Syi’ah Memusuhi Islam Bersekongkol dengan Para Pengkhianat

Bagaimana tidak menyakitkan hati Ummat Islam. Para pengkhianat justru gandeng tangan dengan Syi’ah di saat Ummat Islam lagi prihatin. Bukannya Ummat Islam ini ditolong agar tidak terjerumus kepada kesesatan, kedhaliman bahkan kekejaman syi’ah, namun justru dijerumuskan oleh para pengkhianat. Dan yang lebih mengagetkan, mereka itu berbaju ulama atau tokoh Islam atau pemilik sarana-sarana di lembaga-lembaga Islam dan umum.

Dalam menyuntikkan racun, seakan mereka itu pejuang Islam, maka tipuan sebagaimana biasanya adalah ungkapan seputar “Umat Islam perlu bersatu, dan harus waspada terhadap musuh”. Padahal, sejatinya Syi’ah itulah musuh dalam selimut yang berangkulan dengan musuh-musuh Islam. Sebagaimana terbukti:

Fakta: Enam Saluran Televisi Agama Iran Disiarkan dari Israel

TEL AVIV (voa-islam.com): Sebuah laporan yang dikeluarkan oleh situs sat age yang spesialis dalam pemantauan pergerakan satelit di seluruh dunia, termasuk saluran televisi, mengungkapkan adanya enam saluran agama Iran yang ditujukan kepada bangsa Arab disiarkan dari “Israel”, dan berdiri di belakangnya salah satu perusahaan telekomunikasi terbesar Ibrani.

Surat kabar “Al Ahram” Mesir menjelaskan bahwa saluran ini, yaitu: (Aalu al-Bayt, Al-Anwar, Fidaka, Hussein, Al-Alamiyah, Al-Ghadir) berada di satelit Israel (Amos), melalui perusahaan RR Sat Israel, yang menggunakan jubah Syiah dan berpura-pura memiliki loyalitas kepada Ahli Bait dan berusaha untuk meluluskan visi Iran dan meyakinkan publik Arab dengan pemikiran itu.

Di tengah keprihatinan dunia Islam karena Syi’ah di Iran merusak tempat Ibadah Ummat Islam (Sunni) di Teheran dan imamnya ditangkap. Bahkan Syi’ah di Iran dalam memusuhi Islam melebihi negeri-negeri kafir, karena di hampir setiap ibukota negeri kafir pun ada masjid untuk Ummat Islam (Sunni). Namun di Teheran Ibuktota Iran tidak boleh ada masjid Ummat Islam (Sunni). Ketika ada tempat ibadah Ummat Islam Sunni maka diserbu.

Pemerintah Iran menyerbu tempat ibadah kaum Muslim Sunni di Teheran pada hari Ahad lalu (6/2 2011), di mana mereka menyegel rumah dan menangkap Imam masjid, Syaikh Ubaidullah Musa Zadih.

Kaum Sunni di Iran tidak diizinkan untuk membangun sebuah masjid di Teheran. (nahimunkar.com, Aparat Iran Segel Tempat Ibadah Kaum Sunni di Teheran dan Menahan Imam, February 11, 2011 10:44 pm,

إغلاق مصلّى لأهل السنة في طهران واعتقال إمام جماعته,

http://www.nahimunkar.com/aparat-iran-segel-tempat-ibadah-kaum-sunni-di-teheran-dan-menahan-imam/

Yang lebih menyedihkan terutama bagi Ummat Islam Indonesia, di saat Ummat Islam (Sunni) dimusuhi oleh syi’ah di pusatnya di dunia yakni Iran, justru oknum MUI (Majelis Ulama Indonesia) Pusat berbangga bekerjasama dengan Iran dalam bidang riset/ penelitian (agama). Surat kabar yang mewawancarainya (Republika) pun tampak membeberkan dengan lantangnya.

Sebagian wawancara Republika dengan orang MUI sebagai berikut:

MUI telah mencoba melakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan organisasi-organisasi Islam di luar negeri.

Beberapa waktu lalu, kami diundang ke Irak dan telah menandatangani kerja sama dengan Pusat Kajian Alquran di Irak yang berpusat di Karbala. Walaupun berbeda mazhab, kita ingin sama-sama sharing untuk meningkatkan metodologi hafalan Alquran. Kami bertemu dengan tokoh di Irak, baik Suni maupun Syiah. Bahkan, mereka sangat mengapresiasi kunjungan kita ke Irak di tengah-tengah situasi kemanan yang menurut berita internasional kurang kondusif.

Kita ingin menjalin kerja sama dengan umat Islam walaupun berbeda aliran/mazhab. Kita sadar bahwa musuh-musuh Islam selalu berupaya melemahkan Islam dengan mengadu domba antara Syiah dan Sunni. Kita tak mau itu terjadi. Syiah itu tak seperti Ahmadiyah karena Syiah adalah mazhab yang diakui dunia Islam.

(Pada bagian lain dikemukakan):

MUI juga akan melakukan riset bersama di Iran tentang peradaban Islam. Mereka bisa melakukan riset mengenai peran MUI dalam merekatkan ukhuwah Islamiyah dan ormas-ormas Islam di Indonesia. (Republika, KH Muhyiddin Junaidi MA, Umat Harus Waspadai Konspirasi Musuh. Minggu, 13 Februari 2011 pukul 11:47:00)

Bagaimana tidak meleknya itu orang MUI padahal Ketua MUI bidang Hubungan Luar Negeri. Ketika Ummat Islam sedunia prihatin dengan jahatnya Syi’ah di Iran terhadap Ummat Islam (Sunni), sampai mendirikan masjid saja dilarang, lalu shalat di rumah-rumah secara berjama’ah juga diserbu lalu imamnya ditangkap dan tempat ibadahnya disegel, lha kok MUI malah membanggakan gandeng tangannya dengan Iran yang memusuhi Islam. Bahkan menipu Ummat bahwa Syi’ah itu madzhab yang diakui dunia Islam. Padahal dunia Islam memahami bahwa syi’ah itu adalah terhitung induk kesesatan.

