KUMPULAN HADITS QUDSI (1)

TELAGA NABI SAW

Dari Abdullah ra. dari Nabi saw, beliau bersabda : “Aku adalah orang yang mendahului kamu atas telaga, maka sungguh orang-orang laki-laki diantaramu dinaikkan bersamaku, kemudian sungguh mereka dipisahkan dari aku, lalu aku berkata : “Wahai Tuhan, shahabat-shahabatku, maka dikatakan : “Sesungguhnya kamu tidak mengetahui apa yang mereka perbuat sesudahmu”. (Hadits ditakhrij oleh Bukhari).

Dari Anas ra. dari Nabi saw., beliau bersabda : “Sungguh orang-orang dari sahabatku akan datang kepadaku di telaga sehingga apabila aku mengetahui mereka, mereka dipisahkan dariku, maka aku berkata : “Sahabat-sahabatku”, kemudian Allah berfirman : “Kamu tidak mengetahui apa yang mereka perbuat sesudahmu”. (Hadits ditakhrij oleh Bukhari).
Dari Abu Hurairah ra. dari Nabi saw., heliau bersabda : “Ketika Aku sedang berdiri, tiba-tiba ada sekelompok or­ang, sehingga ketika aku mengetahui mereka, keluarlah seorang laki-laki dari antaraku dan antara mereka. Kemudian orang laki-laki itu berkata : “Marilah”, maka aku bertanya : “Akan ke mana ?”. Dia menjawab : “Ke neraka, demi Allah”. Aku bertanya : “Bagaimana keadaan mereka ?”. Dia menjawab : “Sesungguhnya mereka kembali ke belakang mereka sesudahmu”. Kemudian tiba-tiba ada satu kelompok orang, sehingga ketika aku mengetahui mereka, keluarlah seorang lelaki dari antaraku dan mereka. Lalu dia berkata : “Marilah.” Aku bertanya : “Akan kemana ?”. Dia menjawab : “Ke neraka, demi Allah”. Aku bertanya : “Bagaimana keadaan mereka ?”Dia menjawab : “Sesungguhnya mereka kembali ke belakang mereka sesudahmu, dan aku tidak menduga orang yang selamat dari mereka kecuali seperti onta yang tersesat (tanpa penggembala)”. (Hadits ditakhrij oleh Bukhari).
Dari Asma’ binti Abu Bakar ra., ia berkata : Nabi saw. bersabda : “Sesungguhnya Aku di telaga, sehingga Aku melihat orang dari kalanganmu yang datang kepadaku dan akan diambil orang-orang dari sisiku”. Kemudian aku berkata dan akan diambil orang-orang dari sisiku”. Kemudian aku berkata : “Wahai Tuhan, itu dari golonganku dan dari ummatku”. Lalu dikatakan : “Apakah kamu mengetahui sesuatu yang telah diperbuat mereka sesudahmu ? Demi Allah, mereka terus menerus kembali ke tumit mereka”. Dan Ibnu Abi Mulaikah berkata : “Wahai Allah, sesungguhnya kami berlindung kepada Mu agar kami tidak kembali ke tumit kami, atau terfitnah dalam agama kami”. (Hadits ditakhrij oleh Bukhari).

YANG PERTAMA KALI DIHISAB PADA HARI KIAMAT ADALAH SHALAT

Dari Huraits bin Qabishah, ia berkata : Saya sampai di Madinah. Ia berkata : “Wahai Allah mudahkanlah bagiku (mendapat) teman duduk yang baik. Lalu saya duduk kepada Abu Hurairah ra. Ia berkata : Saya berkata : “Saya berdo’a kepada Tuhan (Allah) Yang Maha Mulia dan Maha Besar -untuk memudahkan bagiku teman duduk yang baik, maka sampaikanlah kepadaKu hadits yang kamu dengar dari Rasulullah saw.- Semoga Allah memberi manfaat kepadaku dengan itu”. Ia berkata : Saya mendengar Rasulullah saw. bersabda : “Sesungguhnya sesuatu yang paling dulu dihisab pada hamba adalah shalatnya. Jika shalat itu baik maka ia telah menang dan sukses. Jika shalatnya rusak maka ia telah merugi”. Hammam berkata : Saya tidak tahu, ini dari perkataan Qatadah atau riwavat. Jika dari fardhunya ada kekurangan-kekurangan, Allah berfirman : “Lihatlah, apakah hambaKu mempunyai shalat sunnat, maka fardhu yang kurang itu dapat disempurnakan. Kemudian demikian itu caranya dalam menghisab seluruh amalnya”. (Hadits ditakhrij oleh An Nasa’i).
Dari Abu Hurairah ra. dari Rasulullah saw., beliau bersabda : “Sesuatu yang pertama kali diperhitungkan pada hamba adalah shalatnya, jika ia menyempurnakannya. Jika tidak (sempurna) maka Allah Yang Maha Mulia dan Maha Besar berfirman : “Lihatlah apakah hambaKu mempunyai (shalat) sunat ?”. Jika kedapatan padanya (shalat) sunat, maka Allah berfirman : “Sempurnakanlah fardhu itu dengannya”. (Hadits ditakhrij oleh Ibnu Majah).
Dari Tamim ad Dari ra. dari Nabi saw, beliau bersabda : “Sesuatu yang pertama diperhitungkan pada hamba di hari Qiyamat adalah shalatnya. Jika ia menyempurnakannya maka dicatat baginya shalat sunatnya. Jika ia tidak menyempurnakannya maka Allah Yang Maha Suci berfirman kepada para malaikatNya : “Lihatlah apakah kamu menjumpai shalat sunat bagi hambaKu ? maka sempurnakanlah dengannya fardhu yang disia-siakannya. Kemudian amal-amalnya diambil menurut perhitungan itu”. (Hadits ditakhrij oleh Abu Daud).
Dari Anas bin Hakim Adh Dhabi -ia samar dari Ziyad atau Ibnu Ziyad dia datang di Madinah dan bertemu dengan AburHurairah berkata: Ia minta dijelaskan keturunanku, maka saya menunjukkan nasabku : Abu Hurairah berkata : “Hai pemuda, maukah saya ceritakan hadits kepadamu ?”. Saya menjawab : “Baiklah, semoga Allah memberikan rahmat kepadamu”. Yunus berkata : “Sava mendengar ia menuturkannya dari Nabi saw. bersabda : “Sesunguhnva amal-amal hamba yang pertama kali diperhitungkan pada hari Qiyamat adalah shalat”. Beliau bersabda: Tuhan kami Yang Maha Besar dan Maha Mulia berfirman kepada para malaikatNya -padahal Dia lebih mengetahui : “Lihatlah shalat hambaKu, ia menyempurnakan atau mengurangi. Jika shalat itu sempurna maka dicatatlah kesempurnaan baginya. Jika ia mempunyai shalat sunat maka Allah berfirman : “Sempurnakanlah bagi hambaKu akan fardhunya dari sunatnva”. Kemudian amal-amal itu diambil seperti itu. (Hadits ditakhrij oleh Abu Dawud).
Dari Ibnu Abbas ra., ia berkata : Rasululah saw. bersabda : “Tuhanku datang kepadaku dalam sebagus-bagus bentuk”. Ia berkata : “Saya menduga beliau sedang tidur”. Ia berkata : “Demikianlah dalam hadits”. Tuhanku berfirman : “Hai Muhammad, tahukah kamu dalam hal apakah Al Malaul a’la (kelompok yang sempurna) itu bertengkar?”.

Beliau bersabda : “Saya katakan “tidak”. Beliau bersabda : “Maka Dia meletakkan tanganNya diatas kedua belikatku, sehingga Aku dapati kesejukannya sampai kedua susuku”. Atau beliau bersabda : “Pada leherku, maka aku mengetahui apa yang dilangit dan di bumi”.

Dia berfirman : “Hai Muhammad, tahukah kamu dalam hal apakah Al Malaul a’la (kelompok yang sempurna) itu bertengkar ?” Saya menjawab: “Ya”. Dia berfirman : “Dalam penghapus, dalam penghapus yaitu diam di Masjid setelah shalat, berjalan kaki untuk jama’ah, menyempurnakan wudhu atas hal-hal yang tidak disenangi. Barangsiapa yang melakukan hal itu maka ia hidup dengan baik, dan mati dengan baik, dan dalam kesalahan seperti hari dilahirkan oleh ibunya. Dia berfirman : “Hai Muhammad, apabila kamu telah shalat maka ucapkanlah :

‘ALLAAHUMMA AS ALUKA FI’LAL KHAIRATI WATARAL MUNKARAATI WAHUBBUL MASAA­KIINI WA IDZA ARADTA BI’IBAADIKA FITNATAN FAQBIDLNII ILAIKA GHAIRA MAFTUNIN”

(Wahai Allah, saya mohon kepadaMu perbuatan yang baik, meninggalkan kemungkaran, dan cinta pada orang-orang miskin. Apabila Engkau menghendaki fitnah pada hambaMu maka matikanlah saya olehMu tanpa-terfitnah”.

Beliau bersabda : “Untuk derajat itu adalah menyiarkan salam, memberi makanan, shalat malam di kala manusia sedang tidur. (Hadits ditakhirij oleh Tirmidzi).

Dari Ibnu Abbas ra. dari Nabi saw., beliau bersabda : “Tuhanku datang kepadaku dalam, sebaik-baik bentuk dengan berfirman : “Wahai Muhammad”, Aku menjawab : “Kami perkenankan Engkau wahai Tuhanku,’ dan kebahagiaanMu”.

Dia berfirman : “Dalam hal apakah Al Malaul a’la (kelompok yang tinggi) itu bertengkar ? Aku menjawab : “Wahai Tuhanku, aku tidak tahu”. Lalu Dia meletakkan tanganNya di antara kedua tulang belikatku dan aku mendapatkan kesejukan di antara kedua susuku, lalu aku mengetahui apa yang di antara timur dan barat. Dia berfirman : “Hai Muhammad !”. Aku menjawab : “Aku perkenankan panggilanMu, wahai Tuhanku dan kebahagiaanMu”. Dia berfirman : “Dalam hal apakah kelompok vang tinggi itu bertengkar ?”. Aku menjawab : “Dalam derajat dan penghapus, yaitu melangkah kaki untuk jama’ah, menyempurnakan wudhu atas hal-hal yang tidak disenangi dan menanti shalat setelah melakukan shalat. Barangsiapa vang menjaga hal itu maka ia hidup dengan baik dan mati dengan baik, dan dosanya seperti hari dilahirkan oleh ibunya”. (Hadits ditakhrij oleh Tirmidzi).

