Kumpulan Hadits 1

Berhentilah Memikirkan Siapa Yang Menjadikan Tuhan

Dari Abu Hurairah ra, katanya: ”Rasulullah saw bersabda, ”Setan akan datang kepada seorang dari kamu lalu berkata: “Siapa yang menjadikan ini? Siapa yang menjadikan itu?” sampai ia berkata: “Siapa yang menjadikan Tuhanmu”. Apabila sampai pada pertanyaan demikian, hendaklah orang itu memohon perlindungan kepada Tuhannya dan hendaklah berhenti memikirkannya.” (Hadist Shahih Bukhori no. 1453 Bab Berlindung dari Setan)

Seorang Yahudi yang Masuk Islam dicela Kaumnya

Dari Anas ra, katanya, “Ketika sampai kepada Abdullah bin Salam kabar
kedatangan Rasulullah saw ke Madinah, ia pun datang menghadap beliau, lalu berkata, ”Saya hendak bertanya kepada Anda tentang tiga perkara, tidak ada yang mengetahuinya melainkan Nabi.
Apakah permulaan tanda kiamat?
Apakah permulaan makanan yang dimakan oleh penghuni surga?
Apa sebabnya anak menyerupai ayahnya dan apa sebabnya menyerupai ibunya?”Rasulullah saw bersabda, ”Baru sebentar ini Jibril mengabarkan semua itu kepada saya”. Kata Anas: Abdullah berkata, “Jibril itu ialah musuh orang Yahudi”. Rasulullah saw bersabda, “Adapun permulaan tanda kiamat, ialah api yang mengumpulkan manusia dari timur ke barat. Adapun permulaan makanan yang dimakan isi surga, ialah tambahan hati dari ikan besar. Dan adapun perumpamaan anak, bahwa seorang laki-laki bila bersetubuh dengan perempuannya, jika airnya mendahului air istrinya, anak itu serupa dengan bapaknya. Jika dahulu air perempuan, anak itu serupa dengan dia (ibunya).” Abdullah berkata, ”Saya mengakui bahwa sesungguhnya orang Yahudi itu kaum
pendusta. Jika mereka tahu saya masuk Islam sebelum Anda menanyakan kepada mereka, niscaya mereka akan menuduh saya pendusta di dekat tuan.” Kemudian orang-orang Yahudi datang dan Abdullah masuk ke dalam rumah. Rasulullah saw bertanya,”Bagaimanakah keadaan Abdullah bin Salam dalam lingkungan kamu?” Mereka menjawab, ”Ia seorang yang amat pandai dan anak orang yang amat pandai di antara kami. Ia seorang yang paling baik dan anak orang yang paling baik diantara kami.” Rasulullah saw bertanya, ”Bagaimanakah pendapat kamu jika Abdullah memeluk agama Islam?” Kata mereka, ”Dilindungi (dijauhkan) Tuhan kiranya ia dari hal yang demikian!” Maka keluarlah Abdullah kepada mereka, lalu berkata, ”Saya mengakui, bahwa tiada Tuhan (Ilah) melainkan Allah, dan saya mengakui bahwa sesungguhnya Muhammad Pesuruh
Allah”. Orang-orang Yahudi lalu berkata, ”Dialah orang yang paling jahat dan anak orang yang paling jahat diantara kami”. Mereka pun mencelanya bersama. (Hadist Shohih Bukhori no. 1465 dari Bab Berlindung dari Syetan)

Tidak Boleh Ikut Jihad Kecuali Masuk Islam Dulu

Dari ’Aisyah ra, istri Nabi saw katanya, ”Ketika Rasulullah saw pergi ke Badar, maka tatkala beliau sampai di Harratil Wabarah, beliau ditemui oleh seorang laki-laki yang terkenal gagah berani. Para sahabat Rasulullah saw merasa gembira ketika melihat kedatangannya. Dia berkata kepada Rasulullah saw, ”Aku sengaja mengikuti Anda, karena ingin berperang di pihak Anda dan bersama-sama dengan Anda. ”Tanya Rasulullah saw, ”Apakah Anda sudah beriman dengan Allah dan Rasul-Nya?” Jawab orang itu, ”Tidak!” Sabda Rasulullah saw, ”Kembalilah Anda! Aku sekali-kali tidak membutuhkan pertolongan orang musyrik.” Kata ’Aisyah, ”Maka pergilah orang itu. ”Tetapi setelah kami sampai dekat sebatang pohon, orang itu datang kembali menemui Rasulullah saw, lalu dia berkata pula seperti semula. Maka bertanya pula Rasulullah saw kepadanya seperti semula. Sabda beliau, ”Pergilah Anda! Aku sekali-kali tidak membutuhkan pertolongan orang musyrik. ”Maka pergilah dia. Kemudian, tatkala kami sampai di Baida’, dia datang kembali. Rasulullah saw bertanya pula kepadanya seperti semula, ”Apakah anda sudah beriman dengan Allah dan Rasul-Nya?” Jawab orang itu, ”Ya, aku beriman!” Maka sabda Rasulullah saw, ”Mari, Teruslah jalan!” (HR Shahih Muslim dari Bab Jihad)