Tampaknya akhir-akhir ini isi dan lakon MUI Pusat sangat mengecewakan bagi Ummat Islam yang masih punya ghirah Islamiyah. Ada tokoh MUI yang memasukkan dengan sengaja orang dari aliran yang difatwakan sesat oleh MUI ikut rapat dalam Munas di Pondok Gede Jakarta Januari 2011. Ada yang memberi sertifikat bahwa satu lembaga training terkemuka –yang telah difatwakan sesat menyesatkan oleh mufti di Malaysia– adalah sesuai syari’at. Padahal masyarakat banyak yang tahu bahwa lembaga training itu jelas banyak menyimpang dari aqidah Islam, memaknai Asmaul Husna semaunya, dan menafsirkan ayat Al-Qur’an semaunya. Bahkan mengkombinasikan aqidah Islam dengan ajaran lain (menurut penelitian seorang yang tinggal di Belanda, berkaitan dengan ajaran sinkretisme NAM –New Age Movement). Namun oleh MUI dianggap sesuai syari’at.

Masih ditambah lagi dengan oknum MUI yang lain lagi dan duduk di kursi Ketua MUI, membanggakan kerjasamanya dengan pihak (syi’ah) Iran yang jelas-jelas memusuhi Islam bahkan melebihi orang-orang negeri kafir.

Bagaimana Syi’ah di Indonesia

Perlu diketahui, LPPI (Lembaga Penelitian dan Pengkajian Islam) di Jakarta, sebelum tahun 2000 telah menerbitkan buku tentang ratusan ulama yang dibantai di Iran zaman kekuasaan Khomeini, dan masjid-masjid Ahlis Sunnah yang dihancurkan di Iran. Daftar nama para Ulama Sunni yang dibantai dan masjid-masjid Sunni yang dihancurkan itupun dicantumkan dengan jelas disertai riwayat singkatnya. Daftar kekejaman syiah di Iran itu ditulis dalam buku Kedholiman Syi’ah terhadap Ahlus Sunnah di Iran (Ma’satu Ahlis Sunnah fi Iran) oleh Abu Sulaiman Abdul Mun’im bin Mahmud al-Balusy, diterjemahkan dan diterbitkan LPPI Jakarta, 1420H/ 1999. Di balik kedholiman itu justru gereja Kristen ataupun sinagog Yahudi serta sekolahan-sekolahan Kristen pun ada di Teheran, tetapi masjid Ahlus Sunnah tidak boleh ada satupun di Teheran. Sehingga orang Islam (Sunni) apabila berjum’atan harus ke kedutaan-kedutaan Negara-negara Timur Tengah di Teheran. Itulah yang perlu sekali difahami, bahwa syi’ah lebih kejam dan tidak toleran terhadap Islam dibanding orang kafir sekalipun.

Sebegitu ganasnya kebengisan Syi’ah di Iran terhadap para Ulama Sunni, Masjid-masjid Sunni; bahkan maraji’ (buku-buku rujukan/ referensi) Sunni pun dibersihkan alias dimusnahkan. Namun anehnya di Indonesia, perguruan tinggi Islam (negeri) dan Muhammadiyah justru menerima dengan welcome terhadap referensi dari Iran, bahkan Iran telah memiliki 12 Iranian Corner di perguruan-perguruan tinggi Islam (negeri) dan Muhammadiyah di Indonesia. Perpustakaan-perpustakan Iran di perguruan tinggi Islam di Indonesia yang berjumlah 12 temnpat itu alhamdulillah telah dimusnahkan oleh Allah Ta’ala yang satu Iranian Corner yaitu di UMJ (Universitas Muhammadiyah Jakarta) ketika terkena musibah jebolnya tanggul Situ Gintung di Cierendeu Tangerang Banten, Jum’at shubuh, 1 Rabi’ul Akhir 1430H/ 27 Maret 2009.

Rector UMJ tampak meratapi karena kerugiannya mencapai 9-10 miliar rupiah, di antaranya Iranian Corner itu. Kalau memang dia sayang-sayang terhadap Islam Sunni, maka barangkali mau mengingat Allah, mengakui bahwa jelas di antara upayanya itu adalah menyuntikkan kesesatan dan penyesatan. Sehingga kalau mau sadar, maka rector UMJ maupun Muhammadiyah justru perlu memikir ulang, menimbang-nimbang lagi, apakah tidak besar madharatnya dengan menerima Iranian Corner di berbagai Universitas Muhammadiyah itu. Namun kalau cara berfikirnya model mantan rector UMS Malang, Malik Fajar, apalagi hanya buku-buku dari Iran, sedang buku-buku dari Israel pun dia terima sejak kira-kira tahun 1995-an. Hal itu dikemukakan oleh seorang petugas ketika Menteri Agama yang lalu, dr Tarmidzi Taher, datang ke kampus Universias Muhammadiyah Malang.

Di antara perguruan Tinggi Islam yang memiliki Iranian Corner, menurut Majalah Hidayatullah April 2009 adalah: UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Universitas Muhammadiyah Jakarta (alhamdulillah Iranian Corner di UMJ ini telah musnah terkena banjir Situ Gintung, red) Universitas Muhammadiyah Malang, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta, dan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Bisa dibayangkan, Yogyakarta, satu kota saja ada 3 Iranian Corner; yang satu UIN, yang dua Muhammadiyah (?). Tampaknya Muhammadiyah ini tidak kapok-kapoknya. Dulu yang menyambut baik kedatangan aliran sangat sesat, Ahmadiyah, itu juga Muhammadiyah, walau belakangan mengakui kesalahannya atas keterlanjuran selama itu berangkulan dengan Ahmadiyah. Namun pengakuan kesalahan itu tampaknya tidak diujudkan oleh generasi belakangan, bahkan terkesan ogah-ogahan dalam menghadapi Ahmadiyah bersama Muslimin yang bersemangat untuk meminta agar Ahmadiyah dibubarkan. Bahkan sebagian orang Muhammadiyah tampak bersuara membela. Ini aneh sekali.