Dari Abdullah bin Amr yaitu Ibnu Ash ra., ia berkata : Kami shalat Maghrib bersama Rasulullah saw, orang yang pulang telah pulang dan masih duduklah orang yang berdo’a atau bermohon. Rasulullah saw. datang dengan segera dan nafas terengah-engah dan terbuka kedua lutut beliau seraya bersabda : “Bergembiralah, ini Tuhanmu telah membuka salah satu pintu langit, Dia bermegah-megahdengan kamu terhadap malaikat, seraya berfirman : “Lihatlah kepada menanti fardhu yang lain”. (Hadits ditakhrij oleh Ibnu Majah).

YANG DIHARAP HANYA SYAFA’AT DARI RASULULLAH SAW

Dari Abu Hurairah ra., ia berkata : Orang-orang berkata : “Wahai Rasulullah, apakah kami melihat Tuhan kami pada hari Qiyamat ?” Beliau bersabda : “Apakah kamu saling memadharatkan dalam melihat matahari yang tidak berawan ?”. Mereka menjawab : “Tidak, wahai Rasulullah”. Rasulullah bersabda . “Apakah kamu saling memadharatkan dalam melihat bulan pada malam purnama yang tidak berawan ?”. Mereka menjawab : “Tidak, wahai Rasulullah”. Beliau bersabda : “Maka sesungguhnya demikian itulah kamu melihat Tuhan pada hari Qiamat. Allah mengumpulkan manusia, lalu Tuhan berfirman : “Barang siapa yang menyembah sesuatu, maka ikutilah” Orang vang menyembah matahari, ia mengikutinva (matahari itu) dan orang yang menyembah berhala-berhala ia mengikuti berhala-berhala itu, yang masih tinggal adalah umat ini dan didalamnya ada orang-orang munafik. Lalu Allah mendatangi mereka dalam bentuk yang tidak mereka kenal, Allah berfirman : “Akulah Tuhanmu”, maka mereka berkata : “Aku berlindung kepada Allah dari kamu, inilah tempat kami, sehingga Tuhan kami datang kepada kami, apabila Tuhan kami mendatangi kami niscaya kami akan mengetahui Nya”. Maka Allah mendatangi mereka dalam bentuk yang mereka kenal, lalu Allah berfirman : “Akulah Tuhanmu”. Mereka berkata: “Engkau Tuhan kami.” Kemudian mereka mengikuti Nya, dan dipasanglah jembatan Jahannam. Rasulullah saw. bersabda : “Aku adalah orang yang pertama melewati, dan do’a-do’a para Rasul saat itu adalah : “Wahai Allah selamatkanlah, selamatkanlah”. Padanya ada penyambar seperti duri pohon Sa’dan, tidakkah kamu melihat duri-duri pohon Sa’dan ?” Mereka menjawab : “Ya, wahai Rasulullah.” Beliau bersabda : ‘Duri-duri itu seperti duri-duri pohon Sa’dan, hanya saja kadar besarnya yang mengetahui hanya Allah. Neraka itu menyambar manusia karena perbuatan mereka, diantara mereka ada yang dihancurkan karena perbuatannva, dan diantara mereka ada vang dicincang, kemudian selamat, sehingga apabila Allah telah selesai dalam memutusi hamba-hambaNya dan berkehendak untuk mengeluarkan mereka dari neraka, maka Dia mengeluarkan, yaitu orang­orang yang bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah. Maka Allah memerintahkan Malaikat untuk mengeluarkan mereka, para Malaikat mengetahui mereka dengan tanda bekas sujud, karena Allah mengharamkan neraka memakan bekas-bekas sujud dari anak Adam. Para Malaikat mengeluarkan mereka dalarn keadaan telah hangus, lalu ditumpahkan air pada mereka yang disebut air hidup, maka mereka tumbuh seperti tumbuhnya biji-bijian pada tanah yang dibawa oleh banjir, dan tinggallah seorang lelaki yang menghadapkan wajahnya ke neraka, sambil berkata : “Wahai Tuhan, bau neraka telah menghancurkan saya dan nyalanva telah membakar saya, maka palingkanlah muka saya dari neraka”. Dia senantiasa berdo’a kepada Allah, kemudian Allah berfirman : “Jika saya memberi barangkali kamu akan minta padaku akan yang lain”, maka dia menjawab : “Tidak, demi kemuliaanMu, saya tidak minta yang lain”, lalu Tuhan memalingkan mukanya dari neraka, kemudian sesudah itu ia berkata : “Wahai Tuhan, dekatkanlah saya ke pintu sorga” Maka Tuhan berfirman : “Bukankah kamu telah yakin, bahwa kamu tidak akan minta kepadaKu akan selainnya?, celaka kamu wahai anak Adam, alangkah khianatnya kamu”, namun dia senantiasa berdo’a, lalu Tuhan berfirman : “Jika Aku memberimu, barangkali kami minta kepadaKu akan yang lain.” Maka dia berkata : “Tidak,” demi kemuliaan Mu saya tidak minta yang lain kepadaMu”, dia memberikan janji-janji kepada Allah untuk tidak minta vang lain lagi, maka Allah mendekatkannva ke pintu sorga. Ketika ia melihat apa yang ada didalamnya, ia diam sesuai yang dikehendaki Allah untuk diam, kemudian dia berkata : “Tuhan, masukkanlah saya ke sorga”. Lalu Allah berfirman : “Bukankah kamu telah yakin bahwa kamu tidak minta kepadaku akan vang kamu telah yakin bahwa kamu tidak minta kepadaku akan yang lain ? Celaka kamu wahai anak Adam, alangkah khianatnya kamu”, maka dia berkata : “Wahai Tuhan, janganlah Engkau jadikan saya hamba Mu yang paling celaka”. Ia senantiasa berdo’a sehingga Allah tertawa, maka ketika Allah tertawa karenanya, Allah memberikan izin kepadanya untuk masuk sorga. Ketika ia masuk sorga, dikatakan kepadanya : “Bercita-citalah demikian “, maka iapun bercita-cita, kemudian dikatakan kepadanya : “Bercita-citalah demikian, maka dia bercita-cita sehingga cita-citanya habis, lalu dikatakan kepadanya. : “Ini untukmu dan bersama itu kamu mendapat lagi sesuatu yang sama”. Abu Hurairah ra. berkata : “Orang lelaki itulah yang paling akhir masuk sorga”. Abu Said Al Khudri duduk bersama Abu Hurairah ra, tidak merubah haditsnya sedikitpun sehingga sampai kepada perkataannya : “Ini untukmu dan bersama itu kamu mendapat lagi sesuatu yang sama”. Abu Said berkata : “Sava mendengar Rasulullah saw bersabda : “Ini untukmu dan sepuluh kali hal yang seperti itu”. Abu Hurairah berkata : “Saya hafal : “Bersama itu kamu mendapat lagi sesuatu yang sama”. (HR. Bukhari).
Dari Anas Ibnu Malik ra. bahwasanya Nabi saw. bersabda : “Pada hari Qiamat Allah mengumpulkan orang-orang mu’min demikian, lalu mereka berkata : “Seandainya kita mohon syafa’at kepada Tuhan kita, sehingga Dia memberi kelonggaran kepada kita ditempat kita ini”, maka mereka datang kepada Adam, kemudian berkata : “Wahai Adam, tidakkah engkau melihat manusia ? Allah telah menjadikan Engkau dengan tangan-Nya, dan menyuruh para malaikatNya untuk sujud kepada Engkau, Allah telah menganjurkan nama-nama segala sesuatu kepada Engkau, maka mohonkanlah syafa’at bagi kami kepada Tuhan kita, sehingga Tuhan memberi kelonggaran terhadap kami di tempat kami ini”. Maka Adam menjawab : “Saya tidak menempati tempat itu,” ia menyebutkan kepada mereka kesalahan yang dilakukannya, akan tetapi datanglah kepada Nuh, karena dia Rasul pertama iang diutus Allah kepada penduduk bumi,” lalu mereka datang kepada Nuh, maka ia menjawab : “Saya tidak menempati tempat itu, ia menyebutkan kesalahan yang telah dilakukannya. Akan tetapi datanglah kepada Ibrahim, kekasih Allah !” Lalu mereka datang kepada Ibrahim, maka ia menjawab : “Saya tidak menempati tempat itu, ia menyebutkan kesalahan­kesalahan yang dilakukannva – akan tetapi datanglah kepada Musa, maka ia menjawab : “Saya tidak menempati tempat itu”, ia menyebutkan pada mereka kesalahan yang telah dilakukannya, akan tetapi datanglah kepada Isa, hamba dan Rasul Allah, kalimah dan ruhnya!”, lalu mereka datang kepada Isa, maka ia menjawab : “Saya tidak menempati tempat itu”. Akan tetapi datanglah kepada Muhammad saw. hamba vang telah diampuni dosa-dosanya yang telah terdahulu dan yang terkemudian”. Lalu mereka datang kepadaku, maka aku pergi, lalu minta izin kepada Tuhanku, maka Dia mengizinkannva padaku. Ketika aku melihat Tuhanku, aku sujud, kemudian Allah meninggalkan aku sesuai dengan kehendak Nya dalam meninggalkan aku, kemudian dikatakan padaku : “Bangkitlah Muhammad, berkatalah akan didengar, mintalah perantara akan diberi, dan mohonlah syafa’at akan diberi syafa’at”. Maka aku memuji Tuhanku dengan pujian-pujiau yang telah diajarkan kepadaku, kemudian aku mohon syafa’at, dan Tuhan membatasinya kepadaku, maka aku memasukkan mereka ke sorga, kemudian aku kembali, dan ketika aku melihat tuhanku, aku sujud. Lalu Allah meninggalkan aku sesuai dengan kehendak Allah untuk meninggalkan aku, kemudian dikatakan : “Bangkitlah Muhammad, berkatalah akan didengar, mintalah perantara akan diberi, dan mohonkan syafa’at akan diberi syafa’at !”. Maka aku memuji Tuhan dengan puji-pujian vang telah diajarkan oleh Tuhan kepadaku, lalu aku mohon syafa’at dan Tuhan membatasinva kepadaku, maka aku memasukkan mereka ke sorga, lalu aku kembali, dan ketika aku melihat Tuhan, aku sujud, kemudian Allah meninggalkan aku sesuai dengan kehendakNya dalam meninggalkan aku, kemudian dikatakan : “Bangkitlah Muhammad, berkatalah akan didengar, mintalah perantara akan diberi dan mohonkan syafa’at akan diberi syafa’at !”, lalu aku memuji Tuhanku dengan pujian yang telah diajarkan Nya kepadaku, kemudian aku memohon syafa’at dan Dia membatasinya kepadaku, lalu aku kembali dan berkata : “Wahai Tuhan, yang masih di neraka hanyalah orang-orang yang telah dicegah oleh Al Qur’an, dan wajiblah kekal atasnya”.Nabi saw: bersabda : “Keluarlah dari neraka orang-orang yang mengucapkan : “Laailaaha illallaah (tidak ada Tuhan selain Allah) dan dihatinya ada kebaikan seberat gandum ( ± 6 butir biji) kemudian keluar lagi dari neraka orang yang mengucapkan Laa ilaaha illallaah, dan di hatinya ada kebaikan sebutir biji gandum, lalu keluar lagi dari neraka orang yang mengucapkan: Laa ilaaha illallaah, dan dihatinya ada kebaikan seberat semut kecil. (Hadits ditakhrij oleh Bukhari).