Pena Telah Diangkat dan Lembaran Telah Kering

Ibnu Abbas ra: Rasulullah saw mengatakan kepadanya: ”Hai anak muda, sesungguhnya aku akan memberimu beberapa pelajaran, yaitu: peliharalah Allah, niscaya Dia akan balas memeliharamu; Peliharalah Allah, niscaya kamu akan menjumpai-Nya di hadapanmu; jika kamu meminta, mintalah kepada Allah; dan jika kamu memohon pertolongan, mohonlah kepada Allah. Ketahuilah, sesungguhnya andaikata seluruh umat bersatu-padu untuk memberi suatu manfaat kepadamu, niscaya mereka tidak akan dapat memberikannya kepadamu, kecuali Allah telah menetapkannya atasmu. Dan andaikata mereka bersatu-padu untuk menimpakan suatu bahaya kepadamu, niscaya mereka tidak akan dapat membahayakanmu, kecuali sesuatu yang telah Allah menetapkannya atasmu. Qolam (pena) telah diangkat dan lembaran catatan telah mengering. (HR. Tirmidzi, Kitabu Shifatil Qiyamah 2440, dan Ahmad, Musnad Bani Hasyim 2537)

Siksa Bagi Orang yang Menasehati tapi Tidak Melaksanakannya

Dari Usamah ra, katanya: saya mendengar Rasulullah saw bersabda: Ada seorang laki-laki dihadapkan pada hari kiamat, lalu dicampakkan ke dalam neraka, maka keluarlah ususnya, kemudian ia berputar-putar sebagaimana keledai berputar-putar di sekitar gilingan. Isi neraka lalu berkumpul di sekelilingnya sambil berkata, wahai fulan, bagaimana keadaan engkau? Bukankah engkau pernah menyuruh kami berbuat baik dan melarang kami berbuat jahat? Jawab orang itu: saya pernah menyuruh kamu berbuat baik tetapi saya sendiri tiada mengerjakannya. Saya pernah mencegah kamu berbuat jahat, tetapi saya sendiri mengerjakannya. (HR.Shohih Bukhori no. 1452)

Celaka Orang yang Bercanda tapi Dusta

Celaka bagi orang-orang yang berbicara (mengabarkan) sedangkan dia dusta (dalam pembicaraannya) supaya suatu kaum tertawa maka celakalah bagi dia, celakalah bagi dia”. [Hadits Hasan, dikeluarkan oleh Hakim (I/46), Ahmad (V/3-5) dan At-Tirmidzi (2315)]

Mengiringi hadits ini Syaikh Islam berkata, ’Dan sungguh Ibnu Mas’ud berkata, Sesungguhnya dusta itu tidak benar baik sungguh-sungguh maupun bercanda.

Istana di Surga Bagi Yang Meninggalkan Debat dan Canda tapi Dusta

Aku adalah penjamin sebuah istana di taman surga bagi siapa saja yang menghindari pertikaian (perdebatan) sekalipun ia benar; dan (penjamin) istana di tengah-tengah surga bagi siapa saja yang meninggalkan dusta sekalipun bercanda. (HR. Abu Daud dan dinilai hasan oleh Al-Albani)

Wanita Terbuat dari Tulang Rusuk Yang Paling Bengkok

Rasulullah shalallahu ’alaihi wa salam bersabda, ”Berbuat baiklah kepada kaum perempuan karena mereka diciptakan dari tulang rusuk yang paling bengkok. Tulang rusuk yang paling bengkok terletak pada bagian yang paling atas. Jika engkau keras meluruskannya, niscaya engkau akan mematahkannya, tetapi jika engkau biarkan, niscaya akan tetap bengkok.” (HR Bukhori dan Muslim)