Sebaliknya, kadang Muhammadiyah dalam kiprahnya, justru nyerempet-nyerempet hal yang tidak berguna, dan mengandung masalah. Seperti untuk mengadakan hajat Muktamar Muhammadiyah di Jogjakarta dibesar-besarkan dengan kesenian kolosal dengan mempercayakan sebagai supervisinya kepada sutradara yang sedang bermasalah dengan Ummat Islam yakni Hanung Bramantyo. [1] (lihat Radar Yogya [ Rabu, 08 April 2009 ]).

Aktif di Lembaga Iran

Kembali tentang Syi’ah di Indonesia, lebih dari itu, Iran memiliki lembaga pusat kebudayaan Republik Iran, ICC (Islamic Cultural Center), berdiri sejak 2003 di bilangan Pejaten, Jakarta Selatan. Dari ICC itulah didirikannya Iranian Corner di 12 tempat tersebut, bahkan ada orang-orang yang aktif mengajar di ICC itu. Menurut Majalah Hidayatullah yang mewawancarai pihak ICC, di antara orang-orang yang mengajar di ICC itu adalah kakak beradik: Umar Shihab ( salah seorang Ketua MUI –Majelis Ulama Indonesia Pusat–?) dan Prof Quraish Shihab (mantan rector IAIN Jakarta dan Menteri Agama zaman Soeharto selama 70 hari, pengarang tafsir Misbah), Dr Jalaluddin Rakhmat, Haidar Bagir, dan O. Hashem penulis produktif yang meninggal akhir Januari 2009. Begitu juga sejumlah keturunan alawiyin atau habaib, seperti Agus Abu Bakar al-Habsyi dan Hasan Daliel al-Idrus.

Di samping itu banyak tokoh Islam Indonesia yang diundang untuk berkunjung ke Iran, kemudian ngomongnya sudah pelo, ada yang menganggap perbedaan Syi’ah dengan Sunni bukan perbedaan principal dan sebagainya. Tanpa malu-malu mereka telah menjilat Iran, padahal negeri itu adalah pembantai Ulama-ulama Sunni, bahkan penghancur masjid-masjid dan kitab-kitab rujukan Sunni.

Syi’ah di Iran yang memusnahkan Ahlis Sunnah itu di Indonesia berpenampilan seakan lemah lembut. Hingga banyak kaum ibu yang tertarik ikut ke pengajian-pengajian mereka. Bahkan Syi’ah merekrut para pemuda untuk diberi bea siswa untuk dibelajarkan ke Iran. Kini ada 300-an mahasiswa Indonesia yang dibelajarkan di Iran, disamping sudah ada 200-an yang pulang ke Indonesia dengan mengadakan pengajian ataupun mendirikan yayasan dan sebagainya. Di antaranya seperti ditulis Majalah Hidayatullah:

Sekembalinya ke tanah air, para lulusan Iran ini aktif menyebarkan faham Syi’ah dengan membuka majelis taklim, yayasan, sekolah, hingga pesantren. Di antaranya Ahmad Baraqbah yang mendirikan Pesantren al-Hadi di Pekalongan (sudah hangus dibakar massa), ada juga Husein al-Kaff yang mendirikan Yayasan Al-Jawwad di Bandung, dan masih puluhan yayasan Syi’ah lainnya yang tersebar di Sumatera, Jawa, Kalimantan, dan Sulawesi.

Menurut pusat data lembaga penelitian Syi’ah di Yogyakarta, Rausyan Fikr, seperti disampaikan dalam makalah yang ditulis oleh Pengurus wilayah Ikatan Jamaah Ahlul Bait Indonesia (IJABI) Yogyakarta, AM Safwan, pada tahun 2001, terdapat 36 yayasan Syi’ah di Indonesia dengan 43 kelompok pengajian. Sebanyak 21 yayasan/ kelompok pengajian di tingkat provinsi, dan 33 yayasan/ kelompok pengajian di tingkat kabupaten. Kota.

Tidak hanya melalui pengajian, upaya penyebaran paham Syi’ah juga gencar dilakukan melalui penerbitan buku. Menurut hasil hitungan Rausyan Fikr, hingga Februari 2001 saja, tidak kurang 373 judul buku mengenai Syi’ah telah diterbitkan oleh 59 penerbit yang ada di Indonesia. (Majalah Hidayatullah, Rabi’ul Tsani 1430H/ April 2009, halaman 29).

Itu belum kerjasamanya dengan para pengusung bid’ah dan bahkan pihak gereja. (lihat nahimunkar.com, Kelompok Sesat Syiah “Mengaji’ ke Gereja, January 15, 2009 3:51 am admin Artikel). Pada 10 Muharram 1430 H, al-hamdulillah pihak MUI bersama pengurus dan pegiat Masjid At-Taqwa di Cirebon Jawa Barat bekerjasama dengan Polisi berhasil membatalkan akan diselenggarakannya haul Imam Husein di Masjid At-Taqwa. Acara haul itu menghadirkan seorang petinggi NU (Nahdlatul Ulama), Said Agil Siraj. Namun acara itu tetap diselenggarakan dengan dialihkan ke Keraton Kasepuhan, dan dikhabarkan, Said Agil Siraj marah-marah dengan adanya pembatalan di Masjid At-Taqwa ini.

Lhah, kenapa marah-marah? Padahal, pendiri NU sendiri, KH Hasyim Asy’ari adalah orang yang tidak mau adanya Haul (peringatan tahunan orang meninggal). Al-Marhum Pak ‘Ud (Yusuf Hasyim) putera Hasyim Asy’ari sendiri pernah penulis dengar, mengakui bahwa bapaknya (Hasyim Asy’ari) memang tidak mau adanya haul. Kok sekarang, generasi belakangan, justru bukan hanya mengadakan haul, tetapi haul dengan berbau-bau Syi’ah lagi. Ini mestinya dari kalangan NU perlu meluruskannya kembali, agar tidak semakin kebablasan. Yakni bid’ah plus aliran sesat, itu saja Syi’ah ini adalah induk dari aneka kesesatan.