Dari Abu Hurairah ra., bahwasanya orang-orang berkata : “Wahai Rasulullah, apakah kami melihat Tuhan kami pada hari Qiamat ?” maka Rasulullah saw. bersabda : “Apakah kamu saling memadharatkan dalam melihat bulan pada malam purnama ?” Mereka menjawab : “Tidak, wahai Rasulullah”. Beliau bersabda : “Apakah kamu saling memadharatkan dalam melihat matahari vang tidak berawan ?”. Mereka menjawab : “Tidak, wahai Rasulullah”. Beliau bersabda : “Maka sesungguhnya kamu akan melihatnya seperti itu, Allah akan mengumpulkan manusia pada hari Qiamat, kemudian Allah berfirman : “Barang siapa yang menyembah sesuatu, maka hendaklah ia mengikutinya”. Orang yang menyembah matahari, mengikuti matahari, orang yang menyembah bulan ia mengikuti bulan, orang yang menyembah berhala ia mengikuti berhala, dan yang masih adalah ummat ini yang didalamnya ada orang yang dapat memberikan pertolongan atau orang-orang munafiq : “Ibrahim (Ibnu Sa’ad) dalam hal ini ragu. Kemudian Allah datang kepada mereka dan berfirman : “Akulah Tuhanmu”. Lalu mereka berkata : “Inilah tempatku sehingga Tuhan kami datang. Apabila Tuhan kami datang, kami mengenalnya”. Lalu Tuhan mereka datang, dalam bentuk Nya yang mereka kenal, dan berfirman : “Akulah Tuhanmu”, kemudian mereka berkata : “Engkaulah Tuhan kami,” lalu mereka mengikutiNya, dan dipasanglah jembaran diantara dua tebing Jahannam, lalu aku (Muhammad) dan umatku adalah orang yang pertama melewatinya.

Pada hari itu tidak ada orang yang bercakap-cakap kecuali para Rasul. Pada hari itu para Rasul berdo’a : “Wahai Allah, selamatkanlah, selamatkanlah”, di Jahannam ada penyambar seperti duri pohon Sa’dan, hanya saja tidak tahu ukuran besarnya kecuali Allah, mereka menyambar manusia karena perbuatan mereka, diantara mereka ada vang dihancurkan karena perbuatannya, atau dicincang atau diampuni dan sebagainya, kemudian jelaslah, sehingga apabila Allah telah selesai memutusi diantara hamba­hamba Nya dan berkenan mengeluarkan dari neraka or­ang-orang yang dikehendaki dengan rahmat-Nva, Dia memerintahkan para Malaikat untuk mengeluarkan mereka dari neraka, yaitu orang-orang yang tidak mensekutukan Tuhan dengan sesuatu dari orang-orang yang dikehendaki Allah untuk diberi rahmat Nya dari orang-orang yang menyaksikan bahwa tidak ada Tuhan selain Allah. Para malaikat mengetahui mereka di neraka dengan bekas-bekas sujud. Kemudian mereka keluar dari neraka dengan telah terbakar, lalu air hidup ditumpahkan kepada mereka, maka mereka tumbuh dibawahnya, sebagaimana tumbuhnya biji-bijian di tanah yang terbawa banjir. Kemudian Allah menyelesaikan untuk memberikan keputusan diantara hamba-hamba, dan yang masih ada dari mereka adalah seorang lelaki yang menghadapkan wajahnya ke neraka, dialah penghuni neraka yang terakhir masuk sorga, dan ia berkata : “Wahai Tuhan, palingkanlah wajahku dari neraka sesungguhnya baunya telah menghancurkan aku, nyalanya telah membakar aku”. Maka ia berdo’a kepada Allah dengan sesuatu yang ia kehendaki untuk berdo’a kepadaNya, kemudian Allah berfirman : “Jika hal itu aku berikan padamu, apakah barangkali kamu minta lagi kepadaku selainnya?”, Dia menjawab : “Tidak, demi kemuliaan Mu, saya tidak minta lagi selamanya. Dia memberikan janji­janji kepada Tuhannya dengan sesuatu yang dikehendakinya, kemudian Allah memalingkannva dari neraka, ketika ia menghadap ke sorga dan melihatnya, ia diam sesuai dengan apa yang dikehendaki Allah untuk diam, lalu dia berkata : “Wahai Tuhan, ajukanlah saya ke pintu sorga, maka Allah berfirman kepadanya : “Bukankah kamu telah memberikan janji-janji untuk tidak minta padaku selama-lamanya selain apa yang telah diberikan kepadamu ? Celakalah wahai anak Adam, alangkah khianatmu”. Ia berkata : “Wahai Tuhan”, dan dia berdo’a kepada Allah sehingga Dia berfirman : “Jika kamu telah diberi hal itu, apakah barangkali kamu minta selainnva ?”. Dia menjawab : “Tidak. Demi kemuliaanMu, saya tidak minta selainnya”, dan ia memberikan janji-janji sesuai dengan apa yang dikehendakiNya, maka Tuhan mengajukannya ke pintu sorga. Ketika ia telah berdiri di pintu sorga tampaklah sorga itu baginya, maka ia melihat kesenangan yang ada didalamnya, maka ia diam sesuai dengan apa yang dikehendaki Allah untuk diam, kemudian ia berkata : “Wahai Allah, masukkanlah kami ke sorga”. Maka Allah berfirman : “Bukankah kamu telah memberikan janji-janji untuk tidak minta selain apa yang telah Aku berikan kepadamu, celakalah kamu wahai anak Adam. Alangkah khianatnya kamu”, kemudian ia berkata : “Wahai Tuhan, janganlah aku menjadi hambaMu yang paling celaka”, ia senantiasa berdo’a sehingga Allah tertawa karenanya dan ketika Tuhan tertawa, Dia berfirman : “Masuklah ke sorga”, ketika dia memasukinya, Allah berfirman : “Bercita-citalah”. Maka dia mohon kepada Tuhanya dan bercita-cita, sehingga Allah menyebutkannya dan berfirman kepadanya : “Bercita-citalah demikian dan demikian, sehingga habis cita-citanya, Allah berfirman : Itulah untukmu dan bersama itu mendapat lagi yang sama”. Atha’ bin Yazid berkata : “Dan Abu Sa’id Al Khudri serta Abu Hurairah, sedikitpun tidak menolak haditsnya”, sehingga ketika Abu Hurairah menceritakan : Bahwa Allah Ta’ala yang Maha Suci dan Maha Tinggi berfirman : “Itu untukmu, dan bersama itu mendapat lagi yang sama”, Abu Sa’id Al Khudri berkata: “Dan bersama itu mendapat lagi lipat sepuluh kalinya, wahai Abu Hurairah”. Abu Hurairah berkata saya hanya hafal firmanNya : “Itu untukmu dan bersama itu mendapat lagi yang sama”, Abu Sa’id Al Khudri berkata : “Saya bersaksi, bahwa saya hafal dari Rasulullah saw.” Itu untukmu, dan kamu mendapat lagi sepuluh kalinya”. Abu Hurairah berkata : “Itulah seorang lelaki penghuni sorga yang paling akhir masuk sorga”. (HR. Bukhari).
Dari Abu Sa’id Al Khudri ra., ia berkata : Kami berkata : “Wahai Rasulullah, apakah kami melihat Tuhan kami pada hari Qiamat ?” maka beliau bersabda : “Apakah kamu saling memadharatkan dalam melihat matahari dan bulan apabila cerah ?” Kami menjawab : “Tidak,” Rasulullah saw bersabda : Sesungguhnya kamu saat itu tidak saling memadharatkan dalam melihat Tuhanmu, kecuali sebagaimana kamu saling memadharatkan dalam melihat matahari dan bulan”. Dan beliau bersabda : “Pemanggil memanggil : “Hendaklah tiap­tiap kaum pergi kepada apa yang dulu selalu mereka sembah”. Maka penyembah salib pergi kepada salib mereka, penyembah berhala pergi kepada berhala mereka, dan penyembah setiap Tuhan kepada Tuhan mereka, sehingga yang masih hanyalah orang yang menyembah Allah dari orang yang baik dan orang dosa, dan sisa-sisa ahli Kitab. Kemudian didatangkan Jahannam dengan ditampakkan seperti fatamorgana, dan dikatakan kepada orang Yahudi : “Apakah yang kamu sembah ?”. Mereka menjawab : “Kami menyembah Uzair, anak Allah,” maka dikatakan : “Kamu berdusta, Allah Ta’ala tidak mempunyai isteri dan tidak mempunyai putra, maka apakah yang kamu kehendaki ?”. Mereka menjawab : “Kami ingin Engkau memberi minum kepada kami”, maka dikatakan kepada orang-orang Nasrani” : “Apakah yang kamu sembah?”. Mereka menjawab : “Kami menyembah ‘Isa putra Allah,” maka dikatakan: “Kamu berdusta, Allah tidak mempunyai isteri dan tidak mempunyai putra, apakah yang kamu kehendaki ?”. Mereka menjawab: “Kami ingin engkau memberi minum kepada kami,” maka dikatakan : “Minumlah !”, Lalu mereka berjatuhan di Jahannam, sehingga yang masih hanyalah orang-orang yang menyembah Allah dari orang yang baik dan orang yang berdosa, maka dikatakan kepada mereka : “Apakah yang mencegah kamu, sedangkan orang-orang sudah pergi ?”. Mereka menjawab : “Kami memisahkan diri dari mereka, karena kami lebih membutuhkan kepadaNya pada hari ini, dan sungguh kami telah mendengar pemanggil memanggil : “Hendaklah tiap-tiap kamu mengikuti apa yang telah mereka sembah, dan kami hanya menunggu Tuhan kami,” Nabi saw. bersabda : “Maka Tuhan yang Maha Pemaksa datang kepada mereka dalam bentuk selain bentuk yang mereka lihatnya pada pertama kalinya, kemudian Allah berfirman : “Akulah Tuhanmu”, maka mereka menjawab : “Engkau Tuhan kami”. Yang “berbicara kepada Tuhan hanyalah para Nabi, lalu Tuhan berfirman : “Apakah diantara kamu dan dianrara Tuhan ada tanda vang kamu ketahui ?” Mereka menjawab : “Betis”. Maka Tuhan membuka betisNya, lalu tiap-tiap Mu’min sujud kepadaNya, dan yang tinggal hanyalah orang-orang yang sujud kepada Allah dengau riya’ dan sum’ah, maka ia pergi untuk bersujud namun punggungnya kembali datar seperti satu papan (tingkatan). Kemudian didatangkan jembatan, dan dipasang diantara dua tebing Jahannam. Kami bertanya : “Wahai Rasulullah, apakah jembatan itu ? “Beliau bersabda : “Licin dan menggelincirkan, padanya terdapat penyambar, dan rumput berduri vang terhampar, durinya bengkok yang ada di Najd yang bernama Sa’dan. Orang Mu’min padanya seperti kerlingan mata, seperti kilat, angin, kuda dan kendaraan yang baik. Orang selamat yang diselamatkan, orang selamat yang dicincang dan orang yang terjerembab di neraka Jahannam, sehingga yang terakhir dari mereka itu diseret. Kami tidaklah lebih menuntut hak yang telah jelas bagimu dari pada orang­orang mu’min kepada Dzat Yang Maha Pemaksa pada hari itu. Apabila mereka melihat bahwa mereka telah selamat, mereka (memikirkan) saudara mereka dengan berkata : “Wahai Tuhan kami, mereka shalat bersama kami, puasa bersama kami dan beramal bersama kami”, Allah Ta’ala berfirman : “Pergilah, barang siapa yang kamu dapati dihatinya iman seberat dinar maka keluarkanlah ia”, dan Allah mengharamkan dia di neraka, maka mereka datang kepada saudara-saudara mereka yang mana sebagiannya telah masuk ke neraka sampai telapak kakinya dan (ada vang sampai) pertengah kedua betisnya, lalu mereka mengeluarkan orang yang mereka kenal, kemudian mereka kembali, dan Allah berfirman : “Pergilah, barang siapa yang kamu dapati dihatinya ada iman seberat setengah dinar maka keluarkanlah ia”. Maka mereka mengeluarkan orang yang mereka kenal, kemudian mereka kembali, lalu Allah berfirman : “Pergilah, barang siapa yang kamu dapati di hatinya (iman) seberat setengah dinar, maka keluarkanlah ia !”.