Mendoakan anak agar dikasihi Allah dan orang lain

Dari Abu Hurairah radhiallahu ’anhu katanya, ”Pada suatu hari Nabi shalallahu ’alaihi wasalam keluar (rumah). Beliau tidak bicara kepadaku dan aku pun tidak bicara pula kepada beliau. Sampai di pasar Bani Qainuqa’, beliau duduk di halaman rumah Fatimah, lalu beliau bersabda, ”Adakah anak kecil di situ Adakah anak kecil di situ?” Fatimah menahannya sebentar, mungkin ia sedang memakaikan kalung atau memandikan anak itu. Tidak lama kemudian datanglah anak kecil itu dengan tergesa-gesa, lalu dipeluk dan diciumnya. Beliau
berdo’a, ”Wahai Allah! Kasihilah (Cintailah) ia dan Kasihilah (Cintailah) orang yang mengasihi (mencintai) nya.” (Shahih Bukhari 1046)

Larangan memberi gelar dengan gelar Nabi

Dari Anad bin Malik radhiallahu ’anhu, katanya, ”Pada suatu waktu ketika Nabi shalallahu ’alaihi wasalam sedang berada di pasar, seorang laki-laki memanggil beliau, katanya,”Hai, Abu Qasim!” Nabi shalallahu ’alaihi wasalam menengok dan menghampirinya. Maka kata laki-laki tersebut, ”Saya memanggil orang ini”. Sabda Nabi shalallahu ’alaihi wasalam, ”Berilah nama dengan namaku, tetapi jangan kamu bergelar dengan gelarku.” (Shahih Bukhari 1045)

Hak-hak Suami dan Istri disampaikan pada Haji Wada’

Sulaiman bin Amr bin Al Ahwash, ia berkata, ”Ayahku menceritakan kepada kami: Ia hadir pada haji wada’ bersama Rasulullah shalallahu ’alaihi wasalam. Beliau shalallahu ’alaihi wasalam memuji dan menyanjung Allah, lalu menyampaikan peringatan dan nasihat –perawi menyebutkan suatu kisah di dalam hadist ini- Rasulullah shalallahu ’alaihi wasalam bersabda,’Perhatikanlah! Berwasiatlah dengan kebaikan kepada kaum perempuan, karena kaum perempuan adalah tawanan yang berada di tangan kalian. Kalian tidak memilihi suatu (hak untuk berbuat) apapun darinya melainkan hanya itu, kecuali kalau mereka jelas-jelas melakukan perbuatan keji. Jika mereka melakukan perbuatan
tercela, maka jauhilah tempat tidurnya dan pukullah dengan pukulan yang tidak melukai. Jika mereka taat kepadamu, maka kalian jangan mencari jalan untuk menyusahkannya. Sesungguhnya kaum perempuan mempunyai hak kepada kalian dan kalian mempunyai hak kepada mereka. Hak-hak kalian kepada mereka adalah mereka tidak boleh mempersilahkan orang lain yang kalian benci tidur di tempat tidur kalian dan mereka tidak boleh memberi ijin kepada orang yang kalian benci untuk masuk ke dalam rumah kalian. Hak-hak mereka kepada kalian adalah kalian harus berbuat baik kepada mereka dalam masalah sandang dan pangan’.” (Hasan Tirmidzi 1163, Ibnu Majah 1851)

Seorang pezina tidak mempunyai hak terhadap anaknya

Abu Hurairah, ia berkata, ”Rasulullah shalallahu ’alaihi wa salam bersabda, ’Anak itu untuk bapaknya, sedangkan bagi pezina tidak mempunyai hak terhadap anak tersebut.” (Shahih Tirmidzi 1157, Muttafaq ’Alaih)

Jika berhasrat pada seorang wanita segera datangi istri

Jabir bin Abdullah, ia berkata, ”Nabi shalallahu ’alaihi wa salam pernah melihat seorang perempuan, maka Nabi segera masuk ke rumah Zainab (istrinya) dan menunaikan hajatnya (berjima’ dengannya). Kemudian beliau keluar dan bersabda, ’Sesungguhnya kalau perempuan sedang menghadap, maka ia menghadap dalam bentuk setan. Apabila seseorang di antaramu melihat perempuan yang menggugah hasratnya maka datangilah istrinya, karena yang ia punyai sama seperti yang dipunyai istrinya.” (Shahih Tirmidzi 1158, Silisilah Ahadist Shahihah 235)