Dari kenyataan itu, Syi’ah di Iran sebegitu ganasnya dalam membunuhi Ulama Sunni, menghancurkan masjid-masjid Sunni, dan membersihkan kitab-kitab rujukan Sunni. Tetapi di Indonesia justru lembaga-lembaga perguruan tinggi Islam negeri dan Muhammadiyah mendirikan Iranian Corner di 12 tempat, masih pula sebagian tokoh Ormas Islam besar lainnya yang justru mengklaim bahwa merekalah yang Ahlus Sunnah ternyata tampak mengais-ngais proyek atau kegiatan dari Syi’ah. Sambil sesekali berkilah bahwa ada tradisi-tradisi NU yang dari Syi’ah.

Apa sebenarnya yang mereka bela?

Semoga Allah menunjuki hamba-hamba-Nya yang ingin menegakkan agama-Nya yang bersifat memberantas kesesatan, apalagi induk kesesatan yang membenci kebenaran. Dan semoga Allah menghindarkan Muslimin yang teguh dari aneka bujukan dan rayuan para penyesat yang kini di Indonesia merasa mendapatkan angin longgar hingga ada yang duduk di MUI, perguruan tinggi Islam, ormas-ormas Islam dan lembaga lainnya.

[Sumber]

Catatan Kaki:

[1] Sementara itu sebenarnya seperti apa Hanung itu. Berikut ini mari kita ulang sejenak:

Menurut Hanung, banyak protes yang ditujukan kepada dirinya di balik kesuksesan film Ayat-ayat Cinta. Sebagian besar dari mereka adalah perempuan yang menganggap Hanung pro poligami dan Ayat-ayat Cinta mencerminkan budaya patriarki yang merugikan kaum perempuan. Oleh karena itu, Hanung pun bergegas membuat filmPerempuan Berkalung Sorban.

Nah, melalui film Perempuan Berkalung Sorban inilah Hanung membayar hutangnya, dengan membuat film yang turut memperjuangkan tema-tema feminisme yang content-nya sejalan dengan materi perjuangan para liberalis dan pegiat kesetaraan gender. Dalam bahasa sederhana, Hanung didukung oleh kalangan pro kesesatan. Jadi, Hanung –kalau berdaya nalar yang panjang– mestinya faham bila ada ulama yang menyesatkan karyanya.

Film Perempuan Berkalung Sorban dibuat berdasarkan novel karya Abidah El Khalieqy yang pernah diterbitkan oleh Yayasan Kesejahteraan Fatayat dan the Ford Foundation. Menurut Indra Yogi, The Ford Foundation terlanjur mempunyai citra yang tidak bagus. Di Indonesia, Ford Foundation pernah ikut menerbitkan sebuah buku berjudulGagasan Islam Liberal di Indonesia: Pemikiran Neomodernisme Nurcholis Madjid, Djohan Effendi, Ahmad Wahib, dan Abdurrahman Wahid yang diterbitkan secara bersama antara Paramadina, Yayasan Adikarya Ikapi, di tahun 1999. Buku tersebut aslinya merupakan disertasi Greg Barton (1995) tentang kemunculan pemikiran liberal di kalangan pemikir Indonesia.

Selain itu, menurut Indra Yogi, Ford Foundation merupakan donatur penting bagi International Center for Islam and Pluralism (ICIP). Antara lain donasi yang pernah disalurkan Ford Foundation kepada ICIP adalah berupa dana segar sebesar satu juda dolar Amerika (US$ 1,000,000), yang ditujukan untuk Web-based distance learning courses to enable adolescent and adult Muslims in poor communities to continue their secular education. (Kursus jarak jauh melalui situs internet yang memungkinkan orang Islam dewasa yang berasal dari komunitas miskin untuk melanjutkan pendidikan sekularnya).

Menurut catatan Adian Husaini, ICIP merupakan salah satu lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang sangat aktif menyebarkan paham Pluralisme Agama di pondok-pondok pesantren, juga aktif menyebarkan paham kesetaraan gender. Salah satu tokoh beken dari ICIP adalah Syai’i Anwar.

Jadi, pendukung utama Hanung di dalam membuat film Perempuan Berkalung Sorban ini adalah mereka yang selama ini aktif membela-bela kesesatan, antara lain Musdah Mulia. Sebagai aktivis kesetaraan gender, Musdah tidak setuju dengan seruan boikot yang dikumandangkan Ali Mustafa Yakub. Karena, menurut Musdah, film Perempuan Berkalung Sorban justru mengungkapkan realitas penindasan terhadap perempuan dengan mengatasnamakan agama. (nahimunkar.com, February 10, 2009 8:46 pm admin Artikel, Fenomena Sinetron dan Film Indonesia Bertendensi Merusak Citra Islam).

Iklan

About me, myself n i

ingin orang lain mengetahui apa yang perlu diketahui..

21 thoughts on “Syi’ah Memusuhi Islam Bersekongkol dengan Para Pengkhianat

  1. Konspirasi Anti-Syiah dan Upaya Adu Domba CIA

    Oleh: M. Anis Maulachela

    Sebuah buku berjudul “A Plan to Divide and Destroy the Theology” telah terbit di AS. Buku ini berisi wawancara detail dengan Dr. Michael Brant, mantan tangan kanan direktur CIA.

    Dalam wawancara ini diungkapkan hal-hal yang sangat mengejutkan. Dikatakan bahwa CIA telah mengalokasikan dana sebesar 900 juta US dolar untuk melancarkan berbagai aktivitas anti-Syiah. Dr. Michael Brant sendiri telah lama bertugas di bagian tersebut, akan tetapi ia kemudian dipecat dengan tuduhan korupsi dan penyelewengan jabatan.