Maka mereka mengeluarkan orang yang mereka kenal, kemudian mereka kembali, dan Allah berfirman : “Pergilah, barang siapa yang kamu dapati di dalam hatinya iman seberat semut kecil maka keluarkanlah ia !”. Maka mereka mengeluarkan orang yang merekaz kenal.

Abu Sa’id berkata : Jika kamu tidak membenarkan maka bacalah:

“INNALLAAHA LAA YAZHLIMU MITSQAALA DZARRATIN WA INTAKU HASANATAN YUDLA­’IFHAA”
(Sesungguhnya Allah tidak menzhalimi seberat semut kecilpun, dan jika ada kebaikan maka Dia melipatkannya).

Maka para Nabi, Malaikat dan orang-orang mu’min memberi syafa’at, lalu Tuhan Yang Maha Pemaksa berfirman : “Syafa’at Ku masih”, lalu Dia menggenggam segenggam dari neraka, maka dia mengeluarkan kaum-kaum yang telah terbakar, lalu mereka dilemparkan di dalam sungai di mulut sorga yang disebut air hidup, maka mereka tumbuh dikedua tepinya sebagaimana tumbuhnya biji-bijian ditanah yang dibawa banjir yang kamu lihat di samping batu besar, disamping pohon, apa yang didekat matahari dari pohon itu hijau dan yang dinaungannya adalah putih. Mereka keluar seperti permata, lalu di leher mereka diberi medali, maka mereka masuk sorga : “Itulah hamba-hamba yang dimerdekakan oleh Allah Yang Maha Penyayang, dimasukkan ke sorga tanpa amal yang dilakukannya dan tanpa kebaikan yang mereka kerjakan. Lalu dikatakan kepada mereka, bagimu apa yang kamu lihat dan bersama itu hal yang sama”. (Hadits ditakhrij oleh Bukhari).
Dari Anas ra. berceritera kepada kami bahwasanya Nabi saw. bersabda “Orang-orang mu’min pada hari Qiamat ditahan sehingga mereka merasa sedih, lalu mereka berkata :

“Andaikata kita mohon syafa’at kepada Tuhan, sehingga Tuhan memberi kelonggaran kepada kita ditempat kita ini”, lalu mereka datang kepada Adam dan berkata : “Engkau Adam, bapak manusia, Allah telah menjadikan engkau dengan tangan Nya dan telah menempatkan engkau disurga Nya, mensujudkan para Malaikat Nya kepada engkau, dan Dia mengajar engkau nama-nama segala sesuatu, agar Engkau memohon syafa’at bagi kami disisi Tuhanmu, sehingga Dia melonggarkan kami ditempat kami ini : “Rasulullah bersabda : “Maka Adam menjawab : “Aku tidak menempati tempat itu -Rasulullah saw bersabda : “Adam menyebutkan kesalahannya yang telah dilakukan yaitu makan dari pohon yang telah dilarang- akan tetapi datanglah kepada Nuh, Nabi pertama yang diutus oleh Allah kepada penduduk bumi !”, lalu mereka datang kepada Nuh, maka Nuh menjawab : “Aku tidak menempati tempat itu -dan dia menyebutkan kesalahannya yang telah menimpa yaitu ia memohon kepada Tuhannva tanpa ilmu- akan tetapi datanglah kepada kekasih Tuhan !”, Rasulullah saw bersabda : “Mereka datang kepada Ibrahim”, maka ia menjawab : “Sesungguhnya saya tidak menempati tempat itu” dan ia menyebutkan tiga kalimat yang mana ia telah berdusta -akan tetapi datanglah kepada Musa, hamba yang telah diberi Taurat, Allah mengajak bercakap­cakap dan mendekatkannya !” : Rasulullah bersabda: “Lalu mereka datang kepada Musa, maka ia menjawab : “Sesungguhnya aku tidak menempati itu” dan dia menyebutkan ke salahan yang dilakukannya yaitu dia telah membunuh jiwa – akan tetapi datanglah kepasa Isa, hamba dan Rasul Allah, ruh dan kalimahNya!” Rasulullah saw. bersabda : “Lalu mereka datang kepada ‘Isa maka ‘Isa menjawab : “Aku tidak menempati tempat itu – akan tetapi datanglah kepada Muhammad saw. hamba yang telah diampuni dosa-dosanya yang telah terdahulu dan yang terkemudian, lalu mereka datang kepadaku, maka aku datang kepada Tuhanku di rumah Nya, lalu aku diizinkan untuk itu. Ketika aku melihat Tuhan, aku sujud, kemudian Allah meninggalkan aku sekehendak Nva, lalu Dia berfirman : “Bangkitlah Muhammad dan berkatalah akan didengar, mohonlah syafa’at akan diberi syafa’at, mintalah perantara akan diberi”. Lalu aku mengangkat kepala dan memuji Tuhan dengan puji-pujian yang telah diajarkan Nya kepadaku. Kemudian aku mohon syafa’at dan Allah membatasi kepadaku, maka aku keluar lalu aku memasukkan mereka ke sorga. Qatadah berkata : Saya mendengar juga beliau bersabda : “Maka aku keluar, lalu aku mengeluarkan dari mereka kemudian aku memasukkan mereka ke sorga. Aku kembali dan minta izin kepada Tuhanku di rumah-Nya, maka Tuhan memberi izin. Ketika aku melihat Nya, aku sujud, kemudian Allah meninggalkan aku sekehendak Nya, lalu Allah meninggalkan aku sekehendak Nya, lalu Allah berfirman : “Bangkitlah Muhammad, berkatalah akan didengar, mohonlah syafa’at akan diberi syafa’at, mintalah maka diberi”. Rasulullah saw. bersabda : “Maka aku mengangkat kepala, dan aku memuji Tuhanku dengan puji-pujian yang telah diajarkan Nya kepadaku”. Rasulullah saw. bersabda : “Kemudian aku mohon syafa’at, lalu Dia memberi kepadaku, maka aku keluar dan memasukkan mereka ke sorga”. Qatadah berkara : “Dan saya mendengar juga Rasulullah saw. bersabda : “Maka aku keluar, kemudian aku mengeluarkan mereka dari neraka dan memasukkan mereka ke sorga”. Lalu aku kembali untuk yang ketiga kalinya, dan aku minta izin kepada Tuhanku dirumah Nya, maka Tuhan memberi izin dan ketika aku melihat Nya, aku sujud lalu Tuhan meninggalkan aku sekehendak Nya, kemudian Tuhan berfirman : “Bangkitlah Muhammad, berkatalah akan didengar; mohonlah syafa’at akan diberi syafa’at, dan mintalah perantara akan diberi’. Rasulullah saw bersabda : “Maka aku mengangkat kepala, lalu aku memuji Tuhan dengan pujian yang telah diajarkan Nya kepadaku”. ‘ Rasulullah bersabda : “Kemudian aku mohon syafa’at, dan Tuhan membatasinya atasku, maka aku keluar, dan memasukkan mereka ke sorga”. Qatadah berkata : “Sungguh saya telah mendengar Rasulullah saw bersabda : “Maka aku keluar, lalu aku mengeluarkan mereka dari neraka, dan memasukkan mereka ke sorga, sehingga yang masih di neraka hanyalah orang yang telah dicegah oleh Al-Qur’an : Yakni wajib baginya kekal. Anas berkata : “Kemudian beliau membaca ayat ini :

” ASAA AN YAB’ATSAKA RABBUKA MAQAAMAM MAHMUUDAA”

(Mudah-Mudahan Tuhanmu membangkitkan kamu di tempat yang terpuji).

