekuler modern menantang gereja dengan menyatakan injil baru yang segar, menarik, dan tidak mengekang kebebasan intelektual dan religius, serta hak asasi manusia dan toleransi agama untuk semua. Mereka juga membentuk keadaan politik yang menjaga kedamaian hidup berdampingan antara agama-agama yang berbeda di wilayah yang sama. Dengan demikian, negara sekuler modern menghentikan semua peperangan berdarah atas nama agama yang menjangkiti Eropa selama berabad-abad.
    Mereka juga dengan ahli menyuap perut dan hati umat manusia dengan penemuan kreatifnya. Mereka menemukan dan memproduksi banyak hal yang disenangi manusia, apa pun agama yang diyakininya, sebagai kebutuhan penting dalam kehidupan modern. Kapan pun seseorang menganut modernitas dengan segala penemuan hebatnya, maka dia pun menganut negara sekuler dan jalan hidup sekuler. Itu bukanlah suatu prestasi!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s