    Tampaknya dalam rangka balas dendam, ia membongkar rencana-rencana rahasia CIA ini. Brant berkata bahwa sejak beberapa abad silam dunia Islam berada di bawah kekuasaan negara-negara Barat. Meskipun kemudian sebagian besar negara-negara Islam ini sudah merdeka, akan tetapi negara-negara Barat tetap menguasai kebebasan, politik, pendidikan, dan budaya mereka, terutama sistem politik dan ekonomi mereka. Oleh sebab itu, meski telah merdeka dari penjajahan fisik, mereka masih banyak terikat kepada Barat.

    Pada tahun 1979, kemenangan Revolusi Islam telah menggagalkan politik-politik kami. Pada mulanya Revolusi Islam ini dianggap hanya sebagai reaksi wajar dari politik-politik Syah Iran. Dan setelah Syah tersingkir, kami (AS) akan menempatkan lagi orang-orang kami di dalam pemerintahan Iran yang baru, sehingga kami akan dapat melanjutkan politik-politik kami di Iran.

    Setelah kegagalan besar AS dalam dua tahun pertama (dikuasainya Kedubes AS di Teheran dan hancurnya pesawat-pesawat tempur AS di Tabas) dan setelah semakin meningkatnya kebangkitan Islam dan kebencian terhadap Barat, juga setelah munculnya pengaruh-pengaruh Revolusi Islam Iran di kalangan Syiah di berbagai negara–terutama Libanon, Irak, Kuwait, Bahrain, dan Pakistan–akhirnya para pejabat tinggi CIA menggelar pertemuan besar yang disertai pula oleh wakil-wakil dari Badan Intelijen Inggris. Inggris dikenal telah memiliki pengalaman luas dalam berurusan dengan negara-negara ini.

    Dalam pertemuan tersebut, kami sampai pada beberapa kesimpulan, di antaranya bahwa Revolusi Islam Iran bukan sekadar reaksi alami dari politik Syah Iran. Tetapi, terdapat berbagai faktor dan hakikat lain, di mana faktor terkuatnya adalah adanya kepemimpinan politik Marjaiyah (kepemimpinan agama) dan syahidnya Husein, cucu Rasulullah, 1400 tahun lalu, yang hingga kini masih tetap diperingati oleh kaum Syiah melalui upacara-upacara kesedihan secara luas. Sesungguhnya dua faktor ini yang membuat Syiah lebih aktif dibanding Muslimin lainnya.

    Dalam pertemuan CIA itu, telah diputuskan bahwa sebuah lembaga independen akan didirikan untuk mempelajari Islam Syiah secara khusus dan menyusun strategi dalam menghadapi Syiah. Bujet awal sebesar 40 juta US dolar juga telah disediakan. Untuk penyempurnaan proyek ini, ada tiga tahap program:

    1. Pengumpulan informasi tentang Syiah, markas-markas dan jumlah lengkap pengikutnya.

    2. Program-program jangka pendek: propaganda anti-Syiah, mencetuskan permusuhan dan bentrokan besar antara Syiah dan Sunni dalam rangka membenturkan Syiah dengan Sunni yang merupakan mayoritas Muslim, lalu menarik mereka (kaum Syiah) kepada AS.

    3. Program-program jangka panjang: demi merealisasikan tahap pertama, CIA telah mengutus para peneliti ke seluruh dunia, di mana enam orang dari mereka telah diutus ke Pakistan, untuk mengadakan penelitian tentang upacara kesedihan bulan Muharram. Para peneliti CIA ini harus mendapatkan jawaban bagi soal-soal berikut:

    a. Di kawasan dunia manakah kaum Syiah tinggal, dan berapa jumlah mereka?

    b. Bagaimanakah status sosial-ekonomi kaum Syiah, dan apa perbedaan-perbedaan di antara mereka?

    c. Bagaimanakah cara untuk menciptakan pertentangan internal di kalangan Syiah?

    d. Bagaimanakah cara memperbesar perpecahan antara Syiah dan Sunni?

    e. Mengapa mereka kuatir terhadap Syiah?

    Dr. Michael Brant berkata bahwa setelah melalui berbagai polling tahap pertama dan setelah terkumpulnya informasi tentang pengikut Syiah di berbagai negara, didapat poin-poin yang disepakati, sebagai berikut:

    Para Marja’ Syiah adalah sumber utama kekuatan mazhab ini, yang di setiap zaman selalu melindungi mazhab Syiah dan menjaga sendi-sendinya. Dalam sejarah panjang Syiah, kaum ulama (para Marja) tidak pernah menyatakan baiat (kesetiaan) kepada penguasa yang tidak Islami. Akibat fatwa Ayatullah Syirazi, Marja Syiah saat itu, Inggris tidak mampu bertahan di Iran.

    Di Irak yang merupakan pusat terbesar ilmu-ilmu Syiah, Saddam dengan segala kekuatan dan segenap usaha tidak mampu membasmi Syiah. Pada akhirnya, ia terpaksa mengakhiri usahanya itu.

    Ketika semua pusat ilmu lain di dunia selalu mengambil langkah beriringan dengan para penguasa, Hauzah Ilmiyah Qom justru menggulung singgasana kerajaan tirani Syah.

    Di Libanon, Ayatullah Musa Shadr memaksa pasukan militer Inggris, Perancis, dan Israel melarikan diri. Keberadaan Israel juga terancam oleh sang Ayatullah dalam bentuk Hizbullah.

    Setelah semua penelitian ini, kami sampai pada kesimpulan bahwa berbenturan langsung dengan Syiah akan banyak menimbulkan kerugian, dan kemungkinan menang atas mereka sangat kecil.

    Oleh sebab itu, kami mesti bekerja di balik layar. Sebagai ganti slogan lama Inggris: Pecah-belah dan Kuasai (Divide and Rule), kami memiliki slogan baru: Pecah-belah dan Musnahkan (Divide and Annihilate).