Beliau bersabda : “Tempat yang terpuji inilah yang dijanjikan kepada Nabimu saw”. (Hadits ditakhrij oleh Bukhari).
Dari Ma’bad bin Hilal Al Anazi bercerita kepada kami, ia berkata: Orang-orang dari penduduk Basrah berkumpul pada kami, maka kami pergi kepada Anas bin Malik ra. dan kami pergi bersama-sama dengan Tsabit Al Bunani, ia bertanya kepadanya bagi kami tentang hadits syafa’at, ketika itu ia dalam rumahnya, dan kami menjumpainya ia sedang shalat Dhuha, kemudian kami minta izin, maka kami diberi izin, sedangkan ia diatas tempat tidurnya, lalu kami berkata kepada Tsabit : “Janganlah kamu bertanya kepadanya tentang awal sesuatu dari hadits syafa’at”. Kemudian ia berkata : “Wahai ayah Hamzah, mereka teman-temanmu dari penduduk Basrah datang kepadamu, mereka bertanya kepadamu tentang hadits syafa’at”. Dia berkata  : “Muhammad saw. telah bercerita kepada kami dengan bersabda : “Apabila hari Qiamat tiba, manusia bercampur sebagian dengan sebagian yang lain, lalu mereka datang kepada Tuhan engkau” maka Adam menjawab : “Saya tidak menempati tempat itu, akan tetapi datanglah kamu sekalian kepada Ibrahim, sesungguhnya ia itu kekasih Tuhan Yang Maha Pemurah”. Lalu mereka datang kepada Ibrahim, maka ia menjawab : Saya tidak menempati tempat itu, akan tetapi datanglah kamu sekalian kepada Musa, sesungguhnya dia diajak bicara oleh Allah”. Lalu mereka datang kepada Musa, maka ia menjawab : Saya tidak menempati tempat itu, akan tetapi datanglah kamu kepada Isa, sesungguhnya dia ruh dan kalimah Allah,” lalu mereka datang kepada ‘Isa, maka ia menjawab : “Saya tidak memempati tempat itu, akan tetapi datanglah kamu sekalian kepada Muhammad saw”, lalu mereka datang kepadaku, maka aku bersabda : “Akulah yang menempati syafa’at”, kemudian aku minta izin kepada Tuhanku, lalu Tuhan memberi izin kepadaku dan mengilhamkan kepadaku puji-pujian yang dengannya itu aku memuji Nya. (Tuhan berfirman) : “Janganlah kamu datang kepadaKu sekarang !”, lalu aku memuji Nya dengan puji-pujian itu, dan aku tersungkur sujud kepada Nya. Kemudian dikatakan : “Wahai Muhammad, angkatlah kepalamu dan berkatalah, kamu akan didengar, dan mintalah maka kamu akan diberi, dan mohonlah syafa’at kamu akan diberi syafa’at !”. Lalu aku berkata : “Wahai Tuhan, ummatku, ummatku”, kemudian Tuhan berfirman : “Wahai Muhammad pergilah, lalu keluarkanlah dari mereka orang yang dalam hatinya ada iman seberat biji gandum”, maka aku pergi dan melaksanakan hal itu, kemudian aku kembali, lalu aku memuji dengan puji­pujian itu, dan aku tersungkur sujud kepada Nya, kemudian dikatakan : “Wahai Muhammad, angkatlah kepalamu, berkatalah, kamu akan didengar, mohonlah maka kamu akan diberi dan mohonlah syafa’at, kamu akan diberi syafa’at !”.

Lalu aku berkata : “Wahai Tuhan, ummatku, ummatku, kemudian Tuhan berfirman : “Pergilah, keluarkanlah dari neraka orang yang dalam hatinya ada iman seberat sebutir biji gandum atau biji sawi !”, lalu aku pergi dan melaksanakannya. Kemudian aku kembali dan memuji Nya dengan pujian-pujian itu, lalu aku tersungkur sujud kepada Nya, kemudian dikatakan : “Wahai Muhammad angkatlah kepalamu, berkatalah, kamu akan didengar, mohonlah maka kamu akan diberi, mohonlah syafa’at kamu akan diberi syafa’at !”, lalu aku berkata: “Wahai Tuhan, ummatku, ummatku”, kemudian Tuhan berfirman : “Pergilah dan keluarkanlah orang yang dalam hatinya ada iman lebih sedikit, lebih sedikit, lebih sedikit dari seberat sebutir biji sawi !”, lalu aku mengeluarkannya dari neraka, kemudian aku pergi dan melaksanakannya hal itu”. Ketika kami keluar dari sisi Anas ra. saya berkata kepada sebagian teman-teman kami : “Andaikata kamu singgah di tempat Hasan, yang mana dia sedang bersembunyi dirumah Abu Khalifah. Kami menceritakan sesuatu yang diceritakan Anas bin Malik kepada kami, lalu kami mendatanginya, dan memberikan salam kepadanya, maka ia memberi izin kepada kami, dan kami berkata kepadanya : “Wahai Abu Sa’id, kami datang kepadamu dari sisi saudaramu Anas bin Malik, dan kami tidak melihat seperti apa yang diceritakan kepada kami tentang hadits syafa’at”, lalu dia berkata : “Hih”, maka kami menceritakan hadits itu kepadanya dan berakhir sampai tempat ini, lalu dia berkata : “Hih”, maka aku bercerita kepadanya, ia tidak menambah atas hadits ini, lalu ia berkata : Sungguh ia telah menceritakan kepadaku, kelengkapannya sejak 20 tahun yang lalu, dan saya tidak tahu, apakah dia lupa ataukah tidak senang kamu membebaninya”, lalu kami berkata : “Wahai Abu Sa’id, ceritakanlah kepada kami !”, maka ia tertawa dan berkata : “Manusia itu diciptakan dengan mempunyai rasa tergesa­gesa. Saya menyebutkannya itu hanyalah karena saya ingin menceritakannya kepadamu. Ia bercerita kepada saya sebagaimana saya bercerita kepadamu. Beliau bersabda : “Kemudian aku kembali yang keempat kalinya, lalu aku memuji dengan puji-pujian itu, kemudian aku tersungkur sujud kepada Nya lalu dikatakan: “Wahai Muhammad, angkatlah kepalamu, berkatalah, kamu akan didengar, mintalah maka kamu akan diberi, dan mohonlah syafa’at, kamu akan diberi syafa’at !”.

