Berhentilah Mempromosikan Islam Moderat Untuk Melayani Kepentingan Barat !

Indonesia akan menjadi model bahwa tidak perlu ada konflik antara Islam dengan modernitas dan demokrasi. Hal ini disampaikan Presiden dalam pidatonya di depan peserta APEC CEO Summit 2011 di Honolulu, Hawaii (12/11). SBY Juga mengatakan Indonesia akan menjadi model Islam moderat yang berkomitmen menekan radikalisme dengan cara yang tidak melanggar HAM dan menjujung demokrasi.

Secara pemikiran kita tentu mempertanyakan benarkah Islam sejalan dengan demokrasi? Mengingat dua sistem ini memiliki landasan pemikiran yang sangat berbeda dan bertolak belakang . Prinsip penting yang mutlak dalam demokrasi adalah kedaulatan di tangan rakyat (as siyadah lil sya’bi). Sumber hukum wajib berdasarkan kehendak rakyat dengan prinsip suara mayoritas. Artinya, yang menentukan benar dan salah adalah suara manusia.

Hal ini jelas bertolak belakang dengan prinsip Islam yang juga mutlak yang menyerahkan kedaulatan kepada Allah SWT (as siyadah lil syar’i). Berdasarkan ini, sumber hukum dalam Islam bukanlah kehendak manusia tapi berdasarkan kepada Al Qur’an dan as Sunnah dalam segenap aspek kehidupan. Kecuali, kalau Islam yang dimaksud dibonsai hanya menjadi ajaran ritual, moralitas, dan individual. Sesuatu yang jelas bertentangan dengan Islam, mengingat Islam adalah agama yang mengatur seluruh kehidupan manusia termasuk politik, ekonomi, sosial dan kenegaraan.

Perintah untuk menjalankan seluruh syariah Islam ini, ditegaskan oleh Allah SWT dalam Al Qur’an surat Al Baqarah 208; ”yaa ayyuhalladzina amanuu uddkhuluu fi as silmi kaafatan..” Dalam Tafsir Ibnu Katsir Juz I halaman 565 dijelaskan maksud ayat ini adalah Allah Swt memerintahkan hamba-Nya yang beriman kepada-Nya, membenarkan Rasul-Nya: agar mengambil seluruh pegangan Islam dan seluruh syari’ah, dan menjalankan seluruh perintah-Nya, dan meninggalkan seluruh larangan-Nya sesuai dengan kemampuannya.

Pertanyaan kita, kalau Islam tidak bertentangan dengan demokrasi, kenapa umat Islam di Indonesia dilarang untuk menerapkan syariah Islam secara menyeluruh yang merupakan ajaran Islam ? Dilarang menerapkan syariah dalam dalam politik dan kenegaraan , dilarang untuk menegakkan khilafah, dilarang untuk berjihad fi sabilillah, bahkan dibeberapa tempat di negara-negara demokratis seperti Perancis dilarang untuk menggunakan busana muslimah ?

Dalam konteks inilah muncul istilah Islam moderat yang diusung oleh Barat. Walhasil yang dianggap tidak bertentangan dengan demokrasi sesungguhnya adalah pemahaman yang sesat dan menyesatkan terhadap Islam , yang oleh Barat dan pengusungnya disebut dengan istilah Islam moderat. Inti dari Islam moderat adalah menolak syariah Islam secara kaffah (menyeluruh) yang diterapkan oleh negara Islam khilafah , menolak syariah Islam yang mereka anggap bertentang dengan ide-ide pokok Kapitalisme seperti demokrasi , HAM, plularisme dan liberalisme dan menolak upaya perlawanan terhadap penjajahan Barat dengan jihad fi sabilillah .

Rand Corporation misalnya dalam “Building Moderate Muslim Networks” menjelaskan karakter Islam moderat adalah mendukung demokrasi, pengakuan terhadap HAM (termasuk kesetaraan jender dan kebebasan beragama), menghormati sumber hukum yang non sekterian , dan menentang terorisme.

Dalam ukuran yang lebih detil, Robert Spencer-analis Islam terkemuka di AS-juga menyebut kriteria seseorang yang dianggap sebagai muslim moderat antara lain: menolak pemberlakuan hukum Islam kepada non muslim; meninggalkan keinginan untuk menggantikan konstitusi dengan hukum Islam; menolak supremasi Islam atas agama lain; menolak aturan bahwa seorang muslim yang beralih pada agama lain (murtad) harus dibunuh; mendorong kaum muslim untuk menghilangkan larangan nikah beda dan lain-lain.

Hampir sama dengan itu, definisi Islam moderat dalam situs muslimsagainstshariah diantaranya: tidak anti bangsa semit, menentang kekhalifahan, kritis terhadap Islam, menganggap Nabi bukan contoh yang perlu ditiru, menentang jihad, pro Israel atau netral, tidak berreaksi ketika Islam dan Nabi Muhammad dikritik, menentang pakaian Islam, syariah, dan terrorisme.  Andrew McCarthy dalam National Review Online, August 24, 2010 malah tegas-tegas menyatakan siapapun yang membela syariah tidak dapat dikatakan moderat (no one who advocates shariah can be a moderate).