    Rencana mereka sebagai berikut:

    1. Mendorong kelompok-kelompok yang membenci Syiah untuk melancarkan aksi-aksi anti-Syiah.

    2. Memanfaatkan propaganda negatif terhadap Syiah, untuk mengisolasi mereka dari masyarakat Muslim lainnya.

    3. Mencetak buku-buku yang menghasut Syiah.

    4. Ketika kuantitas kelompok anti-Syiah meningkat, gunakan mereka sebagai senjata melawan Syiah (contohnya: Taliban di Afghanistan dan Sipah-e Sahabah di Pakistan).

    5. Menyebarkan propaganda palsu tentang para Marja dan ulama Syiah.

    Orang-orang Syiah selalu berkumpul untuk memperingati tragedi Karbala. Dalam peringatan itu, seorang akan berceramah dan menguraikan sejarah tragedi Karbala, dan hadirin pun mendengarkannya. Lalu mereka akan memukul dada dan melakukan ‘upacara kesedihan’ (azadari). Penceramah dan para pendengar ini sangat penting bagi kita. Karena, azadari-azadari seperti inilah yang selalu menciptakan semangat menggelora kaum Syiah dan mendorong mereka untuk selalu siap memerangi kebatilan demi menegakkan kebenaran. Untuk itu:

    1. Kita harus mendapatkan orang-orang Syiah yang materialistis dan memiliki akidah lemah, tetapi memiliki kemasyhuran dan kata-kata yang berpengaruh. Karena, melalui orang-orang inilah kita bisa menyusup ke dalam upacara-upacara azadari (wafat para Imam Ahlul Bait).

    2. Mencetak atau menguasai para penceramah yang tidak begitu banyak mengetahui akidah Syiah.

    3. Mencari sejumlah orang Syiah yang butuh duit, lalu memanfaatkan mereka untuk kampanye anti-Syiah. Sehingga, melalui tulisan-tulisan, mereka akan melemahkan fondasi-fondasi Syiah dan melemparkan kesalahan kepada para Marja dan ulama Syiah.

    4. Memunculkan praktik-praktik azadari yang tidak sesuai dan bertentangan dengan ajaran Syiah yang sebenarnya.

    5. Tampilkan praktik azadari (seburuk mungkin), sehingga muncul kesan bahwa orang-orang Syiah ini adalah sekelompok orang dungu, penuh khurafat, yang di bulan Muharram melakukan hal-hal yang mengganggu orang lain.

    6. Untuk menyukseskan semua rencana itu harus disediakan dana besar, termasuk mencetak penceramah-penceram ah yang dapat menistakan praktik azadari. Sehingga, mazhab Syiah yang berbasis logika itu dapat ditampilkan sebagai sesuatu yang tidak logis dan palsu. Hal ini akan memunculkan kesulitan dan perpecahan di antara mereka.

    7. Jika sudah demikian, tinggal kita kerahkan sedikit kekuatan untuk membasmi mereka secara tuntas.

    8. Kucurkan dana besar untuk mempropagandakan informasi palsu.

    9. Berbagai topik anti-Marjaiyah harus disusun, lalu diserahkan kepada para penulis bayaran untuk disebarkan kepada masyarakat luas. Marjaiyah, yang merupakan pusat kekuatan Syiah, harus dimusnahkan. Akibatnya, para pengikut Syiah akan bertebaran tanpa arah, sehingga mudah untuk menghancurkan mereka.

    Selengkapnya, klik link berikut:

    http://www.victorynewsmagazine.com/images/ConspiracyAgains

    • Si Salvador ini adalah org syi’ah yg biasa membuat tipuan(Trik2) se-olah2 “Syi’ah” adalah pihak yg terzalimi yg diadu dgn Sunni. Memang jelas prilaku mereka spt org DUNGU yg dibodohi oleh Pendeta2 syi’ah utk melakukan Ritual sesat dgn me-mukul2 diri meratapi kematian Husein di Karbala 1400 th yg lalu. Sudah jelas “SYI’AH” adalah ajaran sesat yg pemrakarsanya adalah si Yahudi Abdullah bin Saba,dan Syi’ah hanya merupakan “Islam Palsu” atau PSEUDO Islam yg akan menjerumuskan orang2 Islam yg benar(True Islam) masuk ke Neraka Jahannam.

  2. Info yg bagus dari Bung Salvador, terbukti Iran negara Islam yg memimpin teknologi di timteng, semoga iran bisa memperjuangkan hak2 islam yg sesungguhnya dgn kekuatan teknologi nuklirnya…amin

    • kalau iran anda katakan memperjuangkan hak2 islam yg sesungguhnya, ANDA SALAH BESAR dan telah tertipu oleh syiah dan sekutunya (zionis).. syiah jelas2 sesat! islam yg selamat hanya bersumber pada al-qur’an dan sunnah—tdk tanpa dua2nya atau bahkan hanya pd salah satunya saja. kita bs lihat apa tindakan iran saat afghanistan dgn pasukan talibannya dibombardir oleh pasukan sekutu?? NOTHING! pdhl iran berbatasan dekat dgn afghanistan.. kalau iran memang menentang zionis amerika dan sekutu2nya dan membawa islam yg sbenarnya knp mrk cuek saja dgn apa yg menimpa negri afghanistan?? apakah mrk tdk menganggap bahwa islam di afghanistan adlh saudara2 mrk?? lalu islam seperti apakah iran?? jadikan itu pertanyaan2 di kepala anda. iran dgn sistem khomeini-nya hanya menjadi alat mainan zionis, yg BISA SAJA mrk manfaatkan utk menggelar agenda mrk selanjutnya, yaitu PERANG DUNIA 3! gejala iran vs israel hampir mirip dgn sejarah Hitler dgn Nazi-nya saat diperalat zionis sampai akhirnya meletus perang dunia 2. wallahu’alam..