“Kemudian aku berkata : “Wahai Tuhan, izinkanlah bagimu terhadap orang yang mengucapkan Laa ilaaha illallaahu, (Tidak ada Tuhan selain Allah). Maka Tuhan berfirman : “Demi kemuliaan dan kebesaran Ku, kesombongan dan keagungan Ku, sungguh Aku akan mengeluarkan dari neraka orang yang mengucapkan Laa ilaaha illallaah”. (Hadits ditakhrij oleh Bukhari).
Dari Atha’ bin Yazid Al-Laitsi, bahwasanya Abu Hurairah ra. memberitahukannya bahwasanya orang-orang bertanya kepada Rasulullah saw. : “Wahai Rasulullah, apakah kami melihat Tuhan kami pada hari Qiamat ?” Maka Rasulullah saw bersabda : “Apakah kamu saling memadharatkan dalam melihat bulan pada malam purnama ?” Mereka menjawab : “Tidak, wahai Rasulullah”. Beliau bersabda : Apakah kamu memadharatkan dalam melihat matahari yang tidak berawan ?” Mereka menjawab : “Tidak”. Beliau bersabda : “Maka sesungguhnya kamu akan melihat Nya seperti itu, Tuhan mengumpulkan manusia pada hari Qiamat, lalu Tuhan berfirman : “Barang siapa yang menyembah sesuatu, maka hendaklah ia mengikuti sesuatu itu !”. Orang yang menyembah matahari, maka ia mengikuti matahari, orang yang menyembah bulan, maka ia mengikuti bulan, orang yang menyembah patung, maka ia mengikuti patung, dan yang masih tinggal adalah ummat ini, yang didalamnya ada orang munafiqnya. Lalu Allah Yang Maha Suci lagi Maha Tinggi datang kepada mereka dalam bentuk selain bentuk Nya yang mereka kenal lalu berfirman : “Akulah Tuhanmu”, kemudian mereka berkata : “Kami berlindung kepada Allah darimu, inilah tempat kami sehingga Tuhan kami datang. Ketika Tuhan kami datang, kami mengenal Nya”. Maka Tuhan datang kepada mereka dalam bentuk Nya yang mereka kenal, lalu Tuhan berfirman : “Akulah Tuhanmu”. Kemudian mereka berkata : “Engkau Tuhan kami”, lalu mereka mengikuti Nya. Dan dipasanglah jembatan di antara dua tebing Jahannam, maka aku (Rasulullah) dan ummatku yang pertama melewati. Pada hari itu yang berbicara hanyalah para Rasul, dan do’a para Rasul pada hari itu adalah : “Wahai Allah, selamatkanlah, selamatkanlah.” Dan di dalam Jahannam, ada penggayut seperti duri pohon Sa’dan. Apakah kamu sekalian mengetahui duri pohon Sa’dan?” Mereka menjawab : “Ya, wahai Rasulullah”. Rasuiullah saw. bersabda: ” Maka sesungguhnya dari-duri itu seperti duri pohon Sa’dan; hanya saja yang mengetahui ukuran besarnya hanyalah Allah. Penggayut itu menyambar manusia karena perbuatan mereka. Diantara mereka ada orang mu’min yang masih tinggal karena perbuatannva dan di antara mereka ada yang diampuni sehingga dia selamat, sehingga ketika Allah selesai memutuskan para hamba-hambaNya dan berkehendak untuk mengeluarkan orang yang dikehendaki Nya dari penghuni neraka dengan rahmat Nya, Dia memerintahkan para Malaikat Nya untuk mengeluarkan mereka dari neraka yaitu orang yang tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu, dari orang yang Allah kehendaki untuk diberi rahmat Nya yaitu orang yang mengucapkan “Laa illaaha illallaah (tidak ada Tuhan selain Allah)”. Para Malaikat mengetahui mereka dineraka dan mengenal mereka dengan bekas-bekas sujud karena neraka memakan anak Adam kecuali bekas-bekas sujud di mana Allah mengharamkan neraka memakan bekas sujud. Lalu mereka keluar dari neraka dengan telah terbakar. Kemudian ditumpahkan pada mereka air hidup, maka mereka tumbuh sebagaimana tumbuhnya biji-bijian pada tanah yang dibawa banjir. Setelah Allah selesai menetapkan di antara hamba-hamba, yang masih tinggal adalah orang yang menghadapkan wajahnya ke neraka, dialah orang yang paling akhir masuk sorga, dimana ia berkata : “Wahai Tuhan, palingkanlah wajahnya ke neraka, dialah orang yang paling akhir masuk sorga, dimana ia berkata : “Wahai Tuhan, palingkanlah wajahku dari neraka, sungguh baunya telah menghancurkan saya dan nyalanya telah membakar saya”. Ia berdo’a kepada Allah sesuai dengan apa yang dikehendakinya untuk berdo’a kepada Nya : Kemudian Allah Yang Maha Suci lagi Maha Tinggi berfirman : “Jika Aku mengabulkan hal itu apakah barangkali kamu masih minta lagi selainnya ?”. Ia menjawab : “Tidak, saya tidak minta selainnya,” lalu ia memberikan janji-janji sesuai dengan apa yang dikehendakinya, kemudian Allah memalingkan wajahnya dari neraka, dan ketika ia menghadap kesorga, ia melihat sorga itu, ia diam sesuai dengan kehendak Allah untuk diam, kemudian ia berkata : “Wahai Tuhan, ajukanlah saya ke pintu sorga itu, ia diam sesuai dengan kehendak Allah untuk diam, kemudian ia berkata : “Wahai Tuhan, ajukanlah saya ke pintu sorga”. Maka Allah berfirmar: kepadanya : “Bukankah kamu telah memberi janji-janji, bahwa kamu tidak minta selain yang telah Aku berikan kepadamu, celaka kamu wahai anak Adam, alangkah khianatnya kamu”. Lalu ia berkata : “Wahai Tuhan” ia berdo’a kepada Allah sehingga Allah berfirman : “Jika Aku memberikan hal itu kepadamu, apakah barangkali kamu minta selainnya ?” Ia menjawab : Tidak, demi kemuliaan Mu”. Lalu ia memberikan janji-janji sesuai dengan apa yang dikehendakinya kepada Tuhannya. Maka Tuhan mengajukan ke pintu sorga. Ketika ia berdiri di pintu sorga, terbukalah sorga baginya, ia melihat kebaikan dan kesenangan yang ada didalamnya, ia diam sesuai dengan kehendak Allah untuk diam, lalu ia berkata : “Wahai Tuhan, masukkanlah saya ke sorga”. Maka Allah Yang Maha Suci lagi Maha Tinggi berfirman kepadanya : “Bukankah kamu telah memberikan janji-janji untuk tidak minta selain apa yang telah Aku berikan kepadamu? celakalah kamu anak Adam, alangkah khianatmu”. Ia berkata : “Wahai Tuhan, janganlah saya menjadi makhluk Mu yang paling celaka,” Ia senantiasa berdo’a kepada Allah sehingga Allah Yang Maha Mulia lagi Maha Besar tertawa karenanya. Ketika Allah tertawa, Allah berfirman : “Masuklah kamu ke sorga”, dan ketika ia masuk ke sorga, Allah berfirman kepadanya : “Bercita-citalah”. Lalu ia minta kepada Tuhannya dan bercita-cita, sehingga apabila telah habis cita-citanya, Al­lah Yang Maha Suci berfirman : “Itu untukmu dan kamu akan mendapat lagi yang seperti itu” ‘Atha’ bin Yazid berkata : “Abu Said beserta Abu Hurairah ra. tidak menolak haditsnya sedikitpun. Sehingga ketika Abu Hurairah menceritakan bahwasanya Allah Yang Maha Mulia dan Maha Besar berfirman kepada orang lelaki itu : “Dan bersama itu pula, sesuatu yang sama”. Abu Said berkata : “Dan bersama itu, sepuluh lipat kalinya, wahai Abu Hurairah”. Abu Hurairah berkata : “Saya hanya hafal firmanNya : “Itu untukmu dan bersama itu kamu mendapat lagi yang sama”. Abu Sa’id berkata : “Saya bersaksi, sesungguhnya saya hafal dari Rasulullah saw akan firman Nya : “Itu untukmu, dan mendapat lagi lipat sepuluh kalinya”. Abu Hurairah berkata : “Itulah orang lelaki penghuni sorga yang terakhir masuk sorga”. (Hadits ditakhrij oleh Muslim).

Dari Atha’ bin Yasar dari Abu Said Al Khudri ra. bahwasanya orang-orang pada zaman Rasulullah saw. bertanya : “Wahai Rasulullah, apakah kami melihat Tuhan kami pada hari Qiamat ?”, Rasulullah saw bersabda: “Ya”. Beliau bersabda : “Apakah kamu sekalian saling memadharatkan dalam melihat matahari di siang hari yang terang, tidak berawan ?” Mereka menjawab : “Tidak, wahai Rasulullah.” Rasulullah saw. bersabda: Kami tidak akan saling memadharatkan dalam melihat Tuhan Yang Maha Suci lagi Maha Tinggi, kecuali sebagaimana kamu saling memadharatkan dalam melihat salah satu dari keduanya (matahari atau bulan). Apabila hari Qiamat tiba, penyeru menyerukan : “Hendaklah tiap-tiap umat mengikuti apa yang telah disembah”. Dan seseorang yang menyembah selain Allah yaitu patung dan berhala-berhala tidak ada yang tinggal kecuali mereka itu berjatuhan di neraka, sehingga yang masih tinggal, hanyalah orang yang menyembah Allah, dari orang-orang yang baik dan orang yang berdosa serta sisa-sisa ahli kitab. Kemudian orang­orang Yahudi dipanggil, dan ditanyakan kepada mereka : “Apakah yang telah kalian sembah ?”. Mereka menjawab : “Kami menyembah Uzair, anak Allah”. Lalu dikatakan : “Kamu berdusta, Allah tidak mengambil isteri dan anak. Apakah yang kamu pinta ?” Mereka menjawab : “Kami haus, wahai Tuhan kami, berilah kami minum”. Kemudian diisyaratkan kepada mereka, tidakkah kamu mendatanginya ? lalu mereka dikumpulkan ke neraka, seolah-olah neraka itu fatamorgana yang sebagiannya menghanjurkan sebagian yang lain, kemudian mereka berjatuhan ke neraka. Lalu orang-orang Nasharani dipanggil, kemudian ditanyakan kepada mereka : “Apakah yang kamu sekalian sembah ?” Mereka menjawab : “Kami menyembah Al Masih, anak Tuhan”. Maka dikatakan kepada mereka : “Kamu berdusta. Allah tidak mengambil isteri dan anak”. Lalu ditanvakan kepada mereka : “Apakah yang kamu pinta ?”. Mereka menjawb : “Kami haus wahai Tuhan, berilah kami minum”. Rasulullah saw. bersabda : “Kemudian diisyaratkan kepada mereka : “Tidakkah kamu mendatanginya ?” lalu mereka dikumpulkan ke Jahannam, seolah-olah Jahannam itu fatamorgana, yang sebagiannya menghancurkan sebagian yang lain kemudian mereka berjatuhan di neraka, sehingga yang masih tinggal hanyalah orang-orang yang menyembah Allah dari orang-orang yang baik dan orang-orang yang berdusta. Datanglah kepada mereka Tuhan semesta alam Yang Maha Suci lagi Maha Tinggi dalam bentuk yang lebih rendah dari pada bentuk yang mereka lihat, kemudian Dia berfirman: “Apakah yang kamu nantikan ?”. Tiap-tiap ummat mengikuti apa yang ia sembah. Mereka berkata : “Wahai Tuhan kami, kami memisahkan diri dari orang-or­ang di dunia, padahal kami lebih membutuhkan mereka, namun kami tidak bersahabat dengan mereka”. Lalu Tuhan berfirman : “Aku Tuhanmu” lalu mereka berkata : “Kami berlindung kepada Allah dari kamu, kami tidak mensekutukan Allah dengan sesuatu”, mengulang-ulang dua atau tiga kali, sehingga sebagian mereka hampir terbalik. Maka Tuhan berfirman : “Apakah antara kamu dan Dia ada suatu tanda, yang dengan tanda itu kamu dapat mengetahui Nya?. Mereka menjawab : “Ya”. Kemudian Tuhan membuka betisNya, orang yang bersujud kepada Allah dari lubuk hatinva, masih diizinkan oleh Allah untuk bersujud sedangkan orang yang bersujud karena takut dan nya’, Allah menjadikan punggungnya tetap lurus. Setiap kali dia berkehendak untuk sujud, dia jatuh pada tengkuknya, kemudian mereka mengangkat kepala, sedang Tuhan telah berubah bentuk dari yang mereka lihat pertama kali, lalu Tuhan berfirman : “Akulah Tuhanmu” Dan mereka berkata : “Engkaulah Tuhan kami”. Kemudian dipasang jembatan di atas Jahannam dan berlakulah syafa’at. Kemudian mereka berkata : “Wahai Allah, selamatkanlah, selamatkanlah”. Lalu ditanyakan: “Wahai Rasulullah, apakah jembatan itu ?” Rasulullah bersabda : “Licin dan menggelincirkan, padanya terdapat penyambar, penggayut dan tumbuh-tumbuhan berduri di tanjakan”.