Tidak hanya menyesatkan secara pemikiran, secara politik paket demokrasi dengan Islam moderatnya, dijadikan alat untuk membendung penegakan syariah Islam, memecah-belah dunia Islam, dan ujung-ujungnya melanggengkan penjajahan Barat. Maka siapapun yang mau menerima dan mengakomodasi kepentingan penjajahan Barat baik berupa pemikiran maupun politik akan disebut Islam moderat. Mereka akan diberikan ‘carrot’, dipuji habis-habisan dan dipromosikan. Sementara siapapun yang bertentangan dengan itu akan disebut radikal dan teroris. Mereka mendapatkan ‘stick’ artinya legal diperangi dengan cara apapun.

Pasalnya, Barat sangat menyadari tegaknya kembali Khilafah ditengah-tengah kaum muslimin yang akan menerapkan syariah Islam secara menyeluruh, menyatukan umat Islam diseluruh dunia, melindungi dan membebaskan umat Islam yang tertindas dengan jihad fi sabilillah, dan menyebarluaskan Islam ke seluruh penjuru dunia sehingga menjadi rahmatan lil ‘alamin , akan mengancam penjajahan kapitalisme mereka.

Maka kita sangat menyayangkan kalau presiden SBY termasuk penguasa negeri Islam lainnya sibuk menjadi pelayan kepentingan negara-negara penjajah dengan mempromosikan demokrasi dan pemahaman Islam moderat yang berbahaya. Yang seharusnya dilakukan oleh penguasa negeri Islam menghentikan penjajahan Barat di negeri-negeri Islam. Menghentikan perampokan kekayaan alam Indonesia oleh negara-negara Barat lewat corporasi mereka yang rakus, melindungi rakyat mereka dari serangan brutal dan pembunuhan masal negara-negara Barat atas nama perang melawan radikalisme dan terorisme. Kalau hal ini tidak dilakukan, penguasa negeri Islam tidak lebih sekedar ‘jongos’ tuan besar Kapitalisme mereka yang nasibnya akan berakhir menyedihkan.

[Sumber]

Iklan

About me, myself n i

ingin orang lain mengetahui apa yang perlu diketahui..

3 thoughts on “Berhentilah Mempromosikan Islam Moderat Untuk Melayani Kepentingan Barat !

  1. 1.Kenapa pengambilan keputusan dimasa kini,di negara kepulauan tropis dgn beribu suku bangsa harus mengacu dengan buku yg ditulis berabad lalu di padang pasir nun jauh disana? Tidak sesuai dengan budaya masyarakatnya dan kondisi jaman.Kalau dasarnya faith(kepercayaan).maaf sekali, indonesia punya 5 kepercayaan bukan satu
    2.Kenapa ujung2nya jadi penjajahan oleh Barat? Padahal yg disebut barat (amrik dan eropa)sedang krismon dan tidak berdaya. Mungkin paranoianya bisa dialihkan ke asia timur yg ekonominya sedang maju pesat?apalagi asia timurnya komunis,bahaya tuh. Penulis harus lebih up to date dan mulai mengarang paranoia baru dunk..
    3.Padahal sebenrnya aturan syariat lebih banyaK yang bertentangan dengan budaya luhur indonesia. Liat aja tarian2 tradisional.kalau syariat diberlakukan,secara textbook tidak boleh tuh ada pementasan tari tradisional dimuka umum.
    4.Umat muslim di indonesia kurang apa? Beribadah leluasa,pendidikannya ada,pesantren,mesjid dan pengajian tumbuh subur.presiden jg pasti muslim. Sekali lagi,bangun mas/mba/jeng:ada 5 agama yg diakui di indonesia dan ribuan budaya luhur yg diwariskan nenek moyang sebelum masuknya islam.jadi pinter2lah berakulturasi Kalau masih ga puas,pindah ke arab aja. Paling disono jg dianggap warga kelas 2.

  2. Assalamu’alaykum wr. wb. … Saya ingin bertanya pada anda mr.skinner, APAKAH ANDA TAHU BAHWA SYARI’AT ISLAM TIDAKLAH MEMATIKAN HAK2 AGAMA LAIN DLM HAL BERIBADAH? Syari’at Islam hanya mengatur HUKUM dalam bernegara / bermasyarakat (Hukum Allah Swt) sebagai sarana menuju masyarakat beragama dan berbudi-luhur –namun TIDAK masuk mengatur dalam urusan ibadah agama lain (pemeluk agama lain tetap bebas menjalankan ibadah agama2 yang diyakininya). Seharusnya agama2 selain islam tdk perlu takut kalau syari’at islam diterapkan di negara ini, bahkan dalam Piagam Jakarta 1945 aturan penerapannya hanya dijalankan oleh pemeluk islam saja, artinya ummat islam saat itu tdklah memaksakan syari’at islam pada pemeluk agama lain. Silahkan saja yg menolak syari’ah islam, krn tdk ada paksaan dlm agama. Tetapi tidaklah fair apabila penegakan syari’at islam dihalang-halangi (TANYA KENAPA?) mengingat mayoritas pemeluk agama di negeri ini adalah ummat islam dan faktanya pejuang kemerdekaan di negeri ini mayoritas adalah ummat islam juga –yg berguguran syahid dlm rangka memerangi kemunkaran penjajah Belanda (350 tahun) dan Jepang (3,5 tahun). Sesungguhnya tdk ada kerugian apabila syari’at islam ditegakkan, kecuali utk antek2 iblis dibawah bendera zionis yahudi. Malah dgn ditegakkannya syari’at islam di negeri ini KEADILAN, KETENTRAMAN, KEAMANAN dan KEMAKMURAN negeri ini akan bangkit dan agama2 lain yg ikhlas hukum bernegara menggunakan syari’at islam ikut menikmatinya. Wallahu’alam..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s