      • yg kita anggap benar hanya Allah yg tahu, yg kita anggap salah hanya Allah lah yg tahu… Kalau Argumen anda, bahwa saat afghanistan dgn pasukan talibannya dibombardir oleh pasukan sekutu?? NOTHING!.. Dengan argumen yg sama, kita juga bisa pertanyakan apa yg diperbuat Saudi Arabia??… sama saja kan.. NOTHING!..
        Apa yg ada dalam pikiran kita, kebenarannya hanya Allahlah yg tahu..

      • Sayah sangat benci sm AGAMA-IMPOR, apalagi yg dari ArabJAHILIYAHARAMJADAHBABIKURAP . . .
        Tapi aku sangat syuka sm SYIAH,karena orangnya cerdas2 dan beradab juga ISLAMI mirip Urang SUNDA . . . . !!!!

  3. Saya memiliki buku2 yg ditulis oleh orang “Sunni” yg mengikuti fiqh ahlul Bait (sehingga bagi banyak orang disebut “Syiah”), mereka mengambil hadits2 yg diriwayatkan oleh ulama Sunni, termasuk Bukhari, Muslim, al Hakim, trmasuk hadits tsaqolain & al Ghadir , bahkan ada buku yg ditulis olleh ulama Tunisia berjudul “Syiah adalah sebenar-benarnya ahlus Sunnah”. yg jadi pertanyaan, mengapa org2 yg menyebut dirinya Sunni tidak pernah meriwayatkan atau bahkan mengenal hadits2 ini? Bahkan mereka tidak kenal al Mahdi, tidak mengetahui besarnya kesedihan & kemarahan sayyidah Fatimah pasca wafatnya Rasul saw.

    Dalam buku “Doktor Cilik Penghafal Quran” serta lanjutannya mengenai anak2 yg mengikuti jejak doktor cilik, disebutkan bahwa mereka menghafal dgn mushaf Utsmani yg digunakan di seluruh dunia, bahkan tidak mengenal Quran model lain.

    Mungkin lebih adil bila akhi mmbuat penilaian lebih objektif setelah mengunjungi Iran. Akhi.. bukankah lebih baik mengutamakan akhlak di atas fiqih? Saya mengenal beberapa ulama Syiah, tidak pernah saya jumpai mereka mencaci maki atau mengkafirkan orang2 Sunni.. Akhi sendiri menulis bahwa Zionis, Freemason dsb menyusup dimana-mana termasuk Islam, sehingga bukan tidak mungkin orang syiah yg akhi jumpai adalah Syiah yang mnjadi alat “mereka” karena kebodohan dan kesempitan pandangannya, sperti Ibn Wahab yg akhirnya mempelopori paham Wahabi yg mudah mengkafirkan muslim yg lain.

    Bijak ya akhi… Allah yg maha sempurna & mengetahui.. Boleh akhi mempunyai pandangan tapi nilailah orang lain bukan hanya berdasar believe mereka namun akhlak mereka. Bahkan fuqaha Sunni seperti imam Hanafi, Maliki, & Syafi’i menimba ilmu dari Imam Ja’far ash Shadiq bin Muhammad bin Ali bin Husain bin Ali bin Abi Thalib yg merupaka fuqaha yg dirujuk oleh orang2 Syiah.

    Bila org2 Syiah “memaki” sahabat, apakah mereka memang berniat memaki dan melampiaskan kebencian ataukah itu merupakan ekspresi kecintaan yg besar trhadap ahl bait Rasul; (termasuk putrinya, sang “Ummi Abiiha”) yg sangat dicintai Allah & RasulNya? Apakah itu merupakan ekspresi kebencian ataukah kesedihan yg besar trhadap kedzaliman yg diderita putra-putri Fatimah sepeninggal Rasul? Jika itu merupakan expresi kesedihan yg merupakan wujud dari kecintaan, maka akhi.. doakan agar Allah memaafkan mereka sebgaimana smoga Allah mengampuni para sahabat yg melakukan kesalahan (yg mungkin tanpa didasari niat buruk) hasil “ijtihad” namun ,menyakiti hati sayyidatun fatimah as dan putra-putrinya, ahl bait yg merupakan bahtera Buh bagi umat ini……

    Salam ya akhi…. Smoga akhi memaknai hidayahNya dan mendapatkan kedamaian & kesejukan dlm hidup akhi.. Saya menanti tulisan2 akhi yg menginspirasi.

    • @Kia,; Cara bicara anda persis dgn yg namanya “Kang Jalal”,org yg se-olah2 santun dlm berbicara atau berargument tetapi MENYESATKAN. Tdk ada itu hadits tsaqalain atau al-ghadir dlm ajaran sunni(Ahlussunnah), Tdk ada gunanya meriwayatkan “hadits” semacam itu,karena umumnya tdk ada sanad yg jelas hingga kepada Nabi SAW alias PALSU ,karena dibuat oleh ‘ulama’2 syi’ah yg GHULUW kpd Ali bin Abithalib.Kalaupun ada Kiyai2 Syi’ah yg bemulut ‘manis’,itu hanya trik dalam rangka TAQIYYAH ,ya pura2 baik,pd hal mereka banyak menghancurkan Masjid2 Sunni di Iran. Akhlaq apa yg hrs diutamakan diatas Fiqih? Akhlak utk memperdaya umat Islam? Kang Jalal itu sama seperti Sang Dajjal,jadi pantasnya namanya adalah “DAJJALUDDIN”. Pura2santun,pada hal kerja org Syi’ah adalah mencaci-maki Khalifah Abu Bakar ,Umar dan Utsman ,yg katanya MERAMPAS HAK Ali bin Abithalib utk menjadi Khalifah. Kelihatan benar org2 Syi’ah ini TIDAK beriman, karena salah satu Rukun iman adalah berimankpd :Qadha dan Qadar. Peristiwa atau kejadian 1400 tahun yg lalu itu sdh jelas adalah SUDAH ketentuan dan ” Takdir” dari Allah SWT. Karena itu org Syi’ah ini adalah makhluk yg Engkar alias KAFIR yg tdk menerima segala ketetapan dan takdir yg tdk sesuai dgn Hawa Nafsu nya yg mendapat bisikan dari Iblis Laknatullah. Hai org Syi’ah , kalau kalian tetap berada di jalur sesat ,siap2 lah menjadi “Ahlinnaar”.