Padanya terdapat duri-duri yang di sebut Sa’dan. Orang­orang mu’min lewat di jembatan itu ada yang seperti lirikan mata, kilat, angin, burung, kuda dan kendaraan (onta) yang baik. Orang yang diselamatkan, orang yang dirobek dan dilepaskan, dan orang yang dilemparkan di neraka Jahannam. Sehingga apabila orang-orang Mu’min selamat dari neraka, maka demi dzat yang jiwaku di tangan Nya, tidak ada seseorang dari padamu lebih keras dalam menuntut hak kepada Allah dari pada orang-orang mu’min dalam menuntut kepada Allah bagi teman-teman mereka yang ada di neraka pada hari Qiamat. Mereka berkata : “Wahai Tuhan, mereka puasa bersama kami, shalat dan haji”. Kemudian dikatakan kepada mereka : “Keluarkanlah or­ang-orang yang kamu kenal”, lalu rupa mereka di haramkan atas neraka, maka mereka mengeluarkan makhluk yang banyak, Neraka telah merenggutnya ada yang sampai setengah betisnya dan ada yang sampai kelututnya. Kemudian mereka berkata : “Wahai Tuhan kami, sudah tidak ada yang tinggal di neraka seroangpun dari orang-orang yang telah Engkau perintahkan kepada kami”. Lalu Tuhan berfirman : “Kembalilah”. Dan barang siapa yang dalam hatinya ada kebaikan seberat satu dinar, maka keluarkanlah dia”. Maka rnereka mengeluarkan makhluk yang banyak sekali, lalu mereka berkata : “Wahai Tuhan, kami tidak meninggalkan seorangpun di neraka dari or­ang-orang yang telah Engkau perintahkan kepada kami !”. Kemudian beliau berfirman : “Kembalilah, dan barang siapa yang kamu dapati dalam hatinya terdapat kebaikan seberat setengah dinar, maka keluarkanlah dia !”. Lalu mereka mengluarkan makhluk yang banyak. Kemudian mereka berkata : “Wahai Tuhan, kami tidak meninggalkan yang baik di neraka”. Abu Sa’id Al Khudri berkata : “jika mereka tidak membenarkan aku dalam hadits ini, jika kamu menghendaki, bacalah :

“INNALLAAHA LAA YAZHLIMU MITSQAALA DZARRATIN WA INTAKU HASANATAN YUDLA­’IFHAA WAYU’TI MIN LADUNHU AJRAN AZHIIMAA”

(Sesungguhnya Allah tidak menganiaya seseorang pun walaupun sebesar zarrah, dan jika ada kebaikan sebesar zarrah, niscaya Allah akan melipat gandakannya dan memberika dari sisiNya pahala yang besar). (An Nisa’ : 40).

Kemudian Allah Yang Maha Mulia lagi Maha Besar berfirman : “Para malaikat memberi syafa’at, para Nabi memberi syafa’at, orang-orang mu’min memberi syafa’at dan yang masih tinggal hanyalah Dzat yang paling pengasih dari pada pengasih, maka Dia menggenggam satu genggaman dari neraka, maka keluarlah dari neraka orang yang tidak pernah mengamalkan kebaikan, yang mereka telah menjadi arang, kemudian mereka dilemparkan kedalam sungai di mulut sorga yang bernama : “Bengawan hidup”, maka mereka keluar seperti keluarnya biji-bijian di tanah yang di bawa banjir. Tidakkah kamu lihat yang (dekat) batu atau, pohon di mana yang terkena matahari kekuning-kuningan dan kehijau-kehijauan, dan yang di bawah naungan menjadi putih”. Mereka berkata : “Wahai Rasulullah, seolah-olah engkau menggembala di dusun”. Beliau bersabda : “Maka mereka keluar seperti mutiara, di tengkuk mereka ada medali, para penghuni sorga mengetahui mereka. Mereka adalah hamba-hamba Allah yang dimerdekakan dan masuk sorga tanpa amal yang mereka kerjakan dan tanpa kebaikan yang mereka lakukakan. Kemudian Allah berfirman : “Masuklah ke sorga dan sesuatu yang kamu lihat maka itu untukmu”. Mereka berkata : “Wahai Tuhan kami, Engkau memberikan kepada kami sesuatu yang tidak Engkau berikan kepada seseorangpun di dunia”. Maka dikatakan : “Kamu di sisi Ku mempunyai sesuatu yang lebih utama dari pada ini”. Mereka menjawab : “Wahai Tuhan kami, apakah sesuatu yang lebih utama dari pada ini ?” Dia berfirman : “Keridhaan Ku, sesudahnya Allah tidak murka kepadamu selamanya”. Ia menambah dalam riwayat lain : “Tanpa amal perbuatan yang mereka amalkan dan tidak ada simpanan yang mereka lakukan”, lalu dikatakan kepada mereka : “Bagimu apa yang kamu lihat, dan bersama itu sesuatu yang sama dengannya”. (HR. Muslim).

Dari Ibnu Mas’ud ra. bahwasanya Rasulullah saw. bersabda : “Yang terakhir masuk sorga adalah orang laki-laki yang sekali waktu berjalan, sekali waktu terjerembab dan sekali waktu tersengat oleh api. Apabila ia telah melewati neraka, ia menolehnya, lalu berkata : “Maha Sucilah Dzat yang telah menyelematkan saya darimu (neraka). Sungguh Allah memberikan kepada sesuatu yang tidak diberikan kepada seseorang dari orang-orang yang terdahulu dan yang terkemudian”, maka di tampakkan pohon untuknya, lalu ia berkata : “Wahai Tuhan, dekatkanlah saya ke pohon ini, hingga saya dapat bernaung dengan naungannya dan saya minum dari airnya.” Kemudian Allah Yang Maha Mulia lagi Maha Besar berfirman : “Wahai anak Adam, jika Aku memberi kepadamu, barang kali kamu akan minta lagi selainnya”. Maka ia menjawab : “Tidak, wahai Tuhan”. Dan ia berjanji tidak akan minta yang lain. Tuhan Yang Maha Tinggi memakluminya, karena sesungguhnya Dia melihat sesuatu yang tidak di sabarinya, maka Dia mendekatkannya kepohon itu, lalu ia bernaung dengan naungannya dan minum dari airnya. Kemudian ditampakkan pohon lagi baginya yang mana pohon itu lebih baik dari yang pertama, lalu ia berkata : “Wahai Tuhan, dekatkanlah saya dari pohon ini, agar saya minum airnya, saya berlindung dengan naungannya dan saya tidak minta yang lain. Lalu Tuhan berfirman : “Wahai anak Adam, apakah kamu tidak berjanji kepadaKu untuk tidak minta kepadaKu yang lain ?”. Lalu Dia berfirman : “Jika Aku mendekatkan kamu dari pohon itu barang kali kamu minta yang lain ?” Tuhannya Yang Maha Tinggi memakluminya, oleh karena Tuhan melihat sesuatu yang tidak di sabarinya lagi, maka Dia mendekatkannya dari pohon itu lalu ia bernaung dengan naungannya dan minum dari airnya. Kemudian ditampakkan lagi pohon baginya di sisi pintu sorga, dan pohon itu lebih baik dari yang kedua. Lalu ia berkata : “Wahai Tuhan, dekatkanlah saya dari pohon itu agar saya bernaung dengan naungannva dan saya minum airnya, saya tidak minta kepadaMu selainnya”. Kemudian Tuhan berfirman : “Wahai anak Adam, tidakkah kamu berjanji kepadaKu untuk tidak minta selainnya?”. Ia menjawab : “Ya, wahai Tuhan. Inilah saya tidak minta kepadaMu selainnya”. Dan Tuhannya Yang Maha Tinggi memakluminya, oleh karena Dia melihat sesuatu yang tidak disabarinya lagi, maka Dia mendekatkannya ke pohon itu. Ketika Dia mendekatkan ke pohon itu, ia mendengar suara­suara penghuni sorga, lalu ia berkata : “Wahai Tuhan, masukkanlah saya ke sorga”.

Lalu Tuhan bertirman : “Wahai anak Adam, apakah yang memutuskan permintaanmu ? Apakah kamu ridha Aku beri dunia dan bersama itu saya beri sesuatu yang sama dengan dunia ?”. Dia berkata : “Wahai Tuhan, apakah Engkau mentertawakan saya padahal Engkau Tuhan semesta alam ?”. Maka Ibnu Mas’ud ra. tertawa. Ibnu Mas’ud berkata : “Tidakkah kamu sekalian bertanya kepadaku, karena apakah saya tertawa ?” Mereka berkata : “Terhadap apakah engkau tertawa ?”. Ibnu Mas’ud berkata : “Demikianlah Rasulullah saw. tertawa”. Dimana mereka bertanya : “Terhadap apa engkau tertawa wahai Rasulullah ?” Rasulullah saw. bersabda : “Karena tertawanya Tuhan semesta alam, di kala seroang hamba bertanva . “Apakah Engkau mentertawakannya, padahal Engkau Tuhan semesta alam ?”. Tuhan berfirman . “Sesungguhnya Aku tidak mentertawakanmu, akan tetapi apa yang Aku kehendaki itu Aku kuasa”.

Saya (penyusun) berkata : “Sampai disini, saya menukil sebagian besar riwayat-riwavat yang telah di sebutkan oleh Imam Muslim dalam Shahihnya, namun di dalamnya masih ada riwayat-riwayat yang lain, yang pada umumnva tidak ada perbedaan yang banyak dari pada apa yang telah saya kutip disini. Oleh karena itu saya cukupkan sampai disini. Dengan pengertian bahwa pada umumnya yang telah saya kutipkan dari riwayat-riwayat itu ada tambahan, atau perbedaan dalam gaya bahasa di mana masing-masingnya saling membutuhkan. Inilah sebabnya dalam memperbanyak riwayat-riwayat hadits. Hanya saja, sebahagian riwayat-riwayat yang tidak saya sebut di sini ada tambahan yang wajib kami cantumkan yaitu :