Seandainya boleh, istri diperintahkan sujud kepada suami

Abu Hurairah, dari Nabi shalallahu ’alaihi wasalam bersabda, ”Seandainya aku boleh memerintahkan seseorang untuk bersujud, maka aku akan memerintahkan seorang perempuan untuk sujud kepada suaminya.” (Hasan Shahih Tirmidzi 1159, Ibnu Majah 1853)

Kewajiban istri memenuhi hasrat suami

Thalq bin Ali, ia berkata, ”Rasulullah shalallahu ’alaihi wasalam bersabda, ’Jika seorang lelaki mengajak istrinya untuk memenuhi kebutuhannya (jima’) maka istrinya wajib memenuhi, meskipun ia sedang berada di dapur’.” [Shahih Tirmidzi 1160, Al Misykah (3257), Silisilah Ahadist Shahihain (1202)]

Mukmin terbaik adalah yang paling baik terhadap istri

Abu Hurairah, ia berkata, ”Rasulullah shalallahu ’alaihi wa salam bersabda, ’Seorang mukmin yang paling sempurna imannya adalah orang yang paling baik budi pekertinya, dan sebaik-baik kalian adalah yang paling baik terhadap istrinya.’ (Shahih Tirmidzi 1162, Silisilah Ahadist Shahihah 284)

Cemburunya Allah ketika mukmin melakukan maksiat

Abu Hurairah, dia berkata, ”Sesungguhnya Allah mempunyai rasa cemburu. Orang Mukmin juga mempunyai rasa cemburu. Rasa cemburu Allah adalah ketika orang mukmin melakukan hal yang diharamkan oleh-Nya.” (Shahih Tirmidzi 1168, Mutafaq ’alaih)

Larangan berpergian 3 hari tanpa mahram

Abu Sa’id, ia berkata,” Rasulullah shalallahu ’alaihi wasalam bersabda, ”Seorang perempuan yang beriman kepada Allah dan hari akhir diharamkan berpergian lebih dari tiga hari, kecuali disertai ayahnya, saudaranya, suaminya, anaknya, atau orang yang ada hubungan mahram dengannya.” (Shahih Tirmidzi 1169, Ibnu Majah 2898, Shahih Muslim, dan Shahih Bukhori)

Larangan berpergian seharian tanpa mahram

Abu Hurairah, ia mengatakan bahwa Rasulullah shalallahu ’alaihi wasalam bersabda, ”Janganlah seorang perempuan berpergian dalam masa satu hari satu malam, kecuali bersama mahramnya.” (Shahih Tirmidzi 1170, Ibnu Majah (2899) dan Muttafaq ’alaih)

Saudara Ipar adalah Maut (Kematian/ Bahaya)

Uqbah bin Amr, ia mengatakan bahwa Rasulullah shalallahu ’alaihi wasalam bersabda, ”Jauhilah oleh kalian masuk pada kaum perempuan.” Seorang lelaki dari kaum Anshor bertanya”Wahai Rasulullah! Bagaimana dengan saudara iparnya?” Rasulullah shalallahu ’alaihi wasalam bersabda, ”Saudara ipar adalah kematian (bahaya sangat besar). [Shahih Tirmidzi 1171, Ghayatul Maram (181) dan Muttafaq ’alaih]

Larangan masuk ke rumah perempuan yang suaminya sedang pergi

Jabir radhiallahu ’anhu dari Nabi Shalallahu ’alaihi wa salam, beliau bersabda, ”Janganlah kalian masuk kepada perempuan-perempuan yang ditinggal pergi suaminya, karena sesungguhnya setan mengalir pada diri kalian semua dengan mengikuti aliran darah.” Kami bertanya, ”Termasuk engkau?” Nabi Shalallahu ’alaihi wa salam menjawab, ”Termasuk aku, tetapi Allah menolongku, sehingga aku selamat.” [Shahih Timidzi 1172, Shahih Abu Daud (2134, 1133), Takhrijus-Sirah 65]