  4. sungguh trima ksih tx hingga bagi anda2 yg memberikan pandangan2 dalam menilai yg benar dan salah….. krna bagi saya yg nol dalam menganalisa dan meneliti tentang yg sebenarnya terjadi sangat mudah diombang ambing oleh segala pemberitaan yg ada…. dan mudah disesatkan….. selamat mengkaji dan sebarkan segala analisa yg bisa membuka mata hati saya yg amat gelap ini…… terima kasih

  5. Sesungguhnya masa-masa awal wafatnya Rasul Saw adalah juga masa awal dari perpecahan. Umat berpecah, karena sahabat Rasul pun berpecah. Sahabat berijtihad, namun akibat dari ijtihad mereka membuat pecinta kekuasaan bergirang hati, krn banyak diantara mereka yg berIslam tidak dgn dan untuk Cinta kpdNya & RasulNya, namun memanfaatkan Islam sbg rasionalisasi believe mereka yg mencintai dunia, contohnya : lihat saja dinasti yg brkuasa di Tanah Suci saat ini….. tega menyamakan cinta akan Rasul sbg bid’ah & kultus individu, berlagak seperti manusia tanpa dosa yg nggak butuh syafa’at Rasul …..

  6. saya tambahkan lagi…
    kita tidak usah ribut masalah perbedaan aliran. kenyataannya tanpa kita sadari kita memperdebatkan sesuatu yang kita tidak memahami sepenuhnya, parahnya kita sendiri telah membuat aliran2 baru dalam islam yaitu “aliran pikiran sendiri”, yaitu aliran yang didasari atas keterbatasan kesimpulan pikiran sendiri dan menganggap paling benar. mau sunni atau syiah kebenarannya dapat kita lihat dari sisi kemanusiaannya. contohnya, perbandingan model gerakan dari hizbullah (syiah) berjuang dengan kecerdasan intelektual dan ketepatan sasaran tembak. maksudnya hizbullah hanya berperang melawan israel yahudi zionis bukan dengan meledakkan bom yang dengan konyol membunuh dirinya sendiri, bahkan membunuh orang lain yang mungkin sesama muslim yang tidak berdosa. sedangkan alKaida (sunni), tidak perlu saya jelaskan, pasti anda sekalian sudah mengetahui model pergerakan mereka.

    tapi dari dua perbedaan model gerakan organisasi tersebut ada juga organisasi perjuangan Islam yang berbeda mazhab tetapi bersatu dalam perjuangan mereka yaitu Hamas Palestina (bermazhab sunni) dan Hizbullah Lebanon (bermazhab syiah), kedua organisasi ini memiliki sejarah hubungan ukhuwah yang sangat indah, mereka bahu membahu saling memberikan dukungan melawan negeri penjajah dan penjarah Israel (inilah sesungguhnya musuh besar kita, dan saya haqqul yaqin bahwa mereka adalah Yahudi bermazhab zionis, ALIRAN SESAT).
    kalau bicara fakta2 sejarah tentang “kebiadaban aliran syiah” itupun harus kita kritis melihat kebenarannya jangan kita langsung menerima informasi tersebut tanpa daya kritis. masalahnya saya adalah juga bermazhab jafariah, dan saya juga memiliki data2 mengenai kekejaman para penguasa2 muslim sunni terhadap muslim syiah yang menurut saya tidak pantas untuk saya sampaikan karena menurut saya itu bukanlah ajaran atau doktrin dari mazhab tersbut, melainkan atas dasar kebodohan individu2 pelaku kejahatan kemanusiaan itu.
    masalahnya adalah kebiasaan kita yang mudah mengeneralisir masalah,
    jadi, jalani saja apa yang kita yakini masing2 sesuai dengan pahaman kita. hargailah keyakinan orang lain, mengapa? karena anda pasti memiliki suatu keyakinan dan anda pasti menginginkan orang lain menghargai keyakinan anda. mari bersatu dalam ukhuwah Islam.

  7. @dadangmerdesa, haha LOLLLOL agama impor?Memang agama apa bang yg kagak impor di indonesia???
    Mikir dulu deh kalo mau nyembah dewi eh ternyata dulunya si dewi tersebut ternyata laki2, coba deh nonton film kera sakti seperti menonton sebuah cerita rekaan imajinasi.
    Tuhan kok gak pake baju???datengnya setelah alam semesta dicipta?Tuhan masih kena reinkarnasi kah?
    Coba deh mikir ciptaan dengan yang diciptakan apakah sama?
    Misal manusia menciptakan/membuat meja, apakah besok ada cerita meja tersebut jadi manusia?
    +—-

    • Agama-IMPOR sangat penting buat yg masih SESAT, yaitu buat bangsa ARABHARAMJADAHBABIKURAP…..sayah mah Urang SUNDA, gak perlu agama, karena gak sesat, enggak kayak ARABJAHILIYAHARAMJADAHBABIKURAP yg mengANIAYA TKW dari SUNDA…..begityuh juragaaaaaan……

    • Tuhan Jusuf SWT, mendingan menyembah POHON atau naek Haji ke BOROBUDUR drpd menyembah BATU yg jauh ke ARABJAHILIYAHARAMJADAH . . .

  8. sayah pikir, kekeliruan tuhan adalah, ketika meloloskan Agama-IMPOR, ke NUSANTARA dg cara menJAJAH. . .
    namun kayaknya tuhan = gak ada, buktinya yg menang selalu yg BIADAB, bukan yg berBUAT keBAJIKan…

  9. “Hai orang-orang yang beriman,jika datang kepadamu orang fasiq dengan suatu berita, maka selidikilah agar kamu tidak mencelakakan suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya, kemudian kamu menyesal atas perbuatanmu itu”.
    [QS : al-hujurat 49:6]

    Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Maidah: 8)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s