Beliau bersabda : “Kemudian orang lelaki itu masuk ke rumahnya, lalu masuklah dua bidadari, sebagai isterinya. Keduanya berkata kepadanya : “Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kamu untuk kami dan menghidupkan kami untukmu”. Beliau bersabda : “Orang itu berkata : “Tidak ada seorangpun yang diberi seperti apa yang diberikan kepadaku”. (HR. Muslim).
Dari Abu Hurairah ra., ia berkata : Daging didatangkan kepada Rasulullah saw. maka diangkatkan hasta daging itu, lalu beliau memakannya, dan daging itu disenangi oleh beliau, kemudian beliau menggigitnya, lalu bersabda : “Aku penghulu manusia pada hari Qiamat, apakah kalian tahu kenapakah demikian ?” Allah mengumpulkan manusia dari orang-orang yang terdahulu dan orang-orang yang terkemudian pada satu padang. Maka penyeru terdengar oleh mereka, pandangan menembus mereka dan matahari dekat kepada mereka. Kesusahan dan kesulitan sampai pada orang-orang, sesuatu yang mereka tidak kuat dan tidak tertanggung oleh mereka. Sebagian dari mereka berkata kepada sebagian yang lain : “Tidaklah kamu berpendapat tentang apa yang telah sampai kepada kamu sekalian ?” Tidakkah kamu sekalian berfirkir tentang orang yang memohonkan syafa’at kepada Tuhanmu bagimu ?” Maka berkata sebagian orang-orang kepada sebagian yang lain : “Atasmu Adam”, maka mereka datang kepada Adam, lalu mereka berkata : “Engkau adalah bapak manusia, Allah telah mencipatakanmu dengan tanganNya dan telah menghembuskan ruhNya kepada engkau. Dia telah memerintahkan para MalaikatNya, lalu para malaikat bersujud kepada engkau, mohonkanlah syafa’at bagi kami kepada Tuhan, tidakkah engkau lihat sesuatu yang ada pada kami sekarang ini ? Tidakkah engkau melihat apa yang sampai kepada kami?”. Maka Adam menjawab kepada mereka : Sesungguhnya Tuhanku pada hari ini sangat murka. Dia sebelumnya tidak marah seperti ini dan tidak akan murka seperti ini sesudahnya”. Sesungguhnya Dia telah mencegahku dari mendekati pohon, lalu aku durhaka kepadaNya. Oh diriku, diri ku dan diriku, pergilah kamu sekalian kepada selainku, pergilah kepada Nuh !”, maka mereka datang kepada Nuh, lalu mereka berkata : “Wahai Nuh, engkau Rasul pertama kepada penduduk bumi, Allah telah menyebut engkau sebagai hamba yang bersyukur, mohonkanlah svafa’at bagi kami kepada Tuhanmu; tidakkah engkau melihat apa yang ada pada kami sekarang ini ? Tidakkah engkau melihat apa yang sampai kepada kami ?”. Nuh menjawab kepada mereka : “Sesungguhnya Tuhanku sangat murka pada hari ini dan sebelumnya tidak pernah murka seperti ini, dan susudahnya tidak akan murka seperti itu, dan sesungguhnya sava telah berdo’a yang memadharatkan terhadap kaumku, oh diriku, diriku dan diriku. Pergilah kepada selainku, pergilah kalian kepada Ibrahim”. Mereka datang kepada Ibrahim dan mereka berkata : “Wahai Ibrahim, engkau Nabi dan kekasih Allah dari ka:angan penduduk bumi, mohonkanlah syafa’at bagi kami kepada Tuhanmu, tidakkah engkau melihat apa yang ada pada kami ini?”. Maka Ibrahim menjawab : “Sesungguhnya Tuhanku pada hari ini sangat murka. Dia sebelumnya tidak pernah murka seperti itu dan sesudahnya tidak akan murka seperti itu, dan sesungguhnya aku telah berdusta tiga kali”. Abu Hayyan telah menyebut dalam hadits ini : “Oh diriku, diriku, diriku. Pergilah kepada selainku, pergilah kepada Musa”. Maka mereka datang kepada Musa, lalu mereka berkata : “Wahai Musa, engkau adalah utusan Allah, Allah telah mengutamakan engkau dengan risalah dan kalamNya atas manusia, mohonkanlah syafa’at bagi kami kepada Tuhanmu, tidakkah engkau melihat apa yang ada pada kami sekarang ini ?”. Musa menjawab : “Sesungguhnya Tuhanku pada hari ini sangat murka. Dia sebelumnya tidak pernah murka seperti itu, dan sesudahnya tidak akan murka seperti itu, dan sesungguhnya aku telah membunuh jiwa, pada hal aku tidak disuruh membunuhnya. Oh diriku, diriku dan diriku, pergilah kepada selainku, pergilah kalian kepada’Isa !”. Maka mereka datang kepada ‘Isa, dan berkata : “Wahai ‘Isa, engkau adalah Rasul dan kalimah Allah yang disampaikanNya kepada Maryam, dan ruh dari padaNya, dan engkau bicara kepada manusia ketika dalam ayunan. Mohonkanlah syafa’at bagi kami kepada Tuhanmu, tidakkah engkau melihat sesuatu yang ada pada kami sekarang ini ?” Maka ‘Isa menjawab : “Sesungguhnya Tuhanku sangat murka pada hari ini. Dia sebelumnva tidak pernah murka seperti itu, dan sesudahnya tidak akan murka seperti itu, dan sesudahnya tidak akan murka seperti itu”. ‘Isa tidak menyebutkan dosanya, oh diriku, diriku dan diriku, pergilah kepada selainku, pergilah kalian kepada Muhammad saw !”. Rasulullah saw. bersabda : “Maka mereka datang kepada Muhammad saw., lalu mereka berkata : “Wahai Muhammad, engkau adalah utusan Allah dan penutup para Nabi, dan engkau telah diampuni dosamu yang terdahulu dan yang terkemudian. Mohonkanlah syafa’at bagi kami kepada Tuhanmu, tidakkah engkau melihat apa yang ada pada kami sekarang ini ?” Maka aku berangkat, lalu aku datang di b,wah Arasy, kemudian aku tersungkur sujud kepada Tuhanku. Lalu Allah mengilhamkan kepadaku akan puji-pujianNya dan sanjungan yang baik atasNya, yang mana Alah tidak mengilhamkan kepada seseorang sebelumku. Kemudian dikatakan : “Wahai Muhammad, angkatlah kepalamu, mohonkanlah maka engkau akan diberi, mohonlah syafa’at, maka akan diberi syafa’at”. Lalu aku mengangkat lepala dan berkata : “Wahai Tuhan, ummatku, wahai Tuhan, ummatku”. Kemudian Tuhan berfirman : “Wahai Muhammad, masukkanlah ummatmu yang tidak dihisab dari pintu sorga sebelah kanan, mereka juga bersekutu dengan orang lain pada pintu-pintu selain itu”. Kemudian Rasulullah saw. bersabda : “Demi Dzat yang jiwaku ada di tanganNya, jarak antara dua daun pintu sorga adalah seperti antara Mekah dan Himyar dan seperti Mekah dengan Busra”. (Hadits ditakhrij oleh Tirmidzi).
Dari Anas bin Malik ra. bahwasanya Rasulullah saw. bersabda : “Orang-orang mu’min berkumpul pada hari Qiamat, mereka diberi ilham atau mereka sedih –dimana Sa’id ragu- mereka berkata : “Seandainya kita mohon syafa’at kepada Tuhan kita, hingga Dia melonggarkan kita ditempat kita ini”. Lalu mereka datang kepada Adam dan berkata : “Engkau Adam adalah bapak manusia. Allah telah menjadikanmu dengan tangan-Nya, Dia telah menyuruh Malaikat-Nya untuk sujud kepadamu, mohonkanlah syafa’at bagi kami disisi Tuhan agar melonggoarkan kami ditempat kami ini”, maka Adam menjawab : “Aku tidak menempati tempat itu -ia menyebutkan dan mengadukan kepada mereka akan dosanya yang telah dilakukannya, maka ia malu akan hal itu- akan tetapi datanglah kalian pada Nuh. Sesungguhnya ia permulaan Rasul yang dibangkitkan Allah kepada penduduk bumi”. Lalu mereka datang kepadanya, maka Nuh menjawab : “Aku tidak menempati tempat itu”. Dia menyebutkan permohonan kepada Tuhannva yang tidak ada ilmu baginya, ia malu akan hal itu -akan tetapi datanglah kalian kepada kekasih Tuhan, Ibrahim !”. Lalu mereka datang kepadanya, maka Ibrahim menjawab : “Aku tidak menempati tempat itu, akan tetapi datanglah kalian kepada Musa, hamba yang telah diajak bercakap-cakap oleh Allah, dan Allah memberikan Taurat kepadanya !”. Lalu mereka datang kepadanya, maka Musa menjawab : “Aku tidak menempati tempat itu ia menyebutkan bahwa ia membunuh jiwa yang tidak membunuh- akan tetapi datanglah kalian kepada Isa, hamba dan Rasul Allah, kalimah dan ruh Nya !”, lalu mereka datang kepadanya, maka ‘Isa menjawab : “Aku tidak menempati tempat itu, akan tetapi datanglah kalian kepada Muhammad saw hamba yang telah diampuni dosanya yang terdahulu dan yang terkemudian !”. Rasulullah saw. bersabda : “Mereka datang kepadaku, maka aku pergi, kemudian aku berjalan diantara dua barisan dari orang­orang mu’min, lalu aku minta izin kepada Tuhanku, maka Tuhan memberi izin kepadaku. Ketika aku melihatNya, aku sujud, lalu Tuhan meninggalkan aku sesuai dengan kehendak Allah untuk meninggalkan aku. Kemudian dikatakan : “Bangkitlah Muhammad, berkatalah akan didengar, mohonlah maka kamu akan diberi, dan mohonlah syafaat, maka akan diberi syafa’at !”. Maka aku memuji Nya dengan pujian yang telah di-ilhamkan Allah kepadaku untuk memuji Nya, kemudian aku mohon syafa’at, lalu Allah membatasinya kepadaku. Maka aku memasukkan mereka ke sorga. Lalu aku kembali untuk yang kedua kalinya, maka ketika aku melihat Tuhanku aku sujud. Lalu Allah meninggalkan aku sesuai dengan kehendak Nya untuk meninggalkan aku. Kemudian dikatakan kepadaku : “Bangkitlah Muhammad, berkatalah, akan di dengar, mohonlah maka kamu akan diberi, dan mohonlah syafa’at, maka akan diberi syafa’at !”. Maka aku memuji Nya dengan pujian yang telah di-ilhamkan Allah kepadaku untuk memujiNya, kemudian aku mohon syafa’at, lalu Allah membatasinya kepadaku. Maka aku memasukkan mereka ke sorga. Kemudian aku kembali untuk yang ketiga kalinya. Ketika aku melihat Tuhanku, aku sujud, lalu Dia meninggalkan aku sesuai dengan kehendak Allah untuk meninggalkan aku. Kemudian dikatakan : “Bangkitlah Muhammad, berkatalah akan didengar, mohonlah maka akan diberi dan mohonlah syafa’at akan diberi syafa’at !”. Maka aku mengangkat kepala, lalu aku memuji Nya dengan pujian yang telah di-ilhamkanNya kepadaku. Kemudian aku mohon syafa’at lalu Tuhan membatasinya kepadaku, maka aku memasukkan mereka ke sorga, kemudian aku kembali untuk yang ke empat kalinya, lalu aku berkata : “Wahai Tuhan, yang masih tinggal hanyalah orang yang telah dicegah oleh Allah Al Qur’an”. (Hadits ditakhrij oleh Ibnu Majah).

HIMPUNAN
HADIST QUDSI
Penyusun: Achmad Sunarto
Penata Letak: Tim Setia Kawan
Disain sampul: Setia Kawan Grafis
Cetakan: I-2000
Penerbit: Setia Kawan

Iklan

About me, myself n i

ingin orang lain mengetahui apa yang perlu diketahui..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s