Setan menghiasi perempuan ketika keluar

Abdullah dari Nabi Shalallahu alaihi wa salam, beliau bersabda, ”Perempuan adalah aurat. Ketika perempuan keluar, maka setan menghiasinya (dalam pandangan laki-laki).” (Shahih Tirmidzi 1173, Al Misykah 3109, Irwa’ Al Ghalil 273, Ta’liq ’Ala Ibnu Khuzaimah 1685)

Bidadari mencela istri yang menyakiti suaminya

Muadz bin Jabar radhiallahu ’anhu dari Nabi Shalallahu alaihi wa salam, beliau bersabda, ”Tidaklah seorang perempuan menyakiti suaminya di dunia melainkan istri bidadarinya (di surga nanti) akan berkata, ’Janganlah engkau menyakitinya. Semoga Allah membalasmu, karena sesungguhnya dia di sampingmu sebagai tamu yang sebentar lagi akan berpisah darimu dan akan datang kepadaku’.” (Shahih Tirmidzi 1174, Ibnu Majah 2041)

Ahli Surga Wajahnya Seperti Sinar Purnama Memiliki Dua Istri

Dari Abu Sa’id, dari Nabi Shalallahu ’alaihi wa salam, ”Sesungguhnya raut wajah rombongan pertama yang masuk surga pada hari Kiamat adalah seperti sinar rembulan pada malam bulan pertama. Sedangkan rombongan yang kedua seperti sebaik-sebaik bintang yang bercahaya di langit. Setiap lelaki dari mereka memiliki dua istri. Masing-masing istri itu memiliki tujuh puluh pakaian (persiapan), dan sumsum betisnya terlihat dari balik pakaiannya itu.” (Shahih Tirmidzi 2535, Ash Shahihah 1736, Al Misykat 5635, At Ta’liq Ar Raghib 261)

Penghuni Surga dari Neraka

Dari Imran bin Hushain, dari Nabi Shalallahu ’alaihi wa salam, beliau bersabda, ”Sungguh suatu kaum dari ummatku kelak akan keluar dari neraka dengan syafaatku. Mereka disebut sebagai ahli jahannam (Al Jahannamiyun).” (Shahih Tirmidzi 2600, Ibnu Majjah 4315, Al Bukhari)

Kulit Gusi dan Tempat Duduk Ahli Neraka

Dari Abu Hurairah, dari Nabi Shalallahu ’alaihi wasalam, ”Sesungguhnya tebal kulit orang kafir itu empat puluh dua hasta, gusinya seperti gunung Uhud dan tempat duduknya di neraka Jahannam seperti jarak antara Makkah dan Madinah.” (Shahih Tirmidzi 2577, Al Misykah 56755, Ash Shahihah 1105, Azh Zhilal 610)

Mayoritas Penghuni Surga dan Neraka

Ibnu Abbas berkata, Rasulullah shalallahu ’alaihi wa salam bersabda, ”Aku pernah menengok ke surga, aku melihat penghuni yang paling banyak adalah kaum fakir (miskin). Aku menengok ke neraka, aku melihat penghuni terbanyaknya adalah kaum wanita.” (Shahih Tirmidzi 2602, Muttafaq ’Alaih)

Siksaan Yang Paling Ringan Bagi Ahli Neraka

Dari An-Nu’man bin Basyir, bahwa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam bersabda, ”Sesungguhnya siksaan paling ringan bagi ahli neraka pada hari Kiamat adalah seseorang yang pada lekuk kedua telapak kakinya terdapat dua bara, di mana otaknya mendidih karena bara itu.” (Shahih Tirmidzi 2604, As Shahihah (1680), Muttafaq Alaih)

Mayoritas Sifat Ahli Surga dan Ahli Neraka

Haritsah bin Wahab Al Khuza’i berkata: Aku mendengar Nabi shalallahu ’alaihi wa salam bersabda , ”Maukah kalian aku beritahukan tentang ahli surga? Yaitu setiap orang yang lemah dan dipandang lemah (oleh orang lain). Jika ia bersumpah kepada Allah, maka niscaya dia melaksanakannya (sumpah itu). Maukah kalian aku beritahukan tentang ahli neraka? Yaitu setiap orang yang keras kepala, kasar, dan sombong.” (Shahih Tirmidzi 2605, Ibnu Majah 4116, Muttafaq alaih)

Iklan

About me, myself n i

ingin orang lain mengetahui apa yang perlu diketahui..

One thought on “Kumpulan Hadits 